Tidak semua orang tua paham seperti apa cara yang benar untuk mengajari dan menjadikan anak mereka cerdas dalam mengatur keuangan setelah kelak mereka besar nanti.

Dalam posting ini saya mengajak pengunjung norisanto.com yang terhormat untuk mengecek dan mereview kembali apa saja yang sudah kita lakukan selama ini dalam memberikan panduan kepada anak-anak kita terkait urusan keuangan.

Cara benar:

1. Anak-anak biasanya lebih mencontoh tindakan orang tuanya daripada menjalankan apa yang dikatakan oleh orang tuanya.

Nah kalau begitu sebaiknya segeralah para orang tua membenahi tindakan anda terkait dengan urusan membelanjakan uang agar anak anda dapat mengikuti apa yang anda lakukan. Orang tua yang boros dan sering menghambur-hamburkan uang dengan membeli barang-barang yang tidak perlu adalah contoh yang tidak baik bagi anak.

Lebih baik orang tua memberikan teladan dengan berhemat dan tidak mudah membelanjakan uang mereka jika tidak butuh.

Dari pada menasehati anak lebih baik kita memberikan contoh secara langsung tentang bagaimana membelanjakan uang secara tepat.

Salah satu cara yang bijak adalah dengan memberikan skala prioritas terhadap sebuah barang yang hendak dibeli.

Tunjukan kepada mereka tentang barang mana yang sangat dibutuhkan dan harus dimiliki, apa dampak dan alternatif jika tidak harus memiliki barang tersebut.

2. Jangan katakan kepada anak-anak bahwa orang tua tidak sanggup membelikan mereka barang permintaan mereka

Orang tua yang mengatakan ketidaksanggupan untuk membeli barang permintaan anak akan memberikan kesan kepada mereka bahwa keluarga sedang mengalami kesulitan keuangan, hal ini akan membuat anak merasa khawatir.

Oleh sebab itu lebih baik katakan kepada meraka bahwa daripada beli barang tersebut lebih baik uangnya disimpan untuk membeli kebutuhan lain yang lebih penting.

3. Ajak anak terlibat saat berbelanja barang-barang kebutuhan rumah tangga

Saat kita berbelanja barang kebutuhan rumah tangga buatlah sebuah daftar apa saja yang mau dibeli, ajarkan anak tentang barang apa saja yang harus dibeli terlebih dahulu dan berikan penjelasan atau alasan atas hal tersebut.

4. Ajaklah anak-anak anda ke kantor bank

Dengan mengajak anak-anak ke bank maka akan memberikan mereka gambaran tentang proses menabung. Buatlah tabungan anak ketika mereka menginjak usia tertentu, usia 10 tahun adalah usia yang tepat untuk membuatkan mereka tabungan.

5. Memberikan uang jajan

Meskipun banyak yang tidak setuju dengan cara ini, tapi dengan memberikan uang jajan kepada anak-anak akan melatih mereka untuk mengatur dan membelanjakan uang mereka secara lebih baik.

Anak-anak akan terlatih untuk membuat keputusan untuk membelanjakan uang mereka dengan berpegang pada prioritas mana yang harus dibeli.

6. Sering-seringlah membicarakan keuangan dengan anak-anak

Ajaklah anak-anak untuk membahas soal masalah keuangan dengan cara yang santai dan tidak terlalu serius, hal ini akan membuat anak-anak mengerti tentang betapa pentingnya mengatur keungan secara baik dan benar.

Hal yang tidak boleh dilakukan dalam mengajari anak soal keuangan.

1. Jangan membawa anak-anak saat berbelanja barang-barang yang bukan kebutuhan utama

Berbelanja barang-barang yang sekedar untuk kesenangan akan membuat anak-anak menjadi konsumtif dan membuat anak menjadi ketagihan belanja.

2. Jangan menggunakan kartu kredit di depan anak-anak

Menggunakan kartu kredit dengan anak-anak akan membuat mereka kelak akan menjadi ketagihan menggunakan kartu kredit seperti yang dilakukan oleh orang tua mereka.

Saya teringat ketika kuliah dulu, seorang rekan mahasiswa yang memiliki kartu kredit begitu kecanduan menggunakan kartu kredit sampai tidak sanggup membayar tagihan.

Dengan terpaksa orang tuanya harus membayarkan tagihan kartu kredit tersebut. Tidak tanggung-tanggung total tagihan nya waktu itu adalah sekitar 20 juta rupiah ( 15 tahun yang lalu).

Menurut saya, anak-anak remaja yang belum memiliki penghasilan tapi sudah memiliki kartu kredit sama sekali tidak menyadari seperti apa resiko yang mereka bakal dihadapi saat menggunakan kartu kredit.

3. Jangan memberikan pinjaman kepada anak-anak anda

Ketika anak-anak sudah cukup besar dan diberi jatah uang bulanan maka orang tua harus menetapkan aturan bahwa jika sampai waktu untuk pemberian jatah berikutnya dan uang mereka sudah habis maka mereka tidak akan mendapatkan tambahan.

Orang tua harus kosistem dengan putusan tersebut dan tidak boleh memberikan pinjaman kepada anak.

Memberikan pinjaman adalah pelajaran yang sangat keliru karena kelak setelah besar mereka tidak akan dewasa dalam mengatur keuangan dan akan lebih suka berhutang.

4. Jangan memberikan kesan remeh terhadap masalah keuangan kepada anak-anak

Orang tua yang suka berpamer dan ceroboh sering mengatakan di depan anak-anak bahwa mereka siap memenuhi segala permintaan anak, mereka mengatakan bahwa uang bukan soal bagi mereka.

Pernyataan ini akan membuat anak ikut meremehkan soal keuangan dan ini akan terbawa terus hingga dewasa, akibatnya mereka tidak akan bisa mengatur keuangan mereka secara baik dan benar.

Semoga berguna