Sinar laser memang tidak berbahaya untuk mata manusia tapi jika terkena kamera bisa merusak sensor.

Hal ini terungkap pada acara kumpul-kumpul konsumen teknologi di Las Vegas, di mana seorang pria mengaku bahwa kamera Sony seharga 2 ribu US dolar miliknya mengalami kerusakan pada sensor yang disebabkan oleh sinar laser.

Jit Ray Chowdhury, seorang insinyur yang bekerja di startup Ridecell, mengambil foto sebuah mobil LIDAR (Light Detection and Ranging) milik perusahaan startup AEye.

Mobil LIDAR itu adalah mobil yang bisa jalan sendiri tanpa supir, mobil menggunakan sensor LIDAR sebagai pengatur dan penentu arah.

Sinar laser dipakai sebagai sensor untuk menentukan data-data yang diperlukan oleh sensor LIDAR.

Jit Ray Chowdhury menemukan bahwa setiap gambar yang dia ambil dan terkena sinar laser menghasilkan dua bintik ungu cerah, dengan garis-garis horizontal dan vertikal.

Kata Jit Ray Chowdhury : “Saya perhatikan bahwa semua foto yang saya ambil memiliki titik itu,” “Aku menutupi kamera dengan penutup lensa dan ada bintik-bintik di sana – laser membuat sensor kamera menjadi terbakar.”

CEO AEye, Luis Dussan, mengkonfirmasi ke Ars Technica via email bahwa Lidar AEye tidak membahayakan mata manusia. Tapi dia tidak menyangkal bahwa sinar laser yang dipakai oleh sensor LIDAR AEye dapat menyebabkan kerusakan pada sensor kamera.

Menurur Dussan : ” Sensor kamera 1000x lebih sensitif terhadap laser daripada bola mata manusia. Kadang-kadang, ini dapat menyebabkan kerusakan termal pada fokus kamera.”

Chowdhury mengatakan bahwa AEye telah menawarkan untuk membelikannya kamera baru.

Jadi untuk menjaga kamera anda awet maka segera hindari terkena sinar laser.

Video berikut ini menunjukan bagaimana efek sinar laser yang buruk terhadap kemera, perhatikan baik-baik.