Ketik ipconfig pada command prompt atau CMD dan tekan ENTER, maka akan muncul beberapa informasi antara lain IP Address, Subnet Mask dan Default Gateway.
Ipconfig adalah perintah command prompt yang berfungsi untuk menampilkan informasi terkait informasi yang sangat penting terkait dengan kondisi Network Interface, informasi tersebut antara lain:

a.      Status Network Interface Card atau NIC
Dengan perintah Ipconfig terlihat status koneksi dari semua NIC pada komputer tersebut ke jaringan, apakah terkoneksi atau tidak. Mengetahui status koneksi dari NIC adalah hal yang penting karena sebelum melakukan tindakan perbaikan selanjutnya, jika ternyata komputer atau NIC tidak tersambung ke LAN maka langkah awal yang mesti dilakukan adalah melakukan perbaikan atas masalah tersebut karena langkah selanjutnya baru bisa diputuskan tergantung pada status koneksi dari NIC. Percuma jika kita mengecek dan mengkonfigur IP address jika NIC-nya mengalami kerusakan yang membuat hardware tersebut tidak berfungsi.

b.    IPconfig menampilkan semua alamat sistem network dari komputer
Alamat yang tertera dari hasil perintah IPCONFIG merupakan alamat fisik berupa Mac address dan alamat logis berup-a IP address dari NIC yang tersambung ke jaringan komputer, NIC yang tidak tersambung tidak ditampilkan dan diberi keterangan media disconnected.

Jadi sangatlah jelas dengan perintah ipconfig bisa kita ketahui mana NIC pada komputer kita yang terkoneksi ke jaringan atau tidak.

IP address yang ditampilkan adalah IP address V4 dan IP address V6. IP address versi 6 formatnya mirip dengan Mac Address, namun formasi IP v6 lebih banyak sebanyak 128 bit. Setiap NIC yang tersambung ke jaringan akan ditampilkan konfigurasi IPaddressnya lengkap dengan Subnetmask dan default gateway.

c.    Ipconfig menampilkan nama komputer dan  nama domain di mana komputer tersebut berada atau tergabung.
Nama komputer merupakan nama dari komputer yang melakukan perintah IPCONFIG, nama domain di mana komputer tersebut bergabung, IP address dari DNS server dan wins server beserta urutan primary dan secondary.

d.    Perintah Ipconfig memberikan informasi tentang metode apa yang dipakai dalam mengkonfigur IP address

Seperti kita ketahui bahwa metode konfigurasi IP address bisa dilakukan dengan dua cara yaitu secara Statik atau manual dan secara automatic/dinamis menggunakan protocol DHCP.Jika kita menemukan keterangan  DHCP  Eneble: yes pada hasil perintah IPCONFIG /ALL  berarti konfigurasi IP address pada komputer ini adalah secara atomatis /dinamis menggunakan protocol DHCP dan melalui sebuah DHCP server. Terlihat juga IP address dari server DHCP server.
Selain itu juga terdapat keterangan kapan waktunya DHCP server untuk melakukan refresh lagi terhadap konfigurasi IP address tersebut.

Perintah IPCONFIG selain memberikan informasi terkait dengan kondisi dan status koneksi  juga merupakan alat untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada koneksi ke jaringan komputer.  Beberapa perintah IPCONFIG yang disertai opsi tambahan bisa membantu kita untuk mengatasi masalah tersebut.
Sebelum melakukan troubleshooting pastikan koneksi fisik pada NIC card tidak bermasalah, selanjutnya jalankan perintah-perintah berikut untuk mengatasi masalah yang dihadapi.

1.    IPCONFIG /RELEASE  dan IPCONFIG /RENEW
Pada konfigrasi IP address dengan metode dinamik sering dijumpai status limited connection pada icon NIC yang ditandai dengan tanda seru kuning, untuk memperbaiki konfigurasi ip address bisa dilakukan denga dua perintah ini , Ipconfig /release  dan ipconfig /renew.

Ipconfig /release adalah perintah yang bertujuan untuk melepas atau mereset semua seting-an IP address. Setelah perintah ini dijalankan konfigurasi IP address komputer menjadi kosong, koneksi seperti dinonaktif dan diaktifkan lagi tetapi komputer tidak mendapatkan konfigurasi IP address dari DHCP server.
Menjalankan perintah Ipconfig /release bisa membuat koneksi jadi terputus dan selama tidak dilakukan tindakan apa-apa maka koneksi akan tetap terputus.

