Bagi pengguna aplikasi seperti email outlook, internet browser, remote desktop, VPN service dan aplikasi komputer lainnya yang butuh koneksi ke jaringan, mungkin tidak mengetahui bahwa bagaimana dan mengapa aplikasi itu bisa mengalami yang namanya offline dan online atau secara umum bisa dikatakan bagaimana aplikasi itu bisa sampai menampilkan informasi yang diterima melalui koneksi network.

Meski bukan tugas user untuk mengurus koneksi jaringan tapi tidak ada salahnya untuk memahami dan megerti prinsip-prinsip apa saja yang mendasari kerja networking software.

Networking software, antara lain seperti yang tersebut di atas merupakan aplikasi yang berjalan atau bekerja dengan harus menggunakan koneksi jaringan yang menghubungkan antara satu komputer dengan komputer lain. 

Bagaimana prosesnya dari awal sampai akhir sebuah software networking bekerja? Berikut pembahasannya;
1.    Hal pertama yang harus diketahui adalah bagaimana satu komputer bisa terhubung dengan komputer lain.

Koneksi antar komputer yang dikenal dengan istilah jaringan atau networking berawal dari sini;
a.    Harus ada koneksi secara fisik dengan menggunakan sambungan media komunikasi, baik itu berupa kabel atau tanpa kabel.

b.    Setelah koneksi fisik terbentuk maka selanjutnya adalah bagaimana komputer-komputer yang terkoneksi bisa saling mengenal atau mengetahui komputer yang akan atau mau dituju. Untuk itu diperlukan sebuah system pengalamatan.

Sistem pengalamatan pada komputer menggunakan dua jenis yaitu :
•    Alamat Fisik atau Media Access Control Address atau MAC address , alamat fisik adalah alamat yang tertera pada network interface yang terpasang pada komputer.

Alamat fisik tidak bisa diganti-ganti dan setiap komputer memiliki alamat yang berbeda.
Untuk apa alamat fisik? Alamat fisik dipakai untuk komunikasi antara komputer-komputer yang terkoneksi pada Local area network atau LAN yang sama.

Untuk komunikasi antara komputer-komputer yang terkoneksi pada satu LAN dengan komputer pada LAN yang lain, menggunakan alamat logika.

•    Alamat logika merupakan alamat yang diatur oleh secara operating system atau secara software, alamat logika bisa diganti-ganti sesuai dengan kebutuhan.

Alamat logika biasanya lebih banyak dipakai untuk koneksi antara komputer satu dengan komputer lain yang berada pada LAN yang berbeda. Alamat logika yang paling banyak dipakai adalah IP address.

2.    Setelah bisa saling berkomunikasi menggunakan alamat logika maka selanjutnya diatur bagaimana proses komunikasi itu terjadi sehingga tidak terjadi tumpang tindih informasi, proses ini dilakukan dengan menggunakan semacam aturan untuk proses pengiriman dan penerimaan, aturan tersebut dikenal dengan istilah protocol.

Protocol biasanya berisi aturan-aturan yang mengatur bagaimana bagian-bagian data diterima dan dikirim oleh suatu komputer agar tidak menyebabkan hilang atau rusaknya informasi data yang terkirim atau diterima.  Protocol yang dimaksud adalah transmission control protocol atau TCP.

3.    Setelah proses transfer sudah diatur melalui protocol maka selanjutnya dijaga agar sesi pada saat pengiriman tidak terputus atau berakhir sebelum proses transfer belum selesai.

Pengaturan sesi selama komunikasi terjadi dimaksud untuk mengatur kapan harus mulai dan kapan harus mengakhiri dialog atau komunikasi antara dua komputer atau lebih yang terhubung.

4.    Setelah proses transfer selesai maka system pada komputer harus bisa mengenali data yang diterimanya untuk itu maka data tersebut harus dibuat atau dipresentasikan sehingga dapat dikenali oleh proses berikutnya.

5.    Proses terakhir sebelum sampai bisa dilihat atau terpakai oleh pengguna komputer melalui aplikasi  adalah proses atau suatu kegiatan yang tugasnya menjembatani data yang diterima agar bisa digunakan atau dipakai oleh software jaringan sehingga dapat dimanfaatkan oleh si pengguna komputer tersebut.

Aplikasi atau program web browser misalnya, web browser tidak mengatur berapa ip address yang harus disetting pada komputer atau Network adapter, mesti lewat media apa aplikasi tersebut harus berjalan, web browser hanya memberitahukan bahwa untuk bisa online atau menampilkan isi dari alamat yang diinputkan oleh user atau penggunanya, maka dibutuhkan sebuah aturan atau protocol yang bernama HTTP atau HTTPS.  

Berdasarkan aturan atau protocol itu maka data yang dikirim bisa diterima dan diolah serta ditampilkan oleh web browser.

Jadi kesimpulannya adalah :

1.    Networking software tidak peduli harus lewat mana koneksi jaringan, lewat kabel atau tanpa kabel terserah yang penting data yang diperlukan tersedia untuk diolah.
Jika koneksi kabel atau tanpa kabel terputus maka si aplikasi akan memberikan pesan bahwa tidak ada koneksi atau koneksi terputus atau offline.

2.    Networking software tidak peduli apa alamat fisik dan alamat logika yang terpasang pada system operasi komputer tersebut. 
Jika kita salah mensetting ip address pada komputer kita maka aplikasi jaringan hanya mengatakan bahwa server tidak bisa dihubungi.

3.    Networking software butuh sebuah aturan atau protocol yang harus dipasang atau setting pada sehingga data yang diperlukan bisa diterima.
Jika anda salah mendaftarkan protocol maka saat aplikasi tersebut dijalankan maka muncul pesan yang  menganjurkan kita untuk kembali mengecek konfigurasi yang sudah terpasang, sepertinya ada yang salah atau kurang.

4.    Secara umum, networking software atau aplikasi yang berjalan dengan atau melalui koneksi jaringan hanya dapat berfungsi jika informasi data yang dibutuhkan untuk diolah tersedia, tidak peduli informasi tersebut bagaimana caranya bisa sampai tersedia, itu bukanlah urusan sang aplikasi.