Perangkat komputer seperti modem, wifi  Access Point router dan komponen komputer lainnya memiliki perbandingan harga beli dan harga Jual yang cukup jauh berbeda.

Saat beli, harga yang mesti dibayar cukup mahal, namun ketika kita ingin jual kembali maka harga yang ditawarkan calon pembeli sangat rendah,  pura-pura TIDAK butuh tapi tawarnya kelewatan, murah abis.

Trend teknologi informasi yang cepat berubah membuat produk peralatan maupun jasa yang ditawarkan berubah-ubah tidak menentu.

Inilah penyebab utama turunnya harga jual peralatan elektronik perangkat Teknologi Informasi.

Imbasnya adalah perbedaan harga yang cukup besar antara barang baru dan bekas karena  banyaknya perederan barang seken mulai dari modem bekas, AP router bekas, processor bekas, RAM bekas, dipasaran dengan kualitas yang masih bagus.

Misalnya modem 3G, ketika teknologi 4G belum tersebar di Indonesia modem 3G begitu populer dan banyak dipakai.Hati-hati Membeli Perangkat Komputer Berikut Ini

Kira-kira dua sampai tiga tahun kemudian, lahir modem 4G di Indonesia; Dalam waktu 6 bulan sejak munculnya 4G maka sudah banyak modem 3G yang mulai menganggur, tidak lagi digunakan .

Bisa dibayangkan dalam waktu bersamaan banyak penjual modem 3G bekas bermunculan, dan tanpa diimbangi pembeli atau permintaan yang banyak maka harga modem pasti jauh merosot dibanding saat pertama kali beli.

Sama juga dengan wifi AP router, dalam waktu beberapa tahun saja perubahan dan tambahan fitur dari produk terbaru membuat produk lamanya sudah harus diganti dan dilego.

Agar terhindar dari kerugian akibat penurunan harga yang besar tersebut maka berikut adalah tips yang bisa kita gunakan.

  1. Ketahui trend perkembangan teknologi

Saat ini arah trend teknologi dunia IT tidak sulit untuk ditebak, informasi gambar bergerak atau video merupakan arah yang sedang dituju teknologi IT ke depannya.

Sarana pendukung untuk itu mulai ditawarkan, mulai dari hape berkamera resolusi tinggi, processor berkecepatan tinggi, kapasitas RAM yang besar, modem 4G, Wifi Ap router berkecepatan tinggi, sampai kapasitas media penyimpan seperti memori card yang besar.

Yang terjadi adalah para pelanggan seketika  merasa sepertinya kita perlu mengganti perangkat hape kita, tidak peduli butuh atau tidak.

Dengan mengetahui trend kita bisa berhitung atau mengira-ngira apakah peralatan yang kita beli masih terpakai untuk masa yang lama atau tidak.

Usahakan memilih peralatan yang dapat dipakai lama berdasarkan trend ke depan.

  1. Trend boleh berubah tapi tidak semua trend mesti diikuti.

Saya pernah diceramahi oleh kakak saya tentang teknologi 4G, ia baru saja mendengar berita bahwa presiden Jokowi meresmikan dimulainya jaringan 4G di Indonesia.

Ia berkata sekarang trend-nya adalah video call, jaringan 4G sudah mulai booming, siap-siap update teknologi perangkat dan gadget kalau tidak mau ketinggalan informasi.

Waduuuh, tidak segampang itu mas… Emangnya 4G sudah merata seluruh Indonesia.. Di rumah saya yang cuma berjarak 30 Kilometer dari Istana Negara saja, sinyal 3G XL cuma dua bar apalagi 4Gnya.

Saya lebih senang kalau beritanya adalah pemerintah menurunkan tarif internet kuota 50GB hanya seharga 50Ribu berlaku untuk semua provider…  Ini baru berita.

Jangan cepat tergoda dengan omongan sales penjual modem atau berita teknologi di internet atau di TV.

Website berita biasanya sering lebai membuat judul berita agar menarik calon pembacanya sehingga ramai yang berkunjung.

