Subnetting adalah membagi sebuah blok alamat IP Address menjadi beberapa blok IP address. Sebelum menunjukkan caranya maka ada baiknya kita mengenal dan memahami istilah-istilah berikut.
Network Address adalah alamat yang dipakai untuk mengirimkan paket dari LAN ke LAN yang lain. Jadi jika komunikasi antar LAN maka yang digunakan adalah Network address. Network address juga mengandung pengertian sederhana yaitu sebuah alamat yang mewakili sebuah range atau rentang IP address yang tersedia pada sebuah LAN namun alamat tersebut tidak bisa dipakai sebagai alamat IP oleh komputer dan perangkat jaringan pada LAN itu.

Broadcast address adalah alamat yang dipakai oleh sebuah IP address address untuk mengirimkan pesan ke semua IP address lainnya pada sebuah LAN.   Artinya, untuk mengirimkan informasi ke semua komputer pada LAN maka cukup dikirimkan alamat broadcast saja dan semua host pada LAN akan menerima pesan tersebut.

Subnet mask adalah bagian dari Internet Protocol atau IP, IP yang notabene adalah protocol dari network layer. Kehadiran dan peran subnet mask terhadap konfigurasi IP address bukan sekedar aksesoris pelengkap tapi perannya sangatlah vital, ada empat peran dan fungsi utama dari subnet mask.

Classless Inter-Domain Routing (CIDR) merupakan metode yang pakai oleh ISP (Internet service provider) untuk mengalokasikan sejumlah alamat kepada para pelanggannya dalam sebuah blok tertentu.

Kekuatan angka 2 atau power of 2 Kekuatan angka 2 atau Power of 2
Yang dimaksud dengan power of 2 adalah pemangkatan angka 2 dengan bilang mulai dari nol, 1, 2 dan seterusnya, yang penting bilangan tersebut haruslah angka genap positif. Yang mesti diingat dalam pemangkatan angka 2 adalah sebagai berikut:

2^0 = 1
2^1= 2
2^2=2 x 2 = 4
2^3=2 x 2 x 2 = 8
2^4= 2 x 2 x 2 x 2 = 16
2^5= 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 32
2^6= 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 64
2^7=2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 128
2^8=2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 256
2^9=2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 512
2^10= 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 1024
2^11= 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 2048
2^12= 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 4096
2^13= 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 8192
2^14= 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 16384

OK, sekarang langsung kita berhitung;

A.    Class C Subnetting
Pertama tentukan IP address atau rentang IP address  yang mau disubnetting, misalnya rentang IP dari 192.168.1.1 sampai 192.168.1.254 dengan subnetmask 255.255.255.0; Selanjutnya kita ingin membagi blok atau rentang dari ip address tersebut menjadi 2 blok atau rentang IP address dengan jumlah ip address menjadi masing-masing sebanyak 126 IP address.
Lakukan dengan subnetting cara cepat:

1.    Tentukan rentang IP total dari network 192.168.1.1 -192.168.1.254
Sebenarnya IP address total adalah 192.168.1.0 sampai 192.168.1.255, IP 192.168.1.0 dipakai sebagai Network address sedangkan 192.168.1.255 dipakai sebagai broadcast address. Cek pada subnetmask, bagian 0 adalah bagian yang sifatnya variatif dan biasanya menunjukkan bagian dari host address, sedangkan bagian 255.255.255 adalah bagian yang sifatnya tetap dan tidak bisa diubah-ubah dan menunjukkan bagian dari network address.

2.    Setiap blok yang dipisahkan oleh titik atau dot jumlah totalnya adalah 256, hitunganya adalah karena setiap bagian tersebut terdiri atas 8 bit dan jika 2 dipangkatkan 8 = 256. Namun perhitungannya dimulai dari angka nol sampai 255 ( totalnya tetap 256 ).

3.    Karena totalnya adalah 256 maka jika dibagi menjadi 2 subnetwork maka masing-masingnya berisikan sebanyak 128 IP address tetapi karena dua IP address pertama dan terakhir dijadikan sebagai Network address dan broadcast address maka kita hanya menggunakan tengahnya saja, antara  Network address dan broadcast address, sehingga jumlahnya Cuma 126 IP address yang boleh dipakai sebagai IP host. 

4.    Jadi pada contoh ini subnetwork pertama adalah 192.168.1.0 sampai 192.168.1.127; subnetwork kedua adalah 192.168.1.128 sampai 192.168.1.255;

5.    Pada subnetwork pertama,  Network address adalah 192.168.1.0 dan broadcast address adalah 192.168.1.127; Range IP address untuk host adalah 192.168.1.1 s/d 192.168.1.126.

6.    Pada subnetwork kedua,  Network address adalah 192.168.1.128 dan broadcast address adalah 192.168.1.255; Range IP address untuk host adalah 192.168.1.129 s/d 192.168.1.254.

7.    Bagaimana jika dibagi menjadi  8 subnetwork; Pembagian subnetwork hanya bisa dilakukan berdasarkan angka special yaitu bilangan hasil pemangkatan angka 2.  Yaitu :  1, 2, 4, 8, 16, 32, 64, 128 dan seterusnya. 
a.    Total IP address dalam satu blok ( bagian yang dipisahkan oleh titik  atau dot ) dibagi dengan angka 8 atau 256/8 = 32. Jadi total IP address pada masing2 dari ke 8 delapan subnetwork tersebut adalah sebanyak 32 dan jumlah yang bisa dipakai sebagai IP host adalah 30 IP address.
b.     Rentang IP addressnya bisa ditentukan dengan mengurutkannya satu demi satu. Dimulai dari:
–     0 s/d 31 (total nya =32, di mana IP pertama dan IP terakhir adalah Network address dan Broadcast addrress)
–    32 s/d 63 (total nya =32, di mana IP pertama dan IP terakhir adalah Network address dan Broadcast addrress)
–    64 s/d 95  (total nya =32, di mana IP pertama dan IP terakhir adalah Network address dan Broadcast addrress)
–    96 s/d 127 (total nya =32, di mana IP pertama dan IP terakhir adalah Network address dan Broadcast addrress)
–    128 s/d 159 (total nya =32, di mana IP pertama dan IP terakhir adalah Network address dan Broadcast addrress)
–    160 s/d 191 (total nya =32, di mana IP pertama dan IP terakhir adalah Network address dan Broadcast addrress)
–    192 s/d 223 (total nya =32, di mana IP pertama dan IP terakhir adalah Network address dan Broadcast addrress)
–    224 s/d 255 (total nya =32, di mana IP pertama dan IP terakhir adalah Network address dan Broadcast addrress)

Inti dari subnetting Class C adalah membagi-bagi network defaultnya dengan total IP address sebanyak 255 IP menjadi beberapa subnetwork yang lebih kecil dengan jumlah IP yang lebih kecil juga, dengan berdasarkan pada bilangan-bilangan hasil pemangkatan angka 2.

Pada posting berikutnya akan dibahas tentang subnetting untuk IP address Class B dan Class A.

Sumber Gambar: http://www.flickr.com/photos/22746515@N02/4082492315/