Alamat Internet Protocol adalah syarat mutlak bagi sebuah komputer untuk terkoneksi ke jaringan. Namun tidak sembarangan alamat boleh dipasang begitu saja pada sebuah komputer, IP address yang terpasang haruslah memenuhi beberapa persyaratan agar dapat dipakai pada jaringan.

Untuk menentukan berapa alamat IP yang boleh dipasang pada sebuah komputer dibutuhkan pengetahuan akan konsep dasar dan kemampuan dalam berhitung. Konsep dasar yang harus diketahui adalah tentang network ID.

Dalam satu Local Area Network atau LAN, IP address yang digunakan harus berada dalam segmen IP yang sama. Segmentasi Jaringan atau Network segmentation merupakan pembagian Network yang bertujuan untuk membagi sebuah jaringan yang besar menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil. Kelompok atau segment yang kecil mempermudah dalam mengatur dan memperbaiki jika terjadi masalah.

Secara default, dalam sebuah segment network setiap komputer harus berada dalam segment yang sama agar bisa saling berkomunikasi. Sistem pengalamatan IP kurang lebih mirip dengan sistem pengalamatan tempat tinggal, ada negara, propinsi, Kabupaten,Kecamatan, Kelurahan atau desa dan RT/RW dan yang terakhir adalah alamat tinggal itu sendiri.

Yang dimaksud dengan segment IP address yang sama adalah ip address tersebut harus berada dalam sebuah sistem administrasi yang sama. Misalnya rumah-rumah warga berserta alamatnya dari suatu RT/RW dianggap seperti komputer-komputer dan IP address sedangkan sistem Administrasi RT/RW diasumsikan sebagai sebuah LAN. Jadi dalam mengurus keperluan administrasi, seorang warga tidak bisa sembarangan mengurus ke RT/RW di wilayah lain tapi harus sesuai dengan alamat tempat tinggal mereka.

Begitu pun dengan ip address, kalau di lingkungan sosial, kita mengenal RT/RW maka dalam IP address kita mengenal yang namanya Network atau subnetwork Identification (Network atau Subnet ID). Network ID berfungsi untuk menandai lokasi atau segment dari sebuah alamat IP. Dua buah ip address hanya dapat berkomunikasi secara langsung jika Network atau Subnet ID nya sama. 

Cara menentukan Network ID. 

Contoh: 2 IP address; 192.168.1.20 dan 192.168.1.60, apakah keduanya satu segment? Belum tentu. Berapa Network ID-nya?

Informasi tentang kedua ip address di atas tidak lengkap harus ada subnetmask-nya. Misalnya IP 192.168.1.20 subnetmask 255.255.255.0 dan IP 192.168.1.60 subnetmask 255.255.255.0.

Coba kita cek network ID dari IP 192.168.1.20 subnetmask 255.255.255.0;
Perhatikan bahwa IP Versi 4 terdiri atas 4 bagian yang masing-masingnya disebut octet, masing-masing octet dipisahkan oleh sebuah titik. Begitu juga dengan subnetmask. Urutan octet dalam IP versi 4 dibaca dari kiri ke kanan.

Pada IP 192.168.1.20 subnetmask 255.255.255.0, kita pasangkan urutan octet dari IP address dengan urutan octet dari subnetmask:
192 pasangannya dengan 255
168 pasangannya dengan 255
1 pasangannya dengan 255
20 pasangannya dengan 0

Dari pasangan antara octet IP dan subnetmask maka bisa ditentukan network ID dari IP 192.168.1.20, yaitu setiap bagian ip address yang berpasangan dengan 255 adalah network ID, jadi net id 192.168.1.20 adalah 192.168.1.? . Untuk menentukan angka yang tepat pada tanda tanya adalah dengan 2 cara: cara gampang dan cara susah. Cara gampang adalah jika pada octet subnetmask adalah angka 0 maka octet yang berpasangan pada network id pasti angka nol juga. Seperti pada contoh IP 192.168.1.20 network IDnya adalah 192.168.1.0.

