Wanita dianggap lebih handal dalam mengerjakan misi rahasia untuk mendapatkan informasi penting pada suatu kegiatan spionase.
Tidak sedikit juga para agen rahasia wanita yang tertangkap dan dihukum berat, bahkan ada yang memilih bunuh diri daripada membuka mulut atau menjadi agen ganda bagi musuhnya.
Berikut adalah 10 mata-mata wanita yang terkenal akan keberanian dalam aksi-aksi mereka:

1. Sarah Aarosohn
Sarah Aaronsohn atau Sarah Aaronson adalah pejuang dan perintis berdirinya negara Israel serta mata-mata Yahudi yang lahir pada tahun 1890 di Zikhron Ya’akov, wilayah Palestina yang saat itu dikuasai oleh Turki.


Sarah Aaronsohn terjun menjadi mata-mata karena trauma terhadap pemusnahan sistematis Etnis Armenia oleh kekaisaran Turki Ottoman pada tahun 1915.

Sarah dan saudaranya memberikan informasi intelejen yang berhubungan dengan militer kepada pemerintah Inggris yang berniat untuk menggulingkan kekuasaan Turki di Palestina. Ia diketahui menerima bantuan uang dari pihak Inggris untuk menolong orang Yahudi yang yang terusir dari dari wilayah kekuasaan Turki.

Ditangkap oleh Turki pada 1 Okotober 1917 dan kemudian dalam proses interogasi atas dirinya Sarah Aaronsohn memutuskan untuk bunuh diri dari pada membuka mulut.


2. Shula Cohen
Shula Cohen alias Shulamit Kishak-Cohen adalah mata-mata Israel. Shula juga dikenal sebagai Mata Hari dari Timur Tengah. Dalam dunia spionase ia dikenal dengan sebutan Pearl.


Lahir di Israel, ayahnya adalah seorang rabbi Yahudi. Menikah pada usia 15 tahun dengan seorang pedagang kaya raya asal Libanon bernama Joseph Kisak.

Kegiatan mata-matanya adalah menyeludupkan pengungsi Yahudi yang tak terhitung jumlahnya ke Palestina pada tahun 1940, menjalankan operasi Mosad di di Beirut antara tahun 1950 sampai 1960-an, memberikan dokumen politik milik pemerintah Libanon dan Suriah, menyelamatkan orang-orang Yahudi dari penyiksaan Suriah.

Setelah 14 tahun beraksi ia ditangkap, diadili dan divonis hukuman gantung namun kemudian hukumannya diringankan menjadi hanya 7 tahun penjara karena adanya kesepakatan antara Libanon dan Israel untuk melakukan pertukaran dengan tentara Lebanon yang ditahan Israel selama masa perang Arab Israel tahun 1967.


3. Christel Boom.
Christel Boom adalah mata-mata Jerman Timur yang lahir 6 Oktober 1927 merupakan salah satu mata-mata dari negri itu yang terkenal. Dia bersama sang suami Gunter Guillaume mereka berpura-pura menjadi pengungsi untuk menyusup ke dalam Partai Sosial Demokrat (SPD).

Menjalankan kegiatan resmi dengan membuka warung kopi di Frankfurt ditahun 1956 sambil memberikan dokumen NATO dan surat-surat kebijakan SPD ke Stasi (polisi rahasia Jerman Timur ).
Mereka berdua juga berhasil masuk ke dalam lingkaran pemerintah Jerman Timur yang saat itu dipimpin oleh kaselir Jerman Willy Brandt.

Gunter menjadi penaseh kebijakan Brandt pada tahun 1969. Pada 24 April 1974 Boom ditangkap bersama Guillaume, diadili dan dihukum. Boom dibebaskan pada tahun 1981.

4. Andre’e Borrel.
Andre’e Borrel alias Andree Borrel alias Denise adalah mata-mata Prancis saat perang Dunia Kedua.
Awalnya ia adalah seorang perawat yang bertugas merawat tentara yang terluka selama perang. Ketika Perancis dikuasai Jerman, Borrel pun bergabung dengan gerakan perlawanan Perancis.

Ia membantu penerbang Inggris yang ditembak jatuh di Perancis untuk melarikan diri.
Ketika Nazi mengepung semua gerakan perlawanan di Prancis, Borrel melarikan diri ke Lisbon pada Desember 1941 kemudia hijrah ke London pada April 1942 dan bergabung dengan pasukan khusus Prancis untuk kemudian diterjunkan dengan parasut ke wilayah Prancis yang dikuasai Jerman.

