Seorang pengunjung menjabarkan pemakaian listriknya secara detail dan bertanya berapa token listrik yang mesti dia beli untuk memenuhi kebutuhan listrik.

Begini perhitungan token listrik yang mesti kita perhatikan agar tidak kekurangan listrik.

Pemakaian listrik pelanggan:

# 1 lampu 10watt dari jam 18 -7.00 ( 13 jam)

# Rice cooker 1x seminggu (2 jam)

# Setrika 2x seminggu ( 4 Jam)

# kipas angin fortable 18 – 7.00 ( 13 Jam)

# Tv 21in 18-7.00 (13 Jam )

# 1. Hitungan buat daya KWH terpakai:

Lampu 10 watt x 13 jam = 130 Wh atau 0,13 KWh perhari, perbulan: 0,13 x 30 = 3,9 KWh /bulan

Rice cooker ( kurang Lebih 2 jam) 500 watt x 2 jam = 1000 watt atau 1 KWh per minggu, perbulan: 1 x 4 = 4 KWh /bulan

Kipas angin sekitar 50 watt x 13 jam = 650 Wh atau 0,65 KWh per hari, perbulan: 0,65 x 30 = 1,95 KWh /bulan

Setrika sekitar 200 watt x 4 jam = 800 watt atau 0,8 KWh perminggu, Perbulan : 0.8 x 4 = 3,2 KWh

TV ( masih LCD daya 100 watt) 80 watt x 13 jam = 1040 Wh atau 1,04 KWh perhari, perbulan: 1,04 x 30 = 31,2 KWh /bulan

Total pemakaian perbulan 3,9 + 4 + 1,95 +3,2 + 31,2 = 44.25 KWh perbulan

Jadi total pemakaian adalah 44,25KWh perbulan. Sehingga butuh daya listrik lebih dari 45 KWh

2. Perhitungan token listrik

Daya yang kita dapatkan dari token listrik tergantung kategory pelanggan,

misalnya jika listrik rumah kita termasuk kategory 1300 VA maka jika kita membeli token seharga 100 ribu rupiah maka daya listrik atau KWh yang kita dapat tidak sama jika golongan listrik kita 450 VA.

Nah jika golongan atau jenis pelanggan kita adalah 1300 VA maka mesti disiapkan daya listrik sebesar lebih dari 45 KWh.

Misalnya untuk contoh ini, jika gol listriknya adalah 1300 VA maka TDL ( tarif dasar Listrik) adalah 1500 rupiah/KWh maka jika membeli token seharga Rp. 100 ribu maka akan memperoleh daya listrik sebesar:

Menurut situs resmi PLN jika kita beli Token listrik maka kita akan dapat KWh bukan rupiah. Untuk pelanggan di bawah 3500 VA dikenakan PPJ bukan PPN, dengan potongan admin berupa:

– 1800 biaya admin

– Materai 0 Rp ( untuk 100 ribu tidak dikenakan biaya,Pembelian 250000- 1 juta dikenakan biaya materai)

– Pajak PPJ 2,4 %(untuk wil DKI) dari harga yang kita bayar, Catatan: besarnya PPJ berbeda-beda tiap daerah.

100000 – 1800 – 0 – 2300/ 1467 = 65 Kwh, ril nya mungkin tidak sebesar itu karena ada biaya admin dan biaya materai dan pajak PPJ, mungkin jika membeli toke seharga 100 ribu bisa dapat KWh di atas 60 KWh.

Jadi menurut saya token listrik yang mesti dibeli untuk pemakaian tiap bulan sebesar 45 KWh adalah sebesar 100 ribu rupiah. Itupun ada kelebihan sekitar kurang lebih 20 KWh.

Kalau ada yang ingin bertanya atau minta dihitung pemakaian listrik dan kebutuhan token listrik, silahkan tulis di bagian komentar.

Sumber gambar: https://www.pln.co.id