Seorang pria dengan mantap mengajak wanita pasangannya untuk menginap di sebuah hotel mewah di kota judi Las Vegas, Amerika Serikat. Tidak ada firasat buruk menyertai bayangan langkah mereka, semuanya sempurna.

Keanehan mulai terasa ketika keduanya sedang asyik mengagumi kemewahan kamar pesanan mereka. Bau yang tidak sedap mulai terasa di setiap sudut ruangan kamar. Dengan respon sigap pasangan yang sedang bahagia itu kemudian mencari-cari sumber bau tak sedap itu.

Kesialan terasa mulai membanyangi keduanya. Sumber bau tidak berhasil ditemukan. Pasangan itu tidak menunggu lama, petugas hotel segera dihubungi meminta agar mereka dicarikan kamar lain. Namun seluruh kamar di hotel tersebut sudah penuh, jadi terpaksa harus bertahan di kamar yang bau itu sampai keesokan hari.

Di pagi hari, aroma bau tak sedap itu semakin terasa dan keduanya sudah tidak bisa lagi bertahan, semuanya sudah melewati batas kesabaran mereka. Laporan itu segera diterima oleh pihak manajemen hotel. Pasangan itu segera keluar dari hotel untuk menikmati gemerlapnya kota Las Vegas sampai malam hari.

Ketika kembali ke hotel di malam hari, mereka mendapati dua orang polisi yang sedang berjaga-jaga di pintu kamar mereka. Namun kebingungan mereka sedikit berkurang ketika petugas hotel memberitahukan bahwa mereka dipindahkan ke kamar lain dan semua barang-barang mereka telah berada ke kamar baru itu tanpa satu pun yang tertinggal.

Apa sebenarnya yang telah terjadi?

Cerita yang berkembang adalah petugas kebersihan hotel saat membereskan kamar, menemukan sebuah mayat, korban pembunuhan, yang di sembunyikan sedemikan rupa di dalam ranjang sehingga sama sekali tidak terlihat dan menimbulkan kecurigaan. Mayat tersebut diduga adalah mayat seorang wanita pekerja seks atau korban pembunuhan para geng Mafia.

Atas kejadian itu, pihak hotel tidak mau ambil resiko kehilangan pelanggan, maka segera mereka memberikan kompensasi berupa menginap gratis seumur hidup kepada pasangan yang tertimpa sial itu.

Legenda ini sangat terkenal sekitar awal tahun 1990 hingga 1991 namun kisah nyata mirip kejadian ini dilaporkan pernah terjadi pada 1989.

Meski sekedar legenda namun kisah ini memberikan sedikit pencerahan bahwa kesialan bisa berbuah berkah yang tidak disangka-sangka.