Ketika ada rekan kerja yang baru bergabung dengan kita atau siapa saja yang coba ingin mencari tahu informasi penting tentang rahasia sukses kita, yang kita gunakan sebagai senjata andalan dalam hidup, apa langkah terbaik yang mesti kita lakukan.Apakah Kita Harus Pelit Ilmu Kepada Rekan Kerja

Pertama kali yang saya ingat ketika mengalami kondisi seperti ini adalah jantung berdebar-debar, perasaan campur aduk, takut dan lainnya.

Perasaan dan prasangka buruk yang terngiang di kepala adalah sebagai berikut:

  1. Wah, jangan-jangan saya mau diganti dengan anak baru ini.
  2. Gawat kalau sampai anak baru itu, trik dan ilmunya lebih jago dari saya.
  3. Wah, bonus saya bisa turun gara-gara sih anak baru ini.
  4. Wah, jangan-jangan si bos uda gak suka lagi sama kerja saya.
  5. Wah, saya harus jaga-jaga nih, biar ilmu dan pengalaman yang didapat selama ini tidak sampai jatuh ke tangan anak baru.
  6. Biarkan anak baru itu belajar sendiri, tidak perlu dibantu… Dengan begitu lama-lama dia tidak betah dan mengundurkan diri.
  7. Pasang strategi licik.
  8. Harus dikerjain dulu si anak baru ini.

Akan tetapi dari semua perasaan dan prasangka buruk di atas tidak ada satupun yang benar-benar terjadi. Seiring berjalannya waktu ternyata punya rekan kerja baru dan berbagi ilmu dan pengalaman bersama mereka sangatlah menguntungkan.

Seperti apa untungnya berbagi ilmu dan pengalaman dengan anak baru atau rekan kerja, cek berikut ini.

  1. Ternyata membagikan ilmu membuat kita sadar

Maksudnya, iya kita jadi tersadar bahwa ilmu yang kita miliki belum seberapa, jadi tidak perlu untuk disimpan-simpan apalagi disembunyikan.

  1. Anak baru itu ternyata punya koneksi atau link yang menarik

Biasanya anak baru atau rekan kerja yang kita bagikan ilmu dan pengalaman akan memberikan kita sesuatu yang tidak kita sangka dan ternyata berguna bagi kita.

Seorang rekan kerja yang sempat OJT di kantor memberikan saya informasi penting di luar urusan kantor, beliau memberikan tips tentang bagaimana membuka usaha kecil-kecilan, dari mana suplai barang yang harganya murah.

Dia pun berbagi ilmu soal masak memasak yang ternyata sangat bermanfaat bagi saya.

  1. Rekan kerja dan anak baru nasibnya belum tentu sama dengan kita

Nasib orang tidak ada yang tahu, termasuk anak baru atau rekan kerja yang ada bagikan ilmunya kepada mereka. Mungkin saat ini mereka posisi nya sama atau lebih rendah dari posisi anda tapi kita tidak tahu jika suatu ketika mereka menempati posisi lebih bagus dari anda di sebuah perusahaan ternama.

Ketika perusahaan anda menjalin relasi bisnis dengan perusahaan mantan rekan atau junior anda maka rekan anda pasti akan respect terhadap anda dan memperlakukan anda dengan baik.

Coba banyangkan jika dulu sewaktu menjadi junior anda dan anda perlakukan menurut perasaan dan prasangka buruk anda, pastinya ia tidak begitu respect dengan kita.

  1. Rekan kerja itu adalah patner yang siap membantu dan mem-backup kita.

Jika tugas dan pekerjaan kita sudah sangat banyak maka sebaiknya kita berbagi tugas dengan rekan yang lain. Hal ini untuk membuat tugas kita menjadi ringan dan lebih maksimal ketika dikerjakan.

Agar rekan kerja kita bisa semaksimal kita dalam bekerja maka kita harus memberikan semua ilmu dan pengalaman kita kepada mereka, tidak ada yang perlu disembunyikan.

Rekan kerja pun bisa menggantikan kita jika kita harus cuti, bayangkan jika kita tidak punya patner, pasti selama waktu cuti kita akan digangu dengan urusan kantor.

Namun jika kita punya rekan kerja atau junior yang kualitasnya kurang lebih sama seperti kita maka tidak perlu khawatir ketika meninggalkan tugas kantor kepada-nya. Dan kita bisa menikmati waktu cuti kita dengan aman tentram.

  1. Junior dan rekan kerja diberikan oleh atasan bukan untuk melengserkan kita tapi membantu kita.

Lihatlah sisi positif ketika kita mendapatkan rekan kerja yang baru, mungkin atasan kita melihat bahwa load atau beban kerja kita sudah cukup banyak dan kemungkinan nanti kedepannya akan tambah banyak lagi.

Oleh sebab itu maka sebaiknya diberikan rekan kerja baru bagi kita selagi load kita belum banyak, sehingga akan memberikan kesempatan kepada kita untuk mengajari junior kita.

  1. Dengan mengajari dan memperlakukan junor secara baik maka kita pun akan diperlakukan sama suatu saat.

Kita tidak tahu berapa lama akan bertahan di perusahaan tempat kerja kita saat ini, nah suatu waktu ketika kita pindah ke tempat baru maka status kita adalah new comer, junior, pendatang baru.

Kita pasti butuh dukungan senior, jika trek record kita di masa lalu yang bagus dalam memperlakukan junior maka ditempat baru kita pun pasti akan diperlakukan sama.

Dan siapa tahu senior kita itu adalah junior kita waktu di kantor lama.