Berkat hutan dan tanpa harus kehilangan hutannya, dua kabupaten di propinsi Jambi yaitu kabupaten Sarolangun dan Merangin mendapatkan dana bantuan sebesar 30 juta dolar Australia atau sekitar 265 miliar rupiah. Dua kabupaten ini mendapatkan dana dari Pemerintah Australia melalui program Indonesia-Australia Forest Carbon Partnership (IAFCP), hasil dari kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan Australia. Dana yang diterima nantinya akan dipakai untuk mengolah dan menjaga kelestarian hutan.

Alasan pemilihan Kabupaten Sarolangun dan Merangin adalah karena kualitas hutan di kedua kabupaten tersebut cukup baik. Indikator hutan yang baik, menurut pejabat daerah setempat tergantung pada luas hutan yang dikelola masyarakat, seperti hutan adat, hutan desa, dan hutan tanaman rakyat (HTR). Dan berdasarkan pengamatan dan penelitian maka kedua kabupaten tersebut dinyatakan layak menerima dana tersebut.
Masyarakat yang terlibat secara langsung dalam usaha pelestarian hutan ikut terbantu dengan adanya dana tersebut. Dana yang diterima akan digunakan untuk menjalankan program yang mencakup tiga bidang utama yakni, pengembangan kebijakan dan peningkatan kapasitas, dukungan teknis pemantauan dan perhitungan karbon, dan pengembangan kegiatan demonstrasi. Dan dari dana tersebut baik langsung ataupun tidak secara langsung tentunya berdampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.

Bagaimana dengan daerah lain? Semoga apa yang dialami oleh di dua kabupaten tersebut menjadi pelajaran akan pentingnya hutan. Devisa atau keuntungan dari hutan tidak semata-mata harus dengan merusak hutan. Tanpa harus menebang satu pohon pun kita bisa mendapatkan keuntungan. Ini bukan slogan kosong tapi telah dibuktikan oleh kabupaten Sarolangun dan Merangin, 265 Miliar miliar mereka dapatkan tanpa harus kehilangan harta warisan leluhur mereka.

Sumber: www.antaranews.com