Switch dan Hub adalah perangkat jaringan yang secara fisik mirip, namun prinsip kerjanya sama sekali berbeda. Sebagian kalangan, terutama para veteran networking menggunakan kata hub untuk menggambarkan sebuah alat atau terminal yang dipakai sebagai penghubung komputer-komputer pada jaringan, meski sebenarnya yang dimaksud adalah switch, gambaran ini jelas membingungkan bagi sebagian pemula dan penggemar dunia nerworking.

Hub adalah hub dan switch adalah switch, keduanya memiliki banyak sekali perbedaan yang mesti dipahami. Berikut adalah faktor pembeda antara hub dan switch;

1.    OSI layer, Hub dan Switch.
Dalam OSI layer hub bekerja pada layer physical atau lapisan fisik sama seperti kabel data atau sinyal wifi(bukan perangkat wi-fi secara keseluruhan, hanya sinyalnya saja). Sedangkan Switch bekerja berdasarkan pedoman OSI layer yang kedua, data link layer. 

2.    Cara kerja hub lebih simpel dari switch.
Hub cuma mengurusi bagian yang ada pada lapisan fisik, menerima dan mengirimkan sinyal-sinyal listrik dari kabel yang tersambung pada dirinya. Sedangkan switch tidak hanya sekedar mengurusi sinyal listrik tapi juga harus memproses informasi pada lapisan atau layer data link, informasi yang dicek oleh switch ada alamat MAC address dari setiap perangkat dan komputer yang tersambung dengan dirinya.

3.    Tingkat Kehandalan
Meski cara kerja hub lebih sederhana, tapi kinerja switch lebih bagus dari hub, hal ini dikarenakan switch menggunakan model atau sistem seleksi terhadap setiap komputer atau perangkat lain yang terhubung, proses selektif tersebut menggunakan atau  berdasarkan pada mac address dari perangkat-perangkat yang terhubung. Hub tidak mempunyai kemampuan selektif, setiap sinyal yang diterima pada salah satu portnya, dikirimkan secara tersebar ke semua portnya. Hub tidak punya kemampuan untuk memastikan kemana tujuan dari data ( berupa sinyal listrik) yang diterimanya, tugas hub adalah hanya menerima dan menyebarkan ke semua port.

4.    Kecepatan transfer data
Kelebihan switch yang selektif membuatnya mampu mengirimkan data lebih cepat, informasi yang diterima dicek dahulu kemana tujuannya, berdasarkan mac addressnya, dengan mengetahui tujuannya maka informasi data yang diterima langsung dikirim ke tujuan dan tidak disebar seperti yang dilakukan oleh hub.

5.    Pengaturan atau manageable
Hub sama sekali tidak bisa diatur atau di-setting. Switch dengan label manageable bisa diatur untuk memblokir atau mengijinkan komputer mana saja yang boleh tersambung dengan dirinya. Switch bisa membagi satu segment jaringan LAN menjadi dua atau lebih segment jaringan LAN meski secara fisik berada dalam satu jaringan yang sama, hal ini dikenal dengan istilah Virtual LAN atau VLAN.

6.    Keamanan jaringan
Kemampuan switch untuk mengatur terutama dengan fitur VLAN-nya membuat jaringan yang menggunakan switch lebih aman dan terlindung dibanding penggunaan hub. 

7.    Harga
Berbagai kelebihan switch seperti kehandalan, fitur pengaturan dan kecepatan transfer yang lebih baik dari hub membuatnya lebih mahal harganya dibanding switch. Tetapi tidak perlu kuatir sebab harga switch sebanding dengan kinerjanya.

Ibarat jalan raya switch adalah jalan yang dilengkapi dengan pembatas jalur yang permanen tidak sekedar garis-garis saja, sedangkan hub sama sekali tidak ada pembatas jalur.
Meski hub sudah jarang dijual namun dalam jaringan LAN masih tetap dipakai, pertimbangkan 7 faktor di di atas.  Segeralah siapkan rencana peremajaan jaringan LAN anda dengan mempertimbangkan kelebihan switch.

Semoga membantu.