Di Republik Rakyat Cina, 15 hari sebelum dan 25 hari sesudah perayaan Tahun Baru Cina atau Imlek merupakan saat di mana terjadinya peningkatan lalu lintas perjalanan yang sangat luar biasa besarnya. Peristiwa yang terjadi selama rentang waktu tersebut dikenal dengan istilah Chunyun. Sampai saat ini belum ada yang bisa mengalahkan rekor Chunyun dalam urusan jumlah lalu lintas perpindahan orang dalam waktu yang singkat. Fenomena Chunyun dimulai dari tahun 1970-an seiring dengan kebijakan reformasi ekonomi Cina dan sampai dengan tahun 2008 tercatat lebih dari 2 miliar penumpang telah melakukan perjalanan ke seantero penjuru itu. Tradisi perayaan Tahun Baru Cina yang dirayakan selama 7 hari serta dukungan sarana transportasi yang memadai merupakan faktor utama terjadinya Chunyun.

Jalur darat yang menggunakan Kereta Api dan Bus merupakan alat transportasi yang paling banyak digunakan. Jalur kereta api di Cina memiliki kapasitas 3,4 juta penumpang per hari. Kementrian kereta api Cina mengatakan sekitar 340 juta orang penumpang menggunakan jasa kereta api pada masa Chunyun tahun 2009. Ratusan kereta api dan bus cadangan disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan arus penumpang. Selain kereta api dan Bus jalur udara juga banyak dipakai untuk arus mudik terutama bagi kalangan menengah ke atas. Pada tahun 2008 penumpang pesawat mencapai angka 28 juta orang dan diperkirakan pada tahun berikutnya jumlah penumpang pesawat mencapai 36 juta orang. Angka-angka yang luar biasa tersebut memunculkan pertanyaan klasik tentang bagaimana pengaturannya. Banyak perubahan yang sifatnya sementara dari sistem yang sudah berjalan. Jumlah petugas diperbanyak, jam kerja ditambah terutama untuk meningkatkan pelayanan pada sektor distribusi tiket.

Penjualan tiket tidak hanya di kantor penjualan tiket namun juga disebar sampai ke kawasan pabrik, universitas serta sekolah-sekolah. Sebanyak 200 juta buruh tercatat ikut dalam arus mudik Chunyun di tahun 2000. Kemudian di tahun 2006 sebanyak 6,9 juta mahasiswa dikhabarkan tidak mau ketinggalan, pulang ke kampung halamannya untuk merayakan Imlek. Guangzhou Railway Group menyediakan sebanyak 8000 jalur telepon untuk menerima pemesanan tiket kereta api dengan tingkat kesibukan yang amat luar biasa. Tercatat 19,91 juta panggilan per jamnya. Luar biasa!!

Sayang, jumlah lalu lintas penumpang yang sangat tinggi, berbanding lurus juga dengan tingginya angka kecelakaan, pelanggaran disiplin aparat penyelenggara jasa angkutan, praktek percaloan dan tindakan kriminal yang berakibat pada menurunnya kualitas pelayanan. Bukti pelanggaran yang paling fenomenal seperti dikhabarkan oleh Edward Wong pada 12 February 2011 melalui www.nytimes.com bahwa menteri Perkeretapian China, Liu Zhijun, kehilangan jabatannya dan diganjar hukuman 18 tahun penjara karena terbukti melakukan tindak korupsi yang merugikan negara sebesar 5 juta dollar US. Sepanjang tahun 2010, 146 ribu dan 2,5 juta pegawai kementrian perkeretaapian China dihukum karena terbukti bersalah melakukan pelanggaran. Berita ini dari sisi positif, menunjukkan wujud keseriusan pemerintah Cina untuk memberikan pelanyanan yang terbaik bagi rakyatnya.

Sumber:
wikipedia.org
nytimes.com