Ciri-ciri orang yang sudah mulai berkurang kesabarannya adalah sebagai berikut:

a.       Kesal kalau menunggu lama

b.      Kesal dan marah-marah sama orang yang sering terlambat atau yang suka menunda-nunda

c.       Cepat dan mudah marah-marah

Kalau orang yang sabar pasti tidak akan mengalami hal-hal di atas karena kesabaran adalah kemampuan untuk menerima kenyataan kenapa harus menunggu lama, bisa mentoleransi atau memahami keterlambatan tanpa harus menjadi frutstrasi, kesal dan marah.

Orang yang sabar biasanya memiliki kemampuan untuk mengendalikan emosi dan tenang menghadapi segala kesulitan atau tantangan yang ada. Orang yang sabar itu bersedia untuk menderita, mampu bertahan dan menanggung beban penderitaan.

Untuk apa juga kita mesti bersabar, apalagi di jaman modern ini, di jaman yang semuanya serba praktis, serba teknologi. Justru itu, di jaman sekarang ini kita dituntut untuk harus lebih bersabar.

Berikut ini adalah keuntungan jika kita terus menjaga dan meningkatkan kesabaran dalam diri kita:

1.       Mengurangi stres dan membuat kita lebih bahagia dan sehat

Ketika kita belajar dan berlatih menahan diri untuk bersabar maka kita tidak mudah untuk marah, stress dan merasa kewalahan.

Emosi lebih terkendali dan mudah mengendalikan saat berada dalam situasi yang sulit. Melatih kesabaran akan membuat orang menjadi lebih sehat, lebih bahagia dan panjang umur.

2.       Lebih baik dalam pengambilan keputusan

Orang yang sabar tidak akan terburu-buru membuat keputusan, ia akan meluangkan waktu untuk menganalisa situasi, melihat dari sudup pandang yang berbeda dan penuh pertimbangan dan kemudian mempertimbangkan setiap pro dan kontra dari keputusan bakal diambil.

 Kemungkinan mengambil keputusan yang salah dan beresiko dapat dihindari karena tidak dilakukan secara tergesa-gesa.

3.       Kesabaran membantu kita untuk mengembangkan pemahaman terhadap orang lain, empati dan kasih sayang

Orang yang sabar akan lebih memahami dan penuh kasih kepada sesama.

Orang sabar biasanya akan meluangkan waktu untuk mencari jalan terbaik untuk solusi atas masalah yang dihadapi. Pengalaman akan kesabaran yang dimiliki orang yang sabar akan membuat mereka lebih memahami masalah yang dihadapi oleh orang lain yang mengalami kondisi sulit seperti yang dialami dia sebelumnya.

Dengan memahami orang lain maka tercipta hubungan yang lebih baik, hubungan yang lebih akrab dengan pasangan, teman, anak-anak dan juga atasan di kantor.

4.       Kesabaran membantu kita untuk memahami dan menghargai sebuah proses

Satu hal yang harus kita sadari adalah segala pencapaian seperti kesuksesan membutuhkan waktu dan usaha untuk mencapainya.

Orang yang sabar akan melihat sebuah kegagalan atau kesuksesan seperti sebuah proses yang mesti dilewati, pencapaian itu tidak datang dalam waktu satu hari.

Segala rencana, pelaksanaan, evaluasi dan perbaikan merupakan sebuah proses yang butuh waktu dan itu butuh kesabaran.

Berikut adalah tips untuk mengembangkan kesabaran kita.

1.       Tentukan kapan kita mulai untuk berlatih bersabar dan tetapkan dalam hati kita bahwa hari ini saya mau bersabar

Tetapkan dalam diri bahwa sepanjang hari ini kita sedang berlatih untuk bersabar. Praktekan pada setiap kegiatan dan aktivitas yang kita lakukan pada hari tersebut.

Tetaplah berkonsentrasi dan hiduplah pada saat itu, maksudnya kita tidak perlu merisaukan soal bagaimana nanti besok atau menyesal kenapa tidak dari mencoba bersabar.

Pada malam hari sebelum tidur evaluasi kembali kegiatan harian kita:

     a.       Pikirkan kembali keputusan apa saja yang sudah kita buat terkait latihan kesabaran.

     b.      Dalam bergaul apa saja yang sudah kita lakukan.

     c.       Apakah kita sudah memahami situasi keseharian kita.

Terapkan dan jalankan terus pada har-hari berikutnya.

Melatih kesabaran itu sama seperti melakukan latihan fisik, sama-sama memerlukan ketekunan dan kerja keras.

2.       Pelan – pelan saja

Jika kita memiliki kecenderungan untuk terburu-buru dan selalu tergesa-gesa maka segeralah berhenti sejenak.

Ambil nafas dalam-dalam sebelum bertindak. Contohnya sewaktu kita berada dalam antrian keluar stasiun yang sangat panjang, cobalah untuk mengalihkan fokus kita dari antrian yang panjang dan lama, coba dengarkan radio di hape atau cek sosmed atau kegiatan lainnya yang dapat mengalihkan perhatian kita dari antrian panjang itu.

Kalau kita menjadi tidak sabaran, apakah bisa membuat antrian menjadi lebih cepat? Pasti Tidak.

Jadi kita tidak perlu melakukan hal-hal yang tidak ada manfaatnya.

3.        Berlatihlah untuk tidak cepat merasa puas atau senang

Pada saat kita merasa puas akan sesuatu maka kita pasti akan cepat bosan dan mulai untuk mendapatkan yang baru.

Misalnya ketika kita sudah punya sepatu yang masih bagus, tapi karena kita sudah merasa puas dan bosan dengan sepatu tersebut maka kita kemudian ingin membeli lagi yang baru.

Cobalah untuk berhenti merasa puas dengan apa yang anda miliki dan bersyukurlah bahwa kita sudah memilikinya. Karena setelah kita membeli atau memiliki sepatu yang kedua maka kita akan memperlakukan sepatu itu seperti sepatu pertama dan seterusnya.

Pikirkan bahwa kita sudah punya sepatu yang masih bagus dan masih bisa dipakai.

4.       Berlatihlah untuk berpikir dahulu sebelum berbicara

Jika sebelumnya kita selalu berbicara tanpa pikir panjang terhadapa apa konsekuensi yang akan terjadi maka sebaiknya kita menghentikan kebiasaan itu.

Untuk melatih kesabaran kita sebaiknya kita berhenti dulu sejenak untuk berpikir dan kemudian mengutarakan pendapat kita.

Pendapat atau ucapan yang dipikirkan atau dipertimbangkan terlebih dahulu biasanya tidak akan berdampak yang kurang baik bagi orang lain, seperti misalnya membuat orang merasa tersinggung, sakit hati atau marah.

Selamat mencoba.