Agar dapat menyelesaikan soal Matematika dalam bentuk cerita maka yang penting untuk dilakukan adalah

1. Baca soal tersebut dengan seksama dan tidak terburu-buru, ingat, soal tersebut mesti dibaca dengan seksama, bukan di-scan.

Anda tahu bedanya membaca secara teliti dengan membaca secara men-scan? Kalau membaca teliti itu melihat dengan mata dan menyebutkan apa yang tertulis dengan mulut kita atau di dalam hati sambil mencoba menganalisa apa yang dibaca.

Kalau men-scan itu, mata kita bergerak dari sebelah kiri tulisan atau soal, menuju ke samping kanan kemudian berpindah ke baris berikut dibawahnya, kemudian bergerak lagi ke kanan dan kembali mengulang gerakan sebelumnya, sampai selesai.

Jadi kalau membaca soal matematika dengan metode scan maka kita tidak akan paham apa saja element penting dari soal tersebut.

2. Elemen atau bagian-bagian penting dari sebuah soal cerita

Elemen atau hal-hal penting dalam soal cerita adalah:
a. Apa saja nilai-nilai atau angka yang diberikan
b. Cek apakah dalam alur cerita yang diberikan tersebut adakah perubahan atau kondisi yang berbeda pada awal, pertengahan dan akhir cerita
c. Ambil kesimpulan tentang apa yang ditanyakan dalam soal tersebut
d. Tentukan operasi matematika yang diperlukan, caranya dengan menganalisa alur dari cerita tersebut

3. Ubah Soal Cerita menjadi kalimat matematika

Jika dalam soal terdapat alur cerita yang mengatakan bahwa
a. Cek kata kerja yang terdapat pada cerita tersebut, misal membagikan, mendapatkan dan lainnya
b. Pertanyaan dari soal cerita biasanya ditandai dengan kata-kata seperti berapa jumlah, berapa lama, berapa persen dan sebaginya
c. Tuliskan kalimat matematika dengan parameter berupa nama-nama dalam cerita, jangan langsung menuliskan dalam bentuk bilangan.
d. Ganti parameter atau nama-nama dalam cerita dengan nilai yang diketahui, dan kerjakan dengan teliti
e. Jika sudah temukan hasilnya buatlah sebuah kesimpulan akhir berupa sebuah kalimat yang menyatakan jawaban dari soal tersebut dengan disertai satuan.

Contoh soal

Seorang petani menabur benih padi, pada hari pertama sebanyak 2300 butir, pada hari kedua sebanyak 3500 butir, pada hari ketiga sebanyak 4200 butir.
Setelah dua minggu, ternyata benih yang tumbuh menjadi bibit sebanyak 9250 butir, berapa banyak jumlah benih yang tidak tumbuh menjadi bibit?

Penyelesaian:

Nilai-nilai yang diketahui:

  • Jumlah benih yang ditabur pada hari pertama = 2300
  • Jumlah benih yang ditabur pada hari kedua = 3500
  • Jumlah benih yang ditabur pada hari ketiga = 4200
  • Jumlah benih yang tumbuh jadi bibit = 9250

Yang ditanyakan:
Berapa jumlah benih yang tidak tumbuh jadi bibit?

Kalimat matematika:

Jumlah benih yang tidak tumbuh jadi bibit = ( Jumlah benih yang ditabur pada hari pertama + Jumlah benih yang ditabur pada hari kedua + Jumlah benih yang ditabur pada hari ketiga ) – Jumlah benih yang tumbuh jadi bibit

Ganti dengan angka, menjadi = ( 2300 + 3500 + 4200) – 9250
= 10000 – 9250
Jumlah benih yang tidak tumbuh jadi bibit= 750

Jadi jumlah benih yang tidak tumbuh jadi bibit adalah sebanyak 750 butir benih ( butir benih adalah satuan yang ada dalam soal ini )

Semoga berguna.