Class B Subnetting
Melanjutkan posting sebelumnya tentang cara cepat menghitung subnetting maka pada posting ini saya akan membahas tentang subnetting pada IP address class B. IP address Class B ( IP Private ) memiliki total IP address sebanyak 2 pangkat 16 = 65536 IP address, di mana  IP address pertama, 172.16.0.0  adalah Network address sedangkan IP address terakhir, 172.16.255.255 adalah broadcast address.  Jumlah IP address yang sangat banyak ini berdampak pada tinggi traffic yang disebabkan oleh broadcast. Salah satu tujuan subnetting adalah untuk memperkecil traffic yang disebabkan broadcast dan effiensi pemakain IP address.
Untuk mempelajari tentang subnetting pada Class B maka sebaiknya saya tampilkan daftar CIDR secara lengkap.
Jika kelas A, B, C dipecah atau dibagi-bagi lagi maka subnetmask dan CIDR-nya adalah sebagai berikut :
Subnet mask         CIDR
255.0.0.0                /8
255.128.0.0            /9
255.192.0.0            /10
255.224.0.0            /11
255.240.0.0            /12
255.248.0.0            /13
255.252.0.0            /14
255.254.0.0            /15
255.255.0.0            /16
255.255.128.0         /17
255.255.192.0         /18
255.255.224.0         /19
255.255.240.0         /20
255.255.248.0         /21
255.255.252.0         /22
255.255.254.0         /23
255.255.255.0         /24
255.255.255.128     /25
255.255.255.192     /26
255.255.255.224     /27
255.255.255.240     /28
255.255.255.248     /29
255.255.255.252     /30

Setelah itu mari kita lakukan subnetting terhadap IP address Privite yang termasuk dalam class B.

1.    Rentang IP address total dari class B default adalah:  172.16.0.1  s/d 172.16.255.254 dengan subnetmask default 255.255.0.0
Sebenarnya IP address total adalah 172.16.0.0  sampai 172.16.255.255, IP 192.168.1.0 dipakai sebagai Network address sedangkan 192.168.1.255 dipakai sebagai broadcast address. Cek pada subnetmask, bagian 0 adalah bagian yang sifatnya variatif dan biasanya menunjukkan bagian dari host address, sedangkan bagian 255.255.255 adalah bagian yang sifatnya tetap dan tidak bisa diubah-ubah dan menunjukkan bagian dari network address.

2.    Setiap blok yang dipisahkan oleh titik atau dot jumlah totalnya adalah 256, hitungannya adalah setiap bagian atau blok tersebut terdiri atas 8 bit dan karena IP address class B memiliki 2 blok maka total bit yang menjadi jatah dari host address adalah 16 bit maka 2 dipangkatkan 16 = 65536.

3.     Karena totalnya adalah 65536 maka jika dibagi menjadi 2 subnetwork maka masing-masingnya berisikan sebanyak 32768 IP address tetapi karena dua IP address pertama dan terakhir dijadikan sebagai Network address dan broadcast address maka kita hanya menggunakan tengahnya saja, antara  Network address dan broadcast address, sehingga jumlahnya Cuma 32766 IP address yang boleh dipakai sebagai IP host.

4.    Jadi pada contoh ini subnetwork pertama adalah 172.16.0.1  sampai 172.16.127.254; subnetwork kedua adalah 172.16.128.1  sampai 172.16.255.254.

5.    Kedua subnetwork tersebut memiliki CIDR yang diwakilkan oleh /17 atau subnetmask 255.255.128.0.

6.    Pada subnetwork pertama,  Network address adalah 172.16.0.0  dan broadcast address adalah 172.16.127.255; Range IP address untuk host adalah 172.16.0. 1 s/d 172.16.127.254.

7.    Pada subnetwork kedua,  Network address adalah 172.16.128.0  dan broadcast address adalah 172.16.255.255; Range IP address untuk host adalah 172.16.128. 1 s/d 172.16.255.254.

8.    Bagaimana jika dibagi menjadi  8 subnetwork; Pembagian subnetwork hanya bisa dilakukan berdasarkan angka special yaitu bilangan hasil pemangkatan angka 2.  Yaitu :  1, 2, 4, 8, 16, 32, 64, 128 dan seterusnya. 
Jadi jumlah subnetwork dalam subnetting IP Versi 4 tidak bisa berjumlah 10 atau 20 karena keduanya bukanlah bilangan hasil pemangkatan angka 2.

9.    Total IP address dalam satu blok ( bagian yang dipisahkan oleh titik  atau dot ) dibagi dengan angka 8 atau 65536/8 = 8192. Jadi total IP address pada masing2 dari ke 8 delapan subnetwork tersebut adalah sebanyak 8192 dan jumlah yang bisa dipakai sebagai IP host adalah 8190 IP address.
10.     Rentang IP addressnya bisa ditentukan dengan mengurutkannya satu demi satu. Dimulai dari:
–     172.16.0.0 s/d 172.16.31.255  (total nya =8192, di mana IP pertama dan IP terakhir adalah Network address dan Broadcast addrress)
–    172.16.32.0 s/d 172.16.63.255  (total nya =8192, di mana IP pertama dan IP terakhir adalah Network address dan Broadcast addrress)
–    172.16.64.0 s/d 172.16.95.255  (total nya =8192, di mana IP pertama dan IP terakhir adalah Network address dan Broadcast addrress)
–    172.16.96.0 s/d 172.16.127.255  (total nya =8192, di mana IP pertama dan IP terakhir adalah Network address dan Broadcast addrress)
–    172.16.128.0 s/d 172.16.159.255  (total nya =8192, di mana IP pertama dan IP terakhir adalah Network address dan Broadcast addrress)
–    172.16.160.0 s/d 172.16.191.255  (total nya =8192, di mana IP pertama dan IP terakhir adalah Network address dan Broadcast addrress)
–    172.16.192.0 s/d 172.16.223.255  (total nya =8192, di mana IP pertama dan IP terakhir adalah Network address dan Broadcast addrress)
–    172.16.224.0 s/d 172.16.255.255  (total nya =8192, di mana IP pertama dan IP terakhir adalah Network address dan Broadcast addrress)
–    Jika dibagi 8 subnetwork maka CIDRnya adalah /19 dengan subnetmask 255.255.224.0 (cek pada daftar CIDR di atas)

Memang kelihatannya sedikit rumit, namun kunci dari  Class B subnetting mirip dengan pada subnetting class C namun kuncinya terletak pada blok atau titik atau octet ketiga dari depan dimana pada Class C yang menjadi kunci adalah blok atau octet keempat. 

Pada posting berikutnya akan dibahas tentang subnetting untuk IP address Class A.