Masalah IP address memang tidak ada habis-habisnya, penyebab utamanya adalah kesalahan dalam mengatur IP address pada komputer atau