Cara susahnya adalah dengan menggunakan operator AND dan mengubah IP address ke dalam bentuk bilangan desimal. 192.168.1.20 dalam binary (pelajari sistem bilangan binary, klik di sini) adalah 11000000.10101000.00000001.00010100 sedangkan 255.255.255.0 binarinya adalah 11111111.11111111.11111111.0. Bilangan binary dari IP dan subnetmask dipasangkan sesuai dengan urutan oktetnya kemudian dikalihkan atau diberlakukan aturan dari operator AND secara berurutan.
Pada octet pertama 11000000 di-AND secara berurutan dari kiri ke kanan dengan octet pertama subnetmask 11111111, begitu juga dengan octet berikutnya.

Untuk  IP 192.168.1.60 subnetmask 255.255.255.0, kita pasangkan urutan octet dari IP address dengan urutan octet dari subnetmask:
192 pasangannya dengan 255
168 pasangannya dengan 255
1 pasangannya dengan 255
60 pasangannya dengan 0
Maka network ID-nya adalah 192.168.1.0, maka ip 192.168.1.20 dan ip 192.168.1.60 berada dalam segment yang sama.

Contoh lain:
Apakah ketiga IP berikut ini satu segment?
1. IP 192.168.1.20 subnetmask 255.255.255.0
2. IP 192.168.1.30 subnetmask 255.255.255.224
3. IP 192.168.1.130 subnetmask 255.255.255.128 

Jadi, yang pertama-tama harus dilihat adalah subnetmask, pastikan dahulu subnetmask ketiga IP address tersebut sama atau berbeda. Pada soal ini subnetmask ketiganya berbeda 255.255.255.0, 255.255.255.128 dan 255.255.255.224.

Tahap berikutnya adalah perhatikan pada octet ke 4 dari IP address dan subnetmask( octet ke 1 sampai 3 tidak usah dipedulikan karena jika pasangan subnetmasknya 255 maka pada network ID nya juga sama seperti pada IP addressnya). Pada octet ke 4 dari subnetmask dan IP address kita ubah menjadi bilangan binary.

Pada IP; 20 = 00001100, 30 = 00001110, 130 = 10000010.
Pada Subnetmask;  0 = 00000000, 224 = 11100000, 128 = 10000000.
Selanjutnya kita tentukan Net ID dari ketiganya,

1. IP 192.168.1.20 subnetmask 255.255.255.0
Octet ke 4 dari IP dan subnetmask kita pasangkan dan kita AND-kan
00001100 di AND-kan dengan 00000000 hasilnya pasti 00000000 atau 0 desimal (bilangan pertama dari kiri pada octet IP dikalikan dengan bilangan pertama pada octet subnetmask dan seterusnya, bilangan kedua harus di-AND-kan dengan yang kedua, ketiga harus di-AND-kan dengan yang ketiga sampai ke delapan ).
Maka network IDnya adalah 192.168.1.0

2. IP 192.168.1.30 subnetmask 255.255.255.224
Octet ke 4 dari IP dan subnetmask kita pasangkan dan kita AND-kan
00001110 di AND-kan dengan 11100000 hasilnya adalah 00000000 atau 0 desimal.
Maka network IDnya adalah 192.168.1.0

3. IP 192.168.1.130 subnetmask 255.255.255.128 
Octet ke 4 dari IP dan subnetmask kita pasangkan dan kita AND -kan  
10000010 di AND-kan dengan 10000000 hasilnya adalah 10000000 atau 128 desimal.
Maka network IDnya adalah 192.168.1.128

Jadi pada contoh soal ini, ketiga IP di atas hanya  192.168.1.20 dan 192.168.1.30 berada pada segment yang sama sesuai atau terlihat dari network ID-nya, sedangkan IP 192.168.1.130 berbeda segment dengan kedua IP tersebut.

Jadi, jelas terlihat segment IP address ditentukan oleh Network ID. Yang terpenting saat menentukan Network ID sebuah IP adalah subnetmask. Subnetmask yang berbeda tidak berarti network id-nya juga berbeda, harus dibuktikan dengan cara atau hitung-hitungan seperti di atas. Dua IP address yang berbeda segment dapat saling berkomunikasi hanya jika melalui proses routing yang dilakukan oleh sebuah router.

Catatan: Pada operator AND berlaku : 0 AND 1 = 0, 0 AND 0 = 0. 1 AND 1 = 1.