Masalah lambatnya koneksi jaringan tidak semata-mata disebabkan oleh faktor media penyambung tapi juga bisa disebabkan atau dipengaruhi oleh faktor dari dalam komputer itu sendiri. Faktor atau komponen internal dari komputer yang terbagi atas dua bagian itu antara lain, komponen software dan hardware. 

Penjelasan tentang bagaimana komponen software bisa mempengaruhi koneksi jaringan adalah sebagai berikut:

1.    Operating system
Kondisi sistem operasi yang bermasalah membuat proses transfer data menjadi lambat dan cendrung gagal. Ketika sedang memproses sebuah data atau menjalankan aplikasi yang banyak memakan persentase CPU usage maka proses transfer data menjadi lambat. Pemakaian atau penggunaan sumber daya prosesor yang berlebihan dapat menyebabkan kegiatan yang terkait dengan networking menjadi lambat. 

2.    Konfigurasi IP address yang bermasalah
Konfigurasi IP address yang bermasalah seperti IP konflik dan duplikat IP dapat menyebabkan proses transfer data menjadi terhambat.

3.    Sistem pengaman pada sistem operasi yang salah implementasi
Sistem pengaman yang dimaksud adalah firewall, pada sistem operasi seperti windows terdapat firewall yang bisa memblok lalu-lintas data. Selain firewall, setting-an anti virus juga bisa menyebabkan proses atau kegiatan yang terkait dengan networking menjadi terganggu.

Selain hal-hal yang terkait dengan software dari sebuah komputer maka komponen lainnya yang juga mempengaruhi koneksi jaringan adalah hardware dari komputer. Berikut jenis-jenis hardware pada internal komputer dan pengaruhnya terhadap jaringan.

1.    NIC atau Network interface card
Network interface card memang jarang bermasalah, namun perangkat ini adalah bagian dari CPU sebuah komputer yang terhubung langsung ke jaringan. Jika terjadi masalah pada NIC maka akan menyebabkan gangguan pada koneksi. Jika terjadi masalah atau gangguan maka hal pertama yang wajib dicek adalah kondisi NIC, pastikan kabel tercolok ke NIC.

2.    Hardisk
Sering muncul problem error yang terkait dengan aplikasi yang menggunakan model client – server, di mana muncul pesan yang mengindikasikan bahwa hardisk-nya tidak bisa menulis data dan sebagainya. Biasanya selain karena koneksinya yang tidak stabil bisa juga disebabkan oleh hardisknya yang sudah kewalahan dalam memproses data masuk dan keluar. Cek kondisi hardisk dengan menggunakan software untuk mengetahui keadaan dan tingkat kemampuan hardware tersebut dalam membaca dan menulis data.

3.    Memory atau RAM
Proses transfer data biasanya melewati sistem buffering, proses buffering dilakukan oleh memory agar proses pengolahan data menjadi lebih cepat. Jika kemampuan dari memory dan melakukan buffering data menurun maka proses transfer pun menjadi lambat.

4.    Proccessor
Secara spesifikasi hardware semakin tinggi spek dari sebuah processor semakin cepat data yang diproses, semakin tinggi multi core-nya maka semakin cepat proses datanya dan tentunya proses yang terkait dengan networking.

Semoga berguna
Sumber gambar: http://www.flickr.com/photos/marktee/6042860942/