Keputusan memiliki mobil listrik tidak saja didasari oleh harga tapi juga oleh fasilitas pendukung, salah satunya adalah stasiun isi ulang atau charging station mobil listrik.

Salah satu fitur yang pasti menarik minat orang untuk membeli mobil listrik adalah pengisian daya listrik-nya dapat dilakukan sendiri di rumah.

Kedengarannya bagus sekali ya…. Tapi, menurut saya ini bukan hal yang bagus; Persoalan isi ulang mobil listrik menjadi sebab orang masih enggan untuk beralih. Bukan soal harga mobil, karena meskipun harga mobil yang mahal, tapi juga diimbangi dengan biaya operasionalnya yang murah, apalagi jika listrik rumah anda menggunakan listrik tenaga surya.

Ada beberapa alasan berikut ini terkait dengan pengecasan yang dapat membuat anda berpikir dua kali untuk memiliki mobil listrik.

Daya listrik yang diperlukan sangat besar

Butuh arus listrik dari 16 ampere sampai 80 ampere, tergantung pada kasitas dari battery.  Pada listrik bertegangan 220Volt, butuh arus yang besar untuk mencas penuh battery selama sekitar 5 jam, arus yang besar berarti daya yang besar pula.

Jika arus listrik yang mengalir selama proses charging adalah 50 A maka daya listrik yang tersedot adalah 50 x 220 = 11000 VA atau kurang lebih 10000 watt selama 5 jam.

Jika dikonversi ke KWH maka total KWh yang terpakai adalah 10000/1000 x 5 = 50 KWh untuk setiap kali charging.

Jika tiap hari mobil dicas maka KWhnya adalah 1500 KWh/bulan

Semakin tinggi daya listrik atau kapasitas battery maka semakin jauh jarak tempuh sebuah mobil listrik

Sebagian besar mobil listrik memiliki daya battery sebesar 5 Km per kWh. Artinya setiap 5 Km yang ditempuh oleh mobil listrik maka tenaga listrik yang dipakai adalah sebesar 1 kWh. Jadi, kalau mau lebih jauh melaju dengan mobil listrik maka pengisian daya kWh=nya harus semakin banyak.

Misalnya, jika ingin menempuh jarak sekitar 500Km maka kita butuh 500 / 5 = 100 kWh battery.

Seperti apa dan berapa tagihan listrik yang mesti kita bayarkan untuk mengecas mobil listrik di rumah?

Kalau dalam sehari rata-rata jarak tempuh kita sejauh 100 Km maka KWh listrik yang kita perlukan untuk mencas battery adalah sebesar 100Km/ 5Km/KWh = 20 KWh.

Jadi perhari listrik rumah kita akan tersedot sebesar 20 kWh, dan sebulan adalah 30 x 20 = 600 kWh.

Karena proses pengecasan butuh arus listrik yang besar, taruhlah sekitar 20 sampai 30 Ampere maka jenis golongan pelanggan PLN pun pasti bukan yang 1300 VA dan bukan juga 2200 VA, pasti masuk golongan pelanggan yang lebih besar dari 6600 VA.

Kalau gol 6600 maka arus maksimumnya adalah 30 ampere.

Nah, karana butuh kWh sebesar 600 maka total biaya yang harus ditanggung adalah sebesar 600 x Tarif Dasar Listrik = 600 x 1500 = 900 ribu, belum termasuk biaya langganan bulanan dan beban listrik lainnya, hitungan ini murni untuk mengecas mobil saja.