Pertanyaan yang paling sering ditanyakan adalah jumlah IP address untuk kelas A, B dan C. Pertanyaan ini gampang sekali untuk dijawab, yang sulit adalah dari mana asalnya angka-angka tersebut. Perhitungan jumlah IP address yang boleh dipakai sebagai IP host  pada masing-masing kelas dari IP versi 4 tidak lepas dari prinsip dasar sistem pengalamatan IP versi 4 itu sendiri.
Namun sesulit apa pun proses berhitungnya pastilah ada cara mudah dan sederhana untuk dipahami, terutama bagi yang baru mengenal atau terjun ke dunia networking.

Berikut ini adalah fakta-fakta yang mesti diketahui dalam melakukan perhitungan untuk menentukan termasuk dalam kelas  apa IP address tersebut, broadcastnya berapa, serta hal-hal lain terkait dengan IP versi 4.
1.    Total jumlah alamat yang tersedia pada IP Versi 4
Secara teori ada 4294967296 ip address yang tersedia, tapi dalam prakteknya tidak semua ip address terpakai untuk host. Terus dari mana angka 4294967296, angka itu asalnya dari 2^32 ( dua pangkat 32. 32 adalah jumlah bit total dari IP V4.

2.    Dasar Perhitungan
Yang wajib diketahui untuk menghitung IP address adalah konversi bilangan binary menjadi bilangan desimal. Bilangan binary adalah kombinasi dari bilangan desimal 0 dan 1 namun memiliki arti atau makna, serta system yang berbeda dengan bilangan desimal.

3.    Format IP address
IP address menggunakan bilangan binary 0 dan 1 supaya bisa dibaca oleh sistem komputer, bilangan binary yang sama dengan kode digital itu kemudian diubah menjadi bilangan desimal agar mudah dibaca dan familiar bagi manusia. IP V4 terdiri atas 4 bagian atau blok yang masing-masing bloknya terdiri atas 8 bit atau 8 digit bilangan biner. Jadi totalnya adalah 32 digit bil binary. Masing-masing dari 4 blok itu dikenal dengan sebutan oktet.

4.    Kelompok atau class IP
IP versi 4 terdiri atas 5 class. Class A, B, C, D dan E. Perbedaan antara tiap-tiap kelas IP ditentukan oleh octet pertama ( dilihat dari kiri ke kanan). Dari lima kelompok IP address itu cuma 3 kelompok yang boleh dipakai untuk umum, yaitu class A, B dan C. Class D dipakai untuk alamat multicast dan class E untuk penelitian dan pengembangan.
Class A: 0 – 127.XXX.XXX.XXX atau ( 00000000 – 01111111.yyyyyyyy.yyyyyyyy.yyyyyyyy )
Class B:128 – 191. XXX.XXX.XXX atau ( 10000000 – 10111111.yyyyyyyy.yyyyyyyy.yyyyyyyy )
Class C: 192 – 223.XXX.XXX.XXX atau ( 11000000 – 11011111.yyyyyyyy.yyyyyyyy.yyyyyyyy )
Class D: 224 – 239.XXX.XXX.XXX atau ( 11100000 – 11101111.yyyyyyyy.yyyyyyyy.yyyyyyyy )
Class E: 240 – 255.XXX.XXX.XXX atau ( 11110000 – 11111111.yyyyyyyy.yyyyyyyy.yyyyyyyy )

5.    Private dan Public
IP class A, B dan C dikelompokkan menjadi 2 jenis IP yaitu private dan public.
–    IP private Class A diawali dengan angka 10 desimal, 10.xxx.xxx.xxx. Di luar dari format ini, IP tersebut adalah IP public.
–    IP private Class B diawali dengan angka 172 dan berformat seperti ini: 172.16 – 31.xxx.xxx. Di luar dari format ini, IP tersebut adalah IP public.
–    IP private Class B diawali dengan angka 192 dan berformat seperti ini: 192.168.xxx.xxx. Di luar dari format ini, IP tersebut adalah IP public.

6.    Apa Itu Subnet Mask atau address mask
Bagian ini tidak pernah terpisah dari pengalamatan IP versi4, subnet mask merupakan penutup atau selubung dari sebuah IP address, terdiri atas 32 bit, subnet mask atau address mask mengindentifikasi atau menandakan bagian mana yang merupakan network atau subnetwork address dan bagian mana yang menjadi bagian dari host address.