Pagi tadi ketika transit di stasiun kereta api Manggarai, salah seorang penumpang mengabarkan bahwa salah seorang pencopet tertangkap basah saat sedang beraksi mengambil hape milik penumpang lain.

belajar-dari-gagalnya-aksi-copet-di-krlDikisahkan bahwa dalam keadaan kereta yang penuh dan padat, ada seorang penumpang sedang asyik mendengarkan musik dari hapenya melalaui earphone yang terpasang di telinganya.

Ketika mendekati stasiun Manggarai dari arah Tebet si korban tiba-tiba merasakan musik yang sedang didengarnya berhenti berdentang. Sesaat kemudian ia pun mengecek hape androidnya dan ternyata hape miliknya tidak berada di tempat biasa ia menyimpan pada kantong tasnya.

Si korban pun menoleh ke samping dan menyadari bahwa hapenya sudah berpindah tangan ke orang di sebelahnya, ia pun segera mengenali hape miliknya yang sedang berada di genggaman tangan si pencopet, tanpa basa-basi ia segera mengadukan dan mengambil hape miliknya dari tangan si pencopet.

Penumpang lain di sekitar pun ikut bereaksi dan akibatnya beberapa pukulan sempat melayang ke muka si pencopet, keadaan sepertinya bertambah buruk bagi si pencopet sebelum akhirnya petugas keamanan kereta segera mengamankan pelaku.

Ketika tiba di stasiun Manggarai pelaku pun digiring petugas ke pos pengamanan untuk selanjutkan diproses hukum ala KRL Jabodetabek yaitu dipajang di peron stasiun.

Pelajaran yang dapat dipetik adalah:
1. Copet itu sedikit nekat dan tebak-tebak buah manggis, karena biasanya earphone atau headphone yang terpasang pada pengguna hape selalu dipakai untuk handfree dan audio system tidak selalu terus berbunyi.

Ia berpikir pastilah ada jedah waktu sekitar 5 menit bagi korban untuk menyadari bahwa hape nya sudah hilang.

2. Si copet ketahuan karena musik yang terdengar tiba-tiba berhenti, coba kalau tidak sedang memutar musik, kalau tidak maka pastilah hape itu hilang untuk selamanya.

Jadi mendengarkan musik itu manfaatnya adalah selain terhibur bisa juga menghindari anda dari copet.

3. Pencopet itu professional dan punya jam terbang tinggi serta nyali yang besar, jadi kalau untuk menghentikannya maka butuh partisipasi semua penumpang untuk tidak memberikan ruang gerak kepada pencopet.

4. Naik kereta sebaiknya amankan dompet dan hape atau tablet anda terlebih dengan menyimpannya di dalam tas. Setelah menperoleh tempat duduk atau situasi yang tenang, barulah di keluarkan.

5. Jangan sampai earphone atau headphone membuat kita terlena dan tidak sadar  bahwa ada aksi copet.

Mungkin copet tersebut belajar dari saudara seperguruannya yang lain bahwa biasanya orang yang berada dalam KRL dan sambil mendengarkan musik via earphone adalah orang yang cuek dan tidak begitu peduli dengan lingkungan sekitarnya, dan ketika barang-barangnya diambil biasanya dia tidak akan sadar karena terlena oleh headphone-nya.

6. Jangan mudah tergoda oleh penampilan dan gaya hidup tetangga sebelah, siapa tahu mereka terlibat hutang yang besar. Mungkin copet itu nekat karena ingin cepat kaya seperti tetangga sebelah.

7. Penampilan para pencopet di kereta api penampilannya cukup rapih tapi sedikit gaptek.

Nasihat buat para copet, kalau mau copet harus tahu juga cara kerja barang yang mau dicopet, kalau tidak ya itu dia seperti kejadian tadi pagi itu, tertangkap basah. hahahahaha

8. Copet di KRL lebiih suka mengambil hape atau tablet dari pada mengambil dompet, karena gadget lebih mudah untuk dijual kembali. Katanya kalau dompet isinya kecil dan sering kosong.

9. Copet itu professional karena tiap hari mencari nafkah dengan mencopet.

Mereka para copet itu malu dan budi pekertinya sudah tidak ada lagi, mencuri itu bagi mereka adalah pekerjaan yang pantas dan hasilnya dianggap halal untuk memberi makan keluarganya.

10. Wapadalah selalu dan jangan mudah percaya para pemilik lainnya.

Semoga berguna.