Untuk warga masyarakat yang tinggal daerah padat terutama di kota-kota besar seperti Surabaya, Bandung dan kawasan seputar Jabodetabek sebaiknya jangan lagi menggunakan air yang berasal dari sumur pompa atau air tanah. Air dari perusahaan air minum adalah pilihan terbaik saat ini.

Anjuran ini bukan tidak berdasar atau sekedar promosi perusahaan air minum, tapi sangat berdasar terutama beberapa fakta yang cukup merisaukan dan menakutkan jika menggunakan air tanah.

Berikut hal-hal terkait air tanah yang mesti diketahui:

#1. Kadar besi dan kadar garam yang terkandung dalam air tanah sangat tinggi

Air tanah di kota-kota besar seperti DKI Jakarta dan kawasan sekitarnya mengandung kadar besi dan garam yang tinggi.

Penggunaan air tanah yang seperti ini menjadikan kendaraan seperti motor dan mobil serta peralatan rumah tangga yang terbuat dari besi akan cepat berkarat. Kondisi ini tentunya membuat air tanah sangat  tidak aman untuk dikonsumsi oleh manusia.

#2. Kandungan limbah berbahaya di dalam air tanah sangat tinggi

Menurut Department Head CS Divisi Pelayanan Palyja (DPP) Selatan, Bahdier Johan, permukiman warga di Jakarta yang semakin padat di mana pembuangan sampah dan limbah secara sembarangan tanpa ada filter bisa berdampak langsung terhadap kualitas air tanah.

Beberapa logam dan bakteri berbahaya akan langsung masuk ke dalam tubuh manusia yang mengkomsumsinya.

#3. Dampak buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang yang mangancam

Menurut Bahdier Johan, masyarakat yang mengkonsumsi air tanah bisa saja saat ini tidak merasakan dampak apa-apa. Namun efek yang dihasilkan mungkin bisa dirasakan setelah beberapa tahun ke depan. Resiko yang dihadapi adalah gangguan pada ginjal hingga masalah jantung.

Seperti dikutip dari detik.com: “Jadi nggak terasa sekarang, kalau (musim)kemarau air makin anyir, ada bau-bau gitu. Jadi omong kosong airnya itu. Itu paling nggak 70-80 persen tercemar.  

Jangka pendek mungkin nggak, tapi efek nanti beberapa tahun ginjal, jantung. Efek domino. Kita kan nggak sadar kan selama ini sakit kenapa, karena air itu dikonsumsi sampai tua,” papar Johan. “

#4. Peringatan keras bagi yang tinggal sebelah pabrik atau dekat kawasan industry

Perlu di waspadai bahwa air tanah yang ada di sekitar Jakarta terutama bagi rumah yang lokasinya bersebelahan langsung dengan pabrik atau kawasan industri dan tempat sampah, akan sangat mudah air tanahnya terkontaminasi.

Mulai dari banyaknya bakteri berbahaya masuk ke dalam air, di mana salah satunya bakteri Escherecia Coli (EC), hingga kandungan Besi (Fe) dan Mangan (Mn) yang tidak terfilter, serta dampak kadar keasamanan nya (Ph) yang melebihi standar air minum sehat. 

Jadi bagi masyarakat yang tinggal dekat lokasi pabrik maka tidak ada pilihan selain tidak lagi mengkonsumsi air tanah.

#5. Pertimbangkan bagaimana perbedaannya dengan air PAM yang sudah terbukti melalui proses pengolahan secara ilmiah

Pengolahan air minum yang dilakukan oleh perusahaan air minum seperti PAM dilakukan secara ilmiah dan sudah terbukti secara klinis kualitas airnya.

Mereka menggunakan teknologi yang dapat mengukur dan memperbaiki kualiatas air agar menjadi lebih sehat dan aman sebelum dialirkan ke pelanggan.

Ini yang mesti dipertimbangkan oleh pengguna air tanah untuk tidak lagi menggunakan air tanah.

Semoga berguna