Topologi Mesh mempunyai cirri khas yang paling mudah untuk dikenali, di mana satu komputer atau perangkat network memiliki satu koneksi ke semua anggota atau perangkat jaringan yang ada atau terdapat pada sebuah jaringan.
Pada topologi mesh terdapat banyak sekali koneksi atau sambungan fisik antara perangkat-peranngkat yang terdapat pada jaringan itu. 
Berikut ini adalah ciri dan karakteristik dari topologi Fisik Mesh yang mesti diketahui dengan baik;

1.    Pada Topologi Mesh, setiap host memiliki koneksi langsung ke tiap-tiap host yang ada dalam jaringan komputer.

2.    Koneksi atau sambungan fisik dilakukan secara langsung tanpa melalui terminal pusat ( Hub )  seperti pada topolopgi star.

3.    Topologi mesh merupakan topologi dengan sambungan atau koneksi fisik yang paling banyak.

4.    Topologi mesh dipakai untuk menjaga ketersedian koneksi antara perangkat-perangkat.

5.    Jumlah koneksi bisa dihitung dengan persamaan berikut:{ N( N – 1 ) }/2 ; N adalah jumlah host atau titik pada network. Misalnya terdapat 4 host pada network maka jumlah sambungan adalah :
N (N – 1)} / 2= 4 ( 4 – 1 ) / 2 = 4 (3 )/ 2= 12/2 = 6. 

6.    Kelebihan dan manfaat dari Topologi Fisik Mesh:
a.     Manfaat dari mesh adalah jaminan ketersedian koneksi cadangan jika terjadi masalah pada salah satu koneksi.
b.    Jika terjadi masalah pada satu koneksi maka hal tersebut berpengaruh pada koneksi lainnya.
c.    Cocok untuk dipakai pada koneksi pada link atau jalur backbone.
d.    Mudah untuk troubleshooting.

7.    Kekurangan dan kerugian dari topologi Mesh adalah:
a.    Jumlah koneksi yang banyak membuat kebutuhan akan kabel juga sangat besar.
b.    Tingkat kesulitan yang tinggi saat melakukan instalasi dan konfigurasi ulang jika terjadi perubahan yang besar.

 Untuk jaminan ketersedian koneksi antara tidak perangkat maka Topologi mesh adalah pilihan utama namun dari sisi biaya dan proses instalasi dan konfigurasi maka topologi mesh ini sangat tidak direkomendasikan.