Jika anda adalah orang tua, pelajar atau mahasiswa, guru serta masyarakat umum yang terusik kenyamanannya akibat tindak kekerasan para pemuda pelajar itu maka tidak ada salahnya anda mengetahui beberapa fakta tentang tawuran pelajar atau mahasiswa yang sering terjadi.

Alasan utama penyebab terjadinya tawuran biasanya karena masalah yang sepele. Mulai dari salah paham, sentimen antar sekolah sampai solidaritas pertemanan. Pada intinya hanya segelintir pelajar yang terlibat secara langsung dengan pokok persoalan namun jumlah yang terlibat tawuran sangatlah banyak.

Berdasarkan penelitian dan survey diketahui bahwa ketelibatan pelajar dalam jumlah yang banyak, lebih disebabkan oleh faktor solidaritas. Sebagian besar pelajar menyatakan bahwa ikut tawuran hanya kerena takut dikucilkan, karena dendam, takut dianiaya, dengan tawuran mereka bisa bersenang-senang dan berharap untuk menjadi pemimpin kelompok. Dua alasan terakhir ini sepertinya dipicu oleh tontonan kekerasan yang mereka dapatkan dari tanyangan TV, film dan juga Game.

Gejala akan adanya tawuran biasanya dimulai dengan adanya kerumunan pelajar dalam jumlah besar. Kerumunan tersebut segera berubah menjadi tawuran ketika bertemu dengan kerumunan pelajar dari sekolah lain. Sebaiknya segera melaporkan kepada petugas keamanan atau segera menghindar dari lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Senjata yang digunakan bervariasi mulai dari batu, ikat pinggang berkepala gear roda, senjata tajam bahkan ada yang menggunakan larutan kimia berbahaya seperti air keras. Jangan terkecoh dengan seragam pelajar yang dikenakan mereka. Dari razia yang lakukan oleh petugas, didapati berbagai jenis senjata tajam yang diseludupkan dengan cara yang hampir tidak diketahui. Senjata seperti pedang samurai disamarkan dalam sebuah payung agar tidak diketahui. Ikat pinggang biasa bisa berubah jadi senjata mematikan. Jelas terlihat ide dan pola pikir tersebut biasanya diperoleh dari tayangan film-film bertemakan kekerasan seperti aksi mafia dan kejahatan.

Korban yang tewas dalam aksi tawuran menunjukkan tidak segan-segannya para pelajar tersebut untuk menghabisi nyawa sesama pelajar hanya kerena alasan sepele. Menurut pengakuan para pelaku tawuran yang tertangkap alasan utama mereka sampai membunuh adalah balas dendam karena sebelumnya sempat terluka dalam tawuran. Meski korbannya bukanlah orang yang terkait langsung dengan peristiwa yang dialami si pelaku pada aksi tawuran yang menyebabkan ia terluka.

Dampak tawuran sangat tidak sebanding dengan alasan tawuran itu sendiri. Mulai dari kerugian harta benda akibat rusaknya properti, merosotnya citra lembaga pendidikan, ketidaknyamanan pengguna jalan sampai jatuhnya korban jiwa. Dan yang paling penting adalah budaya kekerasan akan tertanam dan terbawa dalam pola pikir para pelajar.

Sudah banyak usul dan saran diberikan untuk mengurangi atau menghilangkan tawuran pelajar namun tetap saja masih terjadi bahkan sampai ke tingkat perguruan tinggi. Dengan memahami fakta-fakta seperti penyebab utama tawuran, bagaimana tawuran itu bermula, bagaimana dan dari mana pelajar mendapatkan ide atau pemikiran tentang tindak kekerasan dan dampak buruk berupa besarnya kerugian materi serta tertanamnya budaya kekerasan, mudah-mudahan mampu menyadarkan semua pihak mulai dari pelajar itu sendiri sampai masyarakat umum bahwa betapa buruknya aksi tawuran itu.