Ia adalah agen rahasia wanita pertama yang terjun dengan parasut.
Pada Juni 1943 ia tertangkap dekat Fresne dan dikirim ke kamp konsentrasi Natzwiller-Struthof di Alsace pada Mei 1944 dan meninggal di sana pada 6 Juni 1944.
Andre ‘e Borrel menerima penghargaan Croix de Guerre atas jasa-jasanya.

5. Janet Chisholm.
Mata-mata wanita Inggris ini terlahir dengan nama Janet Anne Deane pada 7 Mei 1929, di Kasuali, dekat Simla, India. Ayahnya seorang perwira Royal Engineers Inggris.
Semasa sekolah Janet Crisholm mempelajari bahasa Rusia dan Perancis. Ia kemudia menikah dengan Ruari Chisholm kepala agen rahasia Inggris, M16 di kedutaan Inggris di Moskow yang menyamar sebagai diplomat.

Janet kemudian bergabung dengan British Secret Intelligence Service (SIS atau M16) dan ditempatkan di Komisi Pengawasan Sekutu di Jerman Barat.
Sebagai ibu asal Inggris yang berbicara bahasa Rusia dan juga sebagai agen M16, ia bekerja sebagai perantara untuk seorang agen intelijen militer Soviet bernama Kolonel Oleg Penkovsky dengan intelijen Amerika Serikat dan Inggris.

Ia bertemu dengan Penkovsky sambil berjalan membawa anak-anaknya di taman. Surat-surat yang bocor dari Penkovsky dianggap sebagai salah satu kudeta intelijen terbesar Barat sejak Perang Dunia II.

6. Lona Cohen.
Lona Cohen alias Helen Kroger merupakan mata-mata asal Amerika Serikat yang bekerja untuk agen rahasia Uni Soviet, KGB. Lahir sebagai Lona atau Leontina Petka di Amerika Serikat dari orangtua Polandia yang Katolik namun menjadi terasing dari keluarga pada usia dini, meninggal 1993 di Moskow, Rusia.

Menikah dengan Morris Cohen, seorang Yahudi Amerika yang menjadi mata-mata komunis.
Bersama suaminya Morris Cohen, bekerja untuk KGB di AS selama Perang Dunia II. Lona Cohen dan suaminya telah membocorkan rahasia A-Bom oleh fisikawan Amerika Ted Hall yang bekerja pada The Manhattan Project untuk pembuatan bom atom, tetapi dinyatakan tidak terlibat.

Setelah Perang dunia kedua mereka tinggal di Inggris sebagai Helen dan Peter Kroger dari tahun 1954-1961 dan menyamar sebagai penjual buku dari Kanada. Bekerja sama mata-mata Gordon Lonsdale dan diketahui oleh M15.
Suami istri Cohen tertangkap dan diadili di Inggris pada 1961 dan dihukum 20 tahun penjara.
Pada 1969 Cohen dipindahkan ke Rusia dalam pertukaran tawanan.
Kisah kehidupan mata-mata Lona Cohen dan suaminya kemudian difilmkan dengan judul ‘‘Act of Betrayal.’’

7. Irina Soltanovna Cornescou.
Irina Soltanovna Cornescou alias Mademoiselle alias Mlle Germaine adalah mata-mata Uni Soviet. Lulusan Universitas Moskow dalam bidang bahasa Prancis kemudian bekerja sebagai asisten Kepala Bagian untuk urusan Prancis di Departemen Luar Negeri Soviet tahun 1941 sampai 1945.
Pada usia 31 tahun Irina masuk Stiepnaya, Soviet Secret Service atau sekolah mata-mata dan menggunakan nama samaran Mademoiselle Germaine.

Diusia 41 ia pergi ke Prancis di mana ia menyamar sebagai pengasuh Prancis pada sebuah keluarga Belgia sambil menjalankan kegiatan mata-mata.

Kemudian ia pindah ke Brussel dan mendirikan sebuah jaringan operasional mata-mata.
Tugas utamanya adalah mendapatkan informasi rahasia mengenai militer Belgian dan pusat penelitian yang ada di Belgia. Irina kemudian ditangkap bersama tangan kanannya Paulus Veken oleh agen-agen kontra intelijen.

