Sebelum memastikan dan membahas lebih jauh tentang mana yang terbaik antara koneksi via switch dan wireless maka ada beberapa hal yang mesti kita perhatikan.
1.    Bahwa switch adalah terminal yang menghubungkan komputer satu dengan komputer lain menggunakan media kabel.
2.    Kecepatan internet tidak ditentukan oleh jenis media yang digunakan tetapi tergantung berapa kecepatan yang diberikan oleh ISP.
3.    Switch dan Access point yang dipakai pada jaringan lokal.
4.    Wi-Fi Access Point atau AP bekerja pada layer 1 dari OSI layer sama seperti hub.
5.    AP dan hub adalah perangkat jaringan yang bekerja pada lapisan fisik dari OSI layer.
6.    Jaringan yang menggunakan Access point berada pada Collision Domain yang sama.
7.    Jika berada pada collision domain yang sama maka kemungkinan untuk terjadinya kehilangan data sangat besar.
8.    Switch berada pada lapisan kedua dari OSI layer.
9.    Pada switch area collision domain diperkecil hanya pada tiap-tiap port dari switch bukan pada keseluruhan perangkat atau jaringan.
10.    Access Point dan Hub bekerja dengan menggunakan metede half-duplex saat mengirimkan sinyal data, sedangkan Switch menggunakan metede full-duplex.

Jawaban dari pertanyaan bagus mana Wifi access point dibanding switch adalah switch, salah satu faktor pemenangan dari switch adalah Full-duplex. Ya, switch menerapkan metedo full-duplex.
Berikut adalah penjelasan tentang apa itu duplex, half-duplex dan hubungannya dengan kehandalan sebuah perangkat jaringan.

Half-duplex adalah proses transfer data antara dari satu komputer ke komputer lainnya atau dari satu perangkat ke perangkat lain dan sebaliknya, akan tetapi proses transfer tidak bisa dilakukan pada saat yang  bersamaan. Misalnya komputer A mengirimkan data ke komputer B, berdasarkan prinsip half-duplex komputer A dan B tidak bisa secara bersamaan mengirimkan data ke masing-masing tujuan tetapi harus secara bergantian.

Full-Duplex adalah proses transfer data antara dari satu komputer ke komputer lainnya atau dari satu perangkat ke perangkat lain dan juga sebaliknya, di mana proses transfer bisa dilakukan pada saat yang  bersamaan. Misalnya komputer A mengirimkan data ke komputer B, berdasarkan prinsip full-duplex komputer A dan B bisa secara bersamaan mengirimkan data ke masing-masing tujuan tanpa harus bergantian.

Kesimpulan yang didapat dari Half dan full Duplex:

1.    Beda half duplex dan full duplex adalah terletak pada proses pengiriman data antara dua komputer di mana pada waktu yang sama dua komputer bisa secara bersamaan atau bergantian melakukan proses transfer.
Pada Half duplex dua komputer yang sedang terkoneksi tidak bisa mengirimkan data ke komputer tujuan jika pada saat yang bersamaan komputer tujuan mengirimkan data kepada dirinya sedangkan pada full duplex dua komputer bisa melakukan proses transfer data pada saat yang bersamaan tanpa melihat atau mempertimbangkan kondisi dari komputer tujuaanya.

2.    Pada metode half duplex digunakan satu saluran tunggal yang dipakai untuk mengirimkan dan menerima sinyal pada saluran tersebut, tidak ada pemisah antara saluran untuk kirim dan terima, semuanya digabung dalam satu saluran.
Sama halnya dengan jalan raya yang tidak memiliki pembatas atau penanda lajur untuk arah yang berlawanan sehingga ketika lalu lintas padat maka akan terjadi saling serobot jalur yang bukan menjadi haknya.

3.    Pada metode full duplex saluran yang digunakan untuk mentransfer dan menerima data dibuat terpisah, jadi ada dua saluran satu buat kirim dan satu buat terima. Dengan sistem ini maka tidak akan ada saling serobot.

4.    Efek terhadap kehandalan jaringan adalah
a.    Pada half duplex
–    Akan terjadi antrian yang menyebabkan penundaan atau delay waktu.
–    Terjadi tabrakan data yang menyebabkan data yang terkirim tidak sampai ke tujuannya.
–    Kapasitas Bandwitdh yang tersedia tidak bisa dijamin ketersediaannya karena bergantung pada jumlah pemakai jaringan secara bersama-sama pada satu saluran tunggal.
b.    Pada Full duplex
–    Tidak terjadi antrian dan penundaan karena proses kirim dan terima dilakukan pada jalur atau saluran yang terpisah.
–    Kemungkinan terjadi tabrakan sangat kecil, meski dalam prakteknya kemungkinan tersebut akan selalu ada.
–    Kapasitas bandwidth yang tersedia, terjamin ketersedianya karena pemakain dan pengaturan saluran yang terpisah.

5.    Perangkat jaringan yang menerapkan sistem half duplex adalah Hub dan Wi-Fi. Wifi menggunakan satu single channel frekuensi antara pemancar dan penerima. Pemancar dan penerima harus berada pada frekuensi channel yang sama ketika saling terkoneksi.
Sebagai perbandingan pada teknologi VSAT, Frekuensi transmit dipisahkan atau berbeda dengan frekuensi untuk penerima.Wifi tidak memiliki metode seperti ini, oleh sebab itu proses transfer data pada jaringan wifi bergantung pada kondisi network, jika pada saluran tidak ada yang melakukan pengiriman maka barulah proses kirim dilakukan.

6.    Perangkat jaringan yang menggunakan metode full duplex adalah:
a.    Switch, koneksi antara switch menggunkan full duplex
b.    Koneksi antara switch dan komputer pasti menggunakan full duplex
c.    Koneksi antara Komputer dengan komputer menggukan kabel cross.

7.    Jika terjadi konesi antara switch dengan hub maka akan dipakai metode half duplex

Jadi, mengapa Swicth lebih baik dari wifi? Salah satu alasan yang paling meyakinkan adalah karena switch menggunakan metode full duplex sedangkan koneksi Wi-Fi menggunakan metode half duplex.

Semoga berguna 
Sumber gambar: http://www.flickr.com/photos/nipperflickr/2822229530/