Cobaan berat menerpa hidup Anne Boleyn sebagai ratu dan juga istri kedua dari Raja Inggris Henry VIII, ia hanya bertahta selama 3 tahun dari 1533 sampai 1536 dan berakhir dengan tragis.

Kelainan fisik memicu persepsi negatif atas diri Anne Boleyn. Terlahir dengan memiliki 6 jari pada tangan kanannya membuat sang ratu dicurigai memiliki ilmu sihir dan symbol kegelapan. Tidak ada memang ilmu pasti yang menyinggung soal kaitan antara berjari 6 dengan ilmu sihir dan symbol iblis, namun berbagai kejadian selama bertahtanya Anne Boleyn sebagai ratu Inggris membuat seolah-olah semuanya tampak nyata.

Tahun 1534 Raja Henry VIII mendeklarasikan bahwa raja Inggris adalah pemimpin duniawi tertinggi dari seluruh gereja Inggris. Deklarasi itu juga secara tegas menyatakan bahwa gereja Inggris tidak lagi mengakui dan tunduk kepada kekuasaan Paus di Roma. Keputusan tersebut diambil setelah penolakan Paus untuk mengesahkan penikahan raja Henry VIII dengan Anne Boleyn. Selain itu penolokan terhadap Anne Boleyn juga datang dari kaum terkemuka seperti Thomas More dan Jhon Fisher.

Thomas More adalah seorang bangsawan dan tokoh yang sangat terkenal dan Jhon Fisher, uskup Rochester, secara tegas menolak Anne Boleyn sebagai ratu Inggris. Menolak keputusan raja sama artinya dengan bunuh diri. Kedua tokoh itu, Thomas More dan Jhon Fisher kemudian dijatuhi hukuman mati. Thomas More kemudian menjalani hukuman mati tanggal 6 Juli 1535 di Tower of London.

Setelah kematian dua tokoh tersebut rakyat Inggris seperti tersadar dari pengaruh sihir sang ratu. Anne Boleyn tidak lagi dianggap sebagai ratu namun tidak lebih sama dengan pelacur.

Rakyat kemudian menyalahkan Anne Boleyn atas kekejaman sang raja. Dan itulah awal mula titik balik hidup sang ratu. Tiga tuntutan yaitu perzinahan, melakukan hubungan seks sedarah dan tidak loyal kepada negara mengakhiri hidup dan tahta Anne Boleyn.

Tidak adil memang ketika hanya sang ratu saja yang disalahkan, namun itulah kenyataan.

Sebuah pelajaran penting, sukses atau gagal hidup seorang pria adalah ditangan sang ratu pendamping.