Mempelajari dan menguasai sebuah keahlian tidak harus di sekolah atau lembaga formal lainnya, belajar bisa di mana saja dan kapan saja.

Apa yang kita pelajari bisa saja berupa banyak macam, sesuatu yang baik maupun hal yang tidak baik. Ada beberapa keahlian yang sangat sulit dicari pelatihannya karena memang tidak ada atau jarang diajarkan pada lembaga formal maupun non formal.7-keahlian-ini-jika-dikuasi-akan-selalu-berguna-selamanya

Keahlian-keahlian tersebut ketika sudah kita kuasai maka sulit untuk hilang dari diri kita, dan selamanya akan selalu berguna, apapun situasi yang kita alami.

Berikut 7 keahlian dalam hidup yang mesti kita kuasai karena akan selalu bermanfaat selamanya dalam perjalanan hidup kita.

1. Keahlian untuk mengetahui kapan kita harus diam

Berbicara banyak secara panjang lebar mengungkapkan pendapat kita kepada orang lain adalah hal yang bagus, tapi jika kita tidak memberikan kesempatan kepada orang lain ganti berbicara untuk mengungkapkan pendapat mereka maka hal itu menjadi sesuatu yang tidak baik.

Selain karena orang bosan mendengarkan pendapat kita, berbicara banyak tanpa berhenti akan membuat orang enggan memberikan berpendapat atau berbagi pengetahuan dengan kita. Orang yang selalu menuntut untuk didengar adalah ciri orang egois yang selalu mementingkan urusan sendiri, tidak peduli urusan orang.

Mendominasi pembicaraan atau selalu bereaksi berlebihan dan lama akan membuat energy kita cepat terkuras, pikiran kita cepat buntu dan sulit mencari jalan keluar dari suatu masalah.
Butuh latihan dan kontrol diri yang tinggi untuk membuat kita benar-benar tahu kapan harus bicara dan kapan harus diam.

Memutuskan untuk tidak bereaksi atau diam adalah sebuah keahlian yang harus terus dilatih. Keahlian untuk tahu kapan tidak harus bicara, bagi sebagian orang memang sudah diberikan secara cuma-cuma tapi bagi mereka yang sulit untuk mengetahui kapan kita harus diam, keahlian ini harus segera dipelajari dan dilatih.

Manfaat keahlian yang satu ini adalah membuat kita selalu mengontrol emosi dan pikiran kita, tidak semua hal harus direspon, tidak semua pendapat kita adalah benar, banyak mendengarkan pendapat orang lain akan membuat kita kaya akan ide-ide dan masukan kreatif secara gratis.

Mengontrol diri untuk kapan harus diam dan kapan harus bicara sama saja dengan mengontrol emosi kita, memiliki keahlian ini akan membuat anda selalu bersabar dan tahu bagaimana caranya menguasai sebuah situasi yang kompleks.

2. Kecerdasan Emosi atau Emotional Intelegent atau juga Emotional Quality (EQ)

Ada dua macam kecerdasan; kecerdasan berlogika atau IQ dan kecerdasan secara emosional. Orang yang pintar secara secara logika belum tentu pintar juga secara emosional.

Kecerdasan emosional adalah kemampuan kita untuk bagaimana caranya mengelola perilaku, bagaimana cara kita mengatur dan menempatkan diri dalam kehidupan sosial, bagaimana mengambil dan membuat keputusan untuk mencapai hasil yang positif.

Kecerdasan emosi merupakan kemampuan kita untuk mengenali dan memahami emosi diri kita sendiri dan orang lain. Kecerdasan emosi membuat kita memiliki kesadaran diri untuk menggunakan, mengatur pikiran dan tindakan kita dalam hubungan sosial kemasyarakatan.

Hasil penelitian sepuluh tahun terakhir ini menunjukan bahwa kecerdasaan emosional merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan seseorang meraih kesuksesan.
Dengan kecerdasan secara emosi membuat kita mampu untuk menfokuskan hanya pada satu tujuan kita tanpa terganggu dengan hal-hal lain yang sifatnya menghambat.

Hasil pengujian yang dilakukan oleh TalentSmart, ditemukan bahwa ada 33 keahlian yang sangat diperlukan dalam dunia kerja di mana keahlian-keahlian itu sangat membutuhkan kecerdasan emosional yang tinggi.

Dikatakan bahwa 58 persen kesuksesan dalam bekerja membutuhkan faktor EQ yang tinggi. Orang-orang dengan EQ yang tinggi, lebih banyak yang kaya dibandingkan dengan orang yang memiliki kecerdasan emosional yang rendah.
Meningkatkan kecerdasan emosional kita juga membuat kita lebih bahagia dan mengurangi stress.

3. Manajemen waktu

Salah satu hal yang paling menentukan kesuksesan kita terkait dengan manajemen waktu adalah bisa menentukan mana hal atau masalah yang paling mendesak.
Menentukan hal apa yang paling mendesak membuat kita bisa membedakan mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu dan mana yang harus ditunda.

