Saat teman seangkatan kita dipromosikan menjadi manajer sedangkan kita tidak, maka rasa kecewa itu pasti muncul, bagi saya pribadi kekecewaan itu bukan karena tidak dipilihnya kita untuk dipromosi tapi lebih karena ragu pada  kemampuan si teman dalam memimpin.Apakah Anda Pantas Naik JabatanSudah sering saya alami bahwa banyak manajer bahkan direksi sekalipun tidak bisa dikatakan sebagai seorang pemimpin sejati, jabatan hanya sekedar legalitas tapi kemampuan sebagai seorang pemimpinlah yang menentukan kita layak untuk menempati sebuah posisi.

Ketika anda punya karakter seperti di bawah ini dan anda tidak dipromosikan menjadi manajer atau jabatan lainnya maka seharusnya anda tidak perlu kecewa, memiliki jiwa  seorang pemimpin itu adalah pertama karena faktor bawaan lahir dan bentukan lingkungan.

Bagi anda yang tidak terlahir di lingkunga seperti itu maka anda bisa mendapatkannya dengan melatih diri dari waktu ke waktu, itu bukan perkara mudah.

Jadi kita harus bersyukur dan teruslah melatih sikap dan semangat pemimpin; Suatu saat di lain tempat atau di lain waktu kita pasti akan dihargai sesuai dengan bakat yang dimiliki.

Berikut adalah sifat-sifat  yang harus dimiliki oleh seorang yang berjiwa pemimpin:

1.    Integritas

Integritas itu adalah kemampuan untuk jujur dan adil kepada siapa pun dan dalam keadaan apapun. Seorang pemimpin harus secara konsisten memberikan masukan dan memberikan arahan perbaikan dengan cara yang dapat dimengerti dengan baik oleh bawahannya. Tidak pernah berbicara secara emosional dan lepas kendali.

2.    Visi

Seorang pemimpin itu memiliki visi yang jelas ke mana dan apa sasaran yang akan dituju, tahu bagaimana cara mencapai tujuannya, memiliki hasrat dan semangat yang dapat menginspirasi orang lain untuk mengikuti dia sampai tujuan akhir.

3.    Sangat berdedikasi

Saya memiliki seorang atasan yang sangat berjiwa pemimpin, ia masuk kantor sebelum karyawan datang dan pulang setelah karyawan semua pulang.

4.    Kreatif
Pemimpin itu fleksibel dan terbuka terhadap hal-hal yang  baru. Mau dan bersedia untuk melakukan penyesuaian jika projek yang dikerjakan tidak berjalan sesuai rencana.
Selalu melakukan brainstorming bersama bawahan untuk mendorong iklim kreatif yang melahirkan ide-ide baru.

5.    Respek atau menaruh hormat kepada orang lain

Pemimpin itu memiliki kepedulian yang sungguh-sungguh terhadap orang lain. Saat kita pindah kerja kita tidak meninggalkan pekerjaan kita tapi lebih tepatnya kita meninggalkan atasan atau bos kita.
Salah satu cara  untuk menanamkan loyalitas adalah dengan menunjukkan kemanusiaan kita, humor, dan hati ketika memimpin.

6.    Bersedia untuk mensyukuri segala bentuk pencapaian baik itu projek yang besar maupun yang kecil sekalipun.

Pemimpin itu harusnya meluangkan waktu untuk menunjukkan penghargaan  terhadap hasil jerih payah, kerja keras, usaha yang sudah dilakukan oleh tim.

Memberikan selamat dan bersama-sama merayakan ulang tahun anggota tim dan acara-acara penting lainnya. Bagi seorang atasan hal tersebut mungkin terlihat biasa tapi bagi kita, para staf, hal tersebut adalah luar biasa dan akan terus dikenang.