Jangan mudah terpengaruh dengan trend dari berita-berita yang sifatnya bombastis.

  1. Pastikan apa saja yang benar-benar dibutuhkan

Saya baru saja menjual modem bolt yang saya beli seharga 500 ribu cuma dengan harga 200 ribu.

Waktu itu saya tergoda dengan apa yang ditawarkan oleh bolt, kecepatan yang stabil dan harga yang murah.

Tidak lama berselang harga paket bolt pun mulai mahal, mungkin karena sudah banyak yang pakai,  pilihan paketnya tidak begitu bagus dan kualitas koneksinya pun begitu-begitu saja.

Di tempat saya dari pertama kali beli sampai setahun pakai cuma dapat dua bar.

Beberapa waktu yang lalu saya putuskan tidak berlangganan Indovision, sebulan setelah itu marketing Indovision mulai gencar menanyakan alasan kenapa putus langganan.

Saya katakan kalau produk anda sudah tidak menarik, cuma siaran TV tanpa internet; Ada produk dari competitor anda yang menawarkan internet 10 Mbps dan TV pakai koneksi Fiber optik dengan harga cuma selisih 150 ribu.

Ya jelas saya pilih competitor anda…

Si marketing pun lalu menawarkan produk andalan Indovision yaitu TV dan internet yang kencang dengan harga yang lebih murah…

Saya tanya balik.. emang koneksi anda mau pakai apa.. Internetnya lewat media apa? Dia bilang pakai koneksi 4G numpang atau via provider XL…. Saya cuma jawab dengan halus ya nanti saya pikir2 dulu.

Whaaat….3Gnya XL saja sinyalnya timbul tenggelam apa lagi 4Gnya. Go To Hell

Inilah yang saya maksud bahwa keinginan saya jelas yaitu koneksi internet yang kencang dan stabil, bukan teknologi terkini.

  1. Baca spesifikasi dan ulasan produk secara detail.

Saya sering mendapatkan keluhan atau curhatan dari pembaca norisanto.com bahwa mereka salah membeli produk wifi dan tidak bisa diuangkan kembali.

Misalnya ada seorang pengunjung yang bertanya bagaimana agar wifi ap yang cuma bisa bekerja pada freq 5 GHz dapat dipakai untuk melayani wifi klien yang menggunakan freq 2.4 GHz.

Tentunya tidak bisa digunakan dan pastinya tidak ada cara lain selain mengganti  perangkat hardware atau menambahkan converter sinyal untuk mengubah wifi 5 GHz menjadi 2.4 GHz.

Saya rasa kesalahan waktu beli ada di sisi pembeli karena tidak secara teliti mempelajari produk yang dibeli sehingga barang yang dibeli jadi tidak efisien.

Masalahnya adalah saat ini jarang sekali ada wifi klien yang sudah menggunakan freq 5GHz, hampIr semua wifi klien mulai dari hape, tablet dan komputer PC desktop dan laptop masih berjalan dengan freq 5GHZ.

Saat beli kita cuma melihat kelebihan dan fitur yang ditawarkan tapi lupa untuk mengecek hal-hal yang prinsip.

  1. Cek kondisi sarana pendukung di sekitar tempat tinggal atau lokasi kita sering menggunakan peralatan tersebut.

Saat beli modem sebaiknya dicek dulu apakah sinyal provider yang kita gunakan tersedia secara maksimal atau tidak.

Jangan mudah percaya oleh kata-kata sales pejual karena informasi dari mereka banyak dan sering meleset, sebaiknya coba pinjam modem dari teman untuk mengecek sinyal secara pasti.

Begitulah kira-kira mengapa kita harus berhati-hati dan penuh pertimbangan saat membeli peralatan seperti modem dan peralatan wifi.

Pesan saya adalah yakinkan diri anda bahwa alat yang anda beli sudah tidak terpakai lagi dan sebaiknya segera dijual agar nilainya tidak turun lebih jauh.