Apa Benar Smartphone Membuat Pemakainya Jadi StresTanpa kita sadari handphone smartphone sering dituding sebagai biang kerok penyebab masalah yang membawa stress bagi pemakainya. Namun sebenarnya tidak semua hal yang dituduhkan kepada smartphne dan tablet itu benar, saya mencoba untuk mengurai satu persatu apa saja bentuk stress yang biasa dialami pemiliknya.

Berikut ini akan kita lihat apakah benar stress itu karena handphone kita atau karena kesalahan pihak lain, atau bahkan salah kita sendiri.

  1. Anda kehilangan Smartphone, Stres ? Iya pasti

Apalagi ditambah dengan embel-embel bahwa Smartphone yang hilang itu adalah smartphone canggih, harganya di atas 5 juta rupiah, berisi banyak sekali data penting, foto keluarga, foto pribadi, foto selingkuhan ( mungkin ), password email, aplikasi banking, momory Micro SD card baru upgrade jadi 64 GB dan sebagainya. Makin membuat orang galau, tertekan dan stress.

Saya pernah mengalami kehilangan smartphone, Galaxy Note II seharga 6 juta, hilang dicopet dalam perjalanan ke kantor, hari pertama saya habiskan untuk ber-stres ria tapi hari berikutnya saya sudah lupa kalau pernah punya handphone itu karena dengan tingkat kesadaran dan rasionalitas yang tinggi dan dengan penuh keyakinan bahwa smartphone itu tidak akan kembali lagi, jadi untuk apa mesti dipikirkan lagi.

Apakah kehilangan smartphone dengan cara seperti itu adalah karena kesalahan smartphone? Kalau anda masih waras pasti anda tahu jawabannya.

  1. Kesal dengan sinyal yang kurang bagus

Sinyal yang kurang bagus bisa disebabkan karena providernya yang tidak secara maksimal menyediakan jaringan di mana anda berada, selain itu juga karena kemampuan hardware smartphone.

Sewaktu kehilangan Galaxy note II, untuk sementara saya menggunakan Sony Experia yang ukuran dimensinya kecil, ketika melewati tempat yang biasa saya lalui, pada layar ada indikasi bahwa sama sekali tidak ada sinyal yang tertangkap, beda ketika saya menggunakan Galaxy Note II, sinyal pada tempat tersebut masih tertangkap oleh smartphone walaupun hanya 2 bar.

Ketika mengganti HP baru dengan Lumia 640XL, tangkapan sinyal di tempat tersebut lebih besar, rata-rata 3 bar. Kondisi sinyal yang saya alami dengan tiga perangkat itu terjadi pada operator Seluler yang sama.

Jadi kesimpulannya adalah jika sinyal handphone anda kurang bagus jangan langsung menyalahkan perangkatnya, bisa jadi jaringan yang disediakan operator kurang baik, tempat anda berada memang tertutup dan menghalangi penerimaan sinyal. Berpindahlah untuk mencari posisi yang lebih bagus. Tidak perlu stress.

  1. Kesal dengan group Chat yang berisik dan tidak enakan untuk keluar

Bagi saya jika sudah tidak sesuai dengan visi misi saya menggunakan smarphone maka saya akan meninggalkan group tersebut. Visi misi saya adalah smartphone hadir untuk mempermudah mengakses informasi yang berguna, bukan informasi sampah atau obrolan yang sifatnya membuang-buang waktu saja.

Banyak grup chat yang awalnya masih dalam koridor berbagi informasi yang positif atau arena obrolan yang baik, namun jika lama kelamaan efeknya pembicaraannya hanya menyita waktu saja maka sudah saatnya, tidak perlu ragu lagi untuk meninggalkan grup chat seperti itu.

  1. Stres dengan Baterry yang cepat habis

Serba salah, kalau mau awet handphone di stanby-kan saja, jangan dipakai. Kalau dipakai nanti batteryny cepat habis. Daya tahan battery handphone tergantung pada pemakaian dan spesifikasi dari battery itu sendiri. Semakin banyak aplikasi dijalankan maka semakin cepat energy battery terkuras habis.

Spesifikasi battery yang bagus adalah yang mempunyai kapasitas mAH yang tinggi, semakin besar nilainya semakin lama masa pakainya, pastikan itu saat anda membeli. Jika sudah terlanjur beli siapkan juga power bank untuk cadangan daya jika battery habis.

  1. Pusing dengan kuota yang cepat habis.

Pemakaian koneksi internet yang tidak pada tempatnya membuat pemakaian paket kuota langganan internet cepat habis.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghemat kuota antara lain mematikan semua fitur auto update dan tidak membuka atau menonton video secara langsung dari internet yang dikenal dengan istilah Video Streaming, atur juga pengaturan pada browser agar hemat kuota.

Kuota yang cepat habis bukan karena masalah pada smartphone anda tapi karena kekurangtahuan kita dalam memaksimalkan sistem pengaturan perangkat. Penyebab lain boros kuota bisa juga disebabkan karena kekeliruan kita dalam menentukan paket langganan.

  1. Stres dengan urusan kantor

Jika urusan kantor sudah masuk dalam Smartphone pribadi anda maka siap-siaplah, saya pernah resign dari kantor karena terlalu sering HP terpaksa untuk mengecek dan bekerja menggunakan smartphone pribadi untuk keperluan kantor dan di luar jam kantor.

Motivasinya adalah untuk mendedikasikan sepenuh Tenaga dan waktu untuk kantor, namun kompensasinya tidak ada sama sekali dari pihak kantor terkait hal itu, bahkan uang pulsa pun tidak diganti sama sekali.

Apa yang terjadi jika anda sudah membawa email kantor ke rumah via smartphone anda, semua waktu anda akan dipakai untuk urusan kantor. Syukurlah kalau anda dibayar untuk itu, jika tidak siap-siap untuk mencari tempat baru yang lebih baik.

Saya sempat menyalahkan diri kenapa membeli hp yang bagus, kenapa tidak beli hp biasa-biasa yang battery-nya tidak tahan lama atau processornya lambat, biar ada alasan untuk tidak mengecek email atau urusan kantor lainnya. Tapi saya bukan tipe orang seperti itu, saya tidak mau dibayar jika tidak sesuai dengan kontribusi saya yang saya berikan.

Dari pada stress karena tidak ada jalan keluarnya lebih baik resign. Kembali ke hp, kondisi ini bukan karena salah hp kita yang bagus, yang bisa mengerjakan beberapa tugas kantor hanya lewat layar 5.5 “ tapi karena anda sendiri yang mau melakukannya, salahkah diri sendiri. Ambil langkah cepat untuk mengatasinya.

Sebagai kesimpulan adalah stress yang dialami terkait penggunaan smartphone lebih disebabkan karena faktor manusianya atau pemakaianya. Smartphone hanyalah alat, kendali sepenuhnya ada ditangan pemakainya.