Dalam hidup kita ada seribu satu macam biang penghancur dan penghilang rasa sabar, mulai dari hal sepele sampai hal yang serius.

Suatu ketika seorang teman mengatakan bahwa doa yang  ia panjatkan beberapa minggu yang lalu sudah terkabul, ia mendapatkan perkerjaan hanya dalam waktu satu bulan proses melamar ke sana kemari.

Bagus lah bro..

Mendengar penjelasan teman itu bahwa doa yang ia panjatkan adalah salah satu kunci sukses ia mendapatkan pekerjaan dalam waktu singkat, membuat saya sedikit kesal dan marah.

Kenapa doa yang saya panjatkan tidak pernah berhasil, mengapa doa orang lain begitu mudah dikabulkan, sedangkan doa kita tidak.

Berbulan-bulan setelah cerita terkabulnya doa si teman itu, saya masih tetap bekerja di perusahaan yang sama, perusahaan yang sudah 7 tahun saya berkarir, perusahaan kecil yang dimiliki oleh pemilik tunggal, di mana prospek masa depannya cukup mengkhawatirkan.

Saya kesal dan marah kepada Tuhan, kenapa saya tidak diberi kesempatan seperti teman itu, mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang lebih bonafit, yang lebih besar dan yang sudah go public.

Tidak ada jawaban atau penjelasan yang saya terima tentang hal itu, satu tahun berlalu tanpa perubahan, saya masih di perusahaan yang sama menjalani rutinitas tanpa kepastian, melamar kerja ke sana kemari tidak ada yang terima.

Tepat setahun setelah itu saya dengar ada selentingan bahwa kantor saya akan dijual oleh pemiliknya. Nilai jualnya cukup fantastis untuk ukuran kantor yang sedang sekarat.

Hari berganti hari, semakin kuat saja dengung sinyal tentang kantor yang mau dijual; Para karyawan akan dibayarkan pesangon sesuai dengan aturan resmi Depnaker yang berlaku.

Akhirnya waktu itu tiba, kesabaran itu mahal harganya, boos.

Saya dipanggil menghadap sang direktur, ia mengatakan bahwa perusahaan akan dijual tapi pemilik baru tidak menginginkan para karyawan, pemilik baru itu hanya mengincar satu aset kanto, yaitu ijin usaha ISP.

Seluruh karyawan akan di PHK dan akan diberikan pesangon sesuai dengan peraturan resmi dari Depnaker.

Setelah hitung-hitung, pesangon yang saya terima lebih dari 120 juta rupiah, itu di tahun 2010.. Dan untuk perkerjaan baru, sebuah perusahaan milik rekan bos saya menyatakan siap untuk menampung saya.

Luar biasa, itulah arti dari kesabaran.. Mendapatkan pesangon dan pekerjaan di perusahaan baru yang lebih baik dalam waktu yang bersamaan.

Sungguh pelajaran hidup dari Tuhan Sang Pengasih bahwa Ia sudah punya rencana sendiri atas jalan hidup kita, kita hanya diwajibkan untuk bersabar dan terus berharap.

Anda bisa menebak apa yang terjadi jika sebulan atau 2 bulan sebelum dipanggil atasan, saya putuskan untuk berhenti saja dari bekerja, tidak ada yang saya dapatkan, saya harus mulai dari awal kembali.

Itulah pelajaran terbesar akan arti dari kesabaran, semoga bermanfaat.