Banyak pertanyaan terkait instalasi jaringan wifi untuk di luar ruangan atau outdoor, rata-rata yang bertanya kepada saya, tidak punya gambaran sama sekali tentang bagaimana instalasi jaringan wifi di luar ruangan.

Yang terpikirkan dari kebanyakan orang mungkin instalasi di luar ruangan itu tidak ada bedanya dengan instalasi jaringan wifi dalam ruangan atau indoor.

Dalam artikel ini saya akan mencoba memberikan gambaran dan penjelasan tentang instalasi jaringan WiFi yang biasa dilakukan di luar ruangan.

1. Dua Jenis koneksi Wifi pada luar ruangan

Ada dua jenis model topologi yang biasa dipakai untuk koneksi Wifi pada outdoor, yaitu:

a. Koneksi Point to Point

Point to point adalah koneksi antara satu WiFi dengan satu WiFi lain. Konesi Point to point atau P to P tidak mengenal Access Point.

Koneksi point to point biasanya digunakan khusus untuk jarak koneksi di atas 100 meter, tapi menurut saya jarak kurang dari 100 meter pun bisa menggunakan mode WiFi Point to Point.

Koneksi point to point membutuhkan daya atau power keluaran yang besar, besarnya power tergantung dari jarak yang mau dikoneksikan.

Dua Wifi yang melakukan koneksi P to P merupakan WiFi yang setara, bukan sebagai Access Point atau sebagai klien.

Jika power keluaran kurang kuat biasanya ada tambahan perangkat untuk memperkuat daya atau power keluaran sinyal wifi, misalnya dengan mengganti atau menambahkan antenna yang berkapasitas besar.

b. Koneksi Wifi mode Point to Multipoint ( Access Point )

Pada koneksi Point to multi point terdapat sebuah wifi yang bertindak sebagai access point dan yang lainnya bertindak sebagai wifi klien.

Point to multi point dipakai untuk jarak koneksi yang rendah, biasanya kurang dari 50 meter. Biasanya juga pada koneksi point to multi point daya keluaran wifi yang digunakan kecil, tidak perlu modifikasi tambahan, cukup hanya dengan daya keluaran yang dipakai sesuai dengan power keluaran perangkat seperti yang dikeluarkan pembuatnya.

2. Lakukan servey terlebih dahulu

Untuk memasang jaringan wifi di luar ruangan maka proses atau tahapan awal yang mesti dilakukan adalah survey lokasi.

Sebelum anda melakukan survey secara mendetail maka sebaiknya tidak membeli atau menyiapkan perangkat wifi yang mau dipasang.

Apa saja informasi yang harus diketahui saat melakukan survey lokasi.

a. Berapa jarak antara dua titik yang mau dikoneksikan

b. Berapa ketinggian pada dua titik yang koneksikan

c. Apakah antara kedua titik lokasi tersebut terdapat halangan atau tidak

d. Apa saja bahan material benda yang menghalangi dua titik lokasi tersebut

e. Apakah butuh tower atau menara? seberapa tinggi tower yang mesti dipasang

f. Adakah alternatif lain, seperti lokasi repeating point jika koneksi langsung tidak memungkinkan

g. Apakah di sekitar lokasi yang mau dikoneksikan dengan Wifi itu, terdapat perangkat Wifi lainnya.

h. Berapa panjang kabel power atau kabel data untuk PoE dibutuhkan

i. Seperti apa mounting perangkat yang diperlukan untuk memasang perangkat ourdoor

Untuk menunjang akurasi hasil survey yang tinggi maka kita memerlukan peralatan survey seperti berikut ini:
  • Kompas
  • GPS
  • Peta
  • Teropong Binokular yang bagus
3. Menentukan perangkat WiFi yang diperlukan

Perangkat Wifi yang diperlukan untuk koneksi outdoor adalah Wifi khusus outdoor, wifi khusus outdoor itu secara fisik berbeda dengan wifi indoor.

Wifi outdoor itu secara khusus dirancang untuk tahan terhadap cuaca panas dan casingnya dibuat khusus agar tidak sampai kemasukan air.

Untuk mengaliri listrik ke dalam perangkat wifi outdoor digunakan teknologi PoE atau power over Ethernet, di mana pada PoE tersebut, aliran listrik dilewati melalui kabel data.

Wifi outdoor yang dipakai buat koneksi point to multi point atau access point contohnya adalah TP-Link TL-WA5210G, TP-LINK Outdoor Wireless Access Point TL-WA7210N.

apa-yang-mesti-diperhatikan-saat-akan-instalasi-wifi-di-outdoor2

Sedangkan wifi outdoor untuk koneksi point to point adalah Cambium PTP 100.

apa-yang-mesti-diperhatikan-saat-akan-instalasi-wifi-di-outdoor

Semoga berguna.