Komputer hanya akan mendapatkan kembali konfigurasi IP address jika dilakukan perintah IPconfig /renew.
Perintah IPconfig /renew fungsinya untuk memperbaharui konfigurasi ipaddress pada komputer dan juga mengaktifkan kembali koneksi ke jaringan.

2.    IPCONFIG /ALL
Perintah ipconfig /all berfungsi untuk menampilkan semua status dari NIC, baik itu koneksi kabel maupun koneksi tanpa kabel.

3.    IPCONFIG /FLUSHDNS dan IPCONFIG /REGISTERDNS
Perintah ini dipakai untuk mengatasi masalah resolved DNS pada sisi komputer klien. Komputer-komputer bisanya berkomunikasi dengan menggunakan nama komputer namun ketika ada perubahan pada DNS dari host yang dituju oleh sebuah komputer dan karena masalah tertentu sehingga komputer tersebut masih memiliki data yang belum terupdate sehingga komunikasi dengan menggunakan DNS menjadi gagal atau terganggu.

Biasanya proses registrasi atau update informasi DNS berlangsung cepat namun karena satu dan lain hal proses tersebut menjadi tertunda.  Untuk mempercepat proses update tersebut bisa kita lakukan dengan menjalankan perintah ipconfig /flushdns untuk menghapus daftar DNS yang lama pada komputer yang menjalankan perintah ini.

Langkah berikutnya adalah melakukan update  atau melakukan register ulang pada komputer yang melakukan perubahan atau mendaftar ulang ke DNS server, caranya adalah dengan perintah ipconfig /registerdns.

Fungsi perintah ipconfig /flushdns bertujuan untuk membersihkan semua DNS yang tersimpan oleh komputer  yang menjalankan perintah ini.
Fungsi perintah ipconfig /registerdns untuk melakukan registrasi ulang ke DNS server sehingga proses pendaftaran pada DNS server menjadi lebih cepat.

Secara umum fungsi Ipconfig itu sangat-sangat berguna terutama dalam mendeteksi dan mengatasi problem jaringan.

Perintah IPCONFIG merupakan perintah yang mudah dijalankan oleh siapapun, baik itu tenaga IT profesional maupun para user atau pengguna biasa.

Mudah dijalankan oleh user biasa.

Bagi pengguna biasa, fungsi perintah ipconfig yang paling dirasakan manfaatnya adalah perintah ipconfig /flushdns, perintah ini akan mempercepat proses refreshing kembali memori komputer kita yang terkait dengan sistem DNS atau penamaan pada domain.

Contohnya jika sebuah halaman website mengalami update atau perubahan, akan tetapi pada browser kita masih tidak terlihat perubahan maka dengan peritah ipconfig maka proses refreshing, di mana ingatan yang lama akan dibersihkan sehingga memori komputer kita akan mengecek kembali seperti apa kondisi terkini pada website asalnya.

Jika kita tidak melakukan perintah ipconfig/ flushdns, maka proses tersebut akan memakan waktu yang lama.

Tidak percaya? silahkan coba sendiri.

Perintah Ipconfig/flushdns pada OS non Windows ( Klik di sini untuk cek panduan lengkapnya)

Pada operating sistem selain windows, terdapat juga cara merefresh DNS sama seperti fungsi ipconfig /flushdns, namun syntax atau perintahnya berbeda dengan pada System operasi Windows tapi fungsinya sama.

Untuk menjalankan atau melakukan refreshing atau penyegaran DNS komputer kita yang berjalan dengan sistem operasi Non Windows silahkan melihat panduan cara flush DNS hostinger.co.id pada link ini. 

Panduan cara flushDNS  pada hostinger.co.id ini cukup rekomen mengingat hostinger.co.id adalah salah satu penyedia hosting yang cukup berpengalaman dalam menghadapi persoalan DNS, dan dalam artikelnya terdapat panduan lengkap untuk melakukan flush DNS atau me-refreshing DNS pada komputer dengan sistem operasi Windows, Linux serta semua type dari System operasi Mac OS.

Semoga berguna.