8. Yoshiko Kawashima.
Yoshiko Kawashima atau Eastern Jewel adalah mata-mata Jepang kelahiran Cina ini terlahir dengan nama Aisingoro Xianwangyu (nama Manchuria) pada tahun 1906. Merupakan anak Pangeran Su dari Mongolia dengan istri keduanya. Yoshiko saat bayi diberikan kepada Naniwa Kawashima, penasehat militer Pangeran Su asal Jepang yang kemudian memberinya nama Yoshiko Kawashima dan mengangkat Yoshiko sebagai putrinya sendiri. Yoshiko bersekolah di Tokyo.

Menikah dengan Kanjurjab (putra pangeran Mongol) pada tahun 1927, pernikahan mereka hanya bertahan dalam waktu 4 bulan. Selalu berpenampilan dengan mengenakan pakaian pria, terutama seragam dengan celana berkuda dan sepatu bot hitam mengkilap.

Memiliki hubungan dengan Mayor Ryukichi Tanaka, kepala Dinas Intelijen Jepang di Shanghai. Ketika Tanaka diperintahkan untuk menciptakan gangguan di Shanghai untuk mengalihkan perhatian dari pengambilalihan Jepang Manchuria (1931), diinstruksikan untuk menyewa puluhan preman Cina untuk membuat kekacauan di mana-mana.

Yoshiko juga dikirim ke Tientsin, di mana ia berhasil membujuk kaisar terguling Henry Puyi untuk pindah ke Mukden, di mana di sana Puyi menjabat sebagai penguasa boneka militer Jepang.
Yoshiko Kawashima kemudian ditangkap dan dibawa ke pengadilan Cina dan dihukum mati atas dakwaan pengkhianatan dan dieksekusi mati pada 22 Oktober 1947.

9. Inayat Noor Khan.
Inayat Noor Khan alias Madeleine alias Babuly alias Nora alias Jeanne-Marie Regnier alias Rolande alias Nora Baker alias Marie-Jeanne adalah mata-mata Inggris dan juga pahlawan inggris. Lahir dengan nama Zadi Pir Noor-un-Nisa Inayat Khan pada 1 Januari 1914, di Moskow, Rusia.
Inayat Noor Khan adalah anak dari Inayat Khan seorang ahli mistik dan guru tasawuf asal India dan Ora Ray Baker.
Ia bersokolah di CollegeModerne de Filles, Perancis kemudian melanjutkan ke deMusique cole Normale E ‘, Paris dan kuliah di Sorbonne Universite’ de Paris dan cole E ‘des Langues Orientales dari Universitas Paris.

Bekerja sebagai operator jaringan tanpa kabel dan dikenal sebagai Madeleine untuk British Special Operations Executive di Prancis yang sedang dikuasai oleh Nazi tahun 1943.

Semasa perang Inayat juga terdaftar di British Women’s Auxiliary Air Force (WAAF), sebuah cabang dari Royal Air Force pada 1940 dan ditugaskan pada intelijen udara dan dikirim sebagai agen rahasia pada sebuah operasi Khusus ke Prancis pada Juni 1943.


Setelah sekian lama menghindar dari pengejaran Nazi ia kemudian ditangkap Gestapo di Paris pada Oktober 1943. Ia kemudian dibawa dan dieksekusi mati di Dachau pada September 1944.
Dianugerahi penghargaan George Cross oleh pemerintah Inggris dan Croix de Guerre dari pemerintah Perancis.

10. Ruth Kuczinski.
Ruth Kuczinski alias Ruth Beurton alias Ruth Werner alias Red Sonja Sonia alias Red Sonja alias Red Sonya adalah mata-mata komunis Uni Soviet. Lahir di Jerman, 15 Mei 1907 merupakan anak dari Dr Robert Rene Kuczinski seorang ekonom terkenal.

Menikah dengan Rudolf Hamburger tahun 1930 dan kemudian bercerai dan menikah lagi dengan Leon Beurton (Komunis Inggris) tahun 1938. Ruth Kuczinski berpangkat kapten dalam tentara Soviet dan juga mata-mata yang dikenal sebagai Red Sonya.

Ia merupakan salah satu mata-mata yang paling sukses dalam sejarah spionase, yang berhasil mengambil dan mengirimkan dokumen rahasia tentang bom atom ke Uni Soviet.
Berkat kegiatan mata-mata Ruth, terkirim sejumlah besar informasi penting termasuk data-data dari Dr Klaus Fuchs yang memungkinkan Uni Soviet untuk membangun sebuah atom bom setelah Perang Dunia II.

Setelah 20 tahun bekerja sebagai mata-mata Ruth Kuczinski pensiun dan menulis sebuah buku tentang hidupnya yang berjudul Sonja’s Rapport.