Ketika kita gagal menentukan prioritas apa yang mesti diselesaikan terlebih dahulu maka kita tidak akan mendapatkan hasil sama sekali. Ketidakmampuan mengatur waktu akan membuat kita akan meninggalkan kantor di sore hari tanpa hasil sama sekali.

Belajar mengolah waktu adalah dimulai dengan mengerjakan tugas yang paling mendesak yang menuntut untuk segera diselesaikan.

4. Kemampuan untuk mendengar

Mendengarkan kelihatannya cukup mudah tapi ternyata tidak. Biasanya pada saat kita terdiam menatap orang lain yang sedang berbicara dan terlihat seperti sedang mendengarkan, ternyata sebenarnya kita tidak mendengar yang kita lakukan adalah berpikir tentang apa yang nanti bakal kita katakan kepada lawan bicara kita.

Menjadi pendengar yang baik adalah fokus mendengarkan apa yang orang lain katakan. kita harus memahami apa yang dikatakan bukan menyiapkan bantahan atau masukan kepada lawan bicara kita.

Belajar mendengarkan adalah belajar bagaimana menahan diri untuk tidak melakukan penilaian dan fokus pada inti dari pendapat orang lain. Ini adalah salah satu keterampilan yang paling penting yang mesti kita kembangkan.

Sebuah survey yang dilakukan oleh Wright State University, menemukan bahwa 8000 orang yang disurvey menyatakan diri mereka sebagai pendengar yang baik. Pada kenyataannya banyak dari mereka salah.

Pada lingkungan kerja banyak sekali obrolan yang membuat kita dapat belajar untuk mendengar. Saat di kantor, kita bicara untuk mendapatkan umpan balik, menjelaskan sebuah petunjuk dan memberitahukan soal waktu deadline.

Banyak hal yang mesti kita perhatikan saat mencoba mendengarkan selain kata-kata yang diucapkan, misalnya nada suara, bahasa tubuh, dan hal lain yang tidak terucapkan melalui kata-kata.

Ketidakmampuan kita mendengarkan akan membuat kita kalah bersaing dan tersingkir dari persaingan yang ada.

5. Berani mengatakan Tidak

Penelitian yang dilakukan di University of California, San Francisco, menunjukkan bahwa semakin orang kesulitan untuk berkata tidak, maka semakin besar kemungkinan orang itu mengalami stres, kelelahan, dan bahkan depresi.

Mengatakan tidak merupakan tantangan besar bagi sebagian besar orang. Tidak adalah kata yang memiliki kekuatan yang seharusnya tidak perlu anda takuti untuk mengatakannya.

Saat anda ingin berkata tidak maka anda mesti hindari kata-kata seperti “saya tidak berpikir saya bisa” atau “saya tidak yakin”. Ketika anda belajar untuk mengatakan tidak, anda membebaskan diri dari masalah yang tidak perlu dan membebaskan waktu Anda serta energi untuk hal-hal yang lebih penting dalam hidup.

6. Tidur dengan nyenyak

Tidur dengan nyenyak dan lelap sangat bagus untuk otak, hal ini terbukti melalui penelitian terbaru dari University of Rochester menunjukkan bahwa ketika tidur, otak kita membuang protein beracun yang merupakan hasil aktivitas saraf sewaktu kita terjaga.

Sel-sel beracun pada otak akan mempengaruhi kemampuan kita untuk berpikir, memecahkan masalah, menurunkan daya kreativitas kita dan meningkatkan reaksi emosi kita.

Dengan kemampuan untuk tidur yang lelap akan membuat otak kita tetap sehat.

7. Selalu berpikir postif

Sudah sering kita dinasehati untuk selalu berpikir positif dan rasanya lebih mudah untuk mengatakan daripada menjalankan.

Berpikir positif itu adalah melihat setiap persoalan atau apapun dari sisi atau sudut pandang yang baik, dari sudut pandang yang mendamaikan meskipun sebenarnya kita pun berhak untuk memikirkan hal buruk yang membuat kita bertindak emosional.

Inilah inti dari berpikir positif, memikirkan dan melihat sesuatu sebagai hal yang baik, hal yang menguntukan, hal yang membawa keberkahan, hal yang tidak perlu dipanjanglebarkan dan hal yang bukan sebagai sebuah masalah besar.

Berpikir positif itu pilihan dan setelah dipilih maka kita harus tetap fokus hanya pada yang positif saja; Karena setiap kali kita berpikir positif maka akan selalu muncul hal negatif yang berusaha menentang pikiran positif tersebut.

Tujuh keahlian di atas sebenarnya merupakan satu kesatuan, jika satu atau beberapa saja dari 7 keahlian tersebut kita kuasai maka otomatis keahlian yang lain akan terbangun dengan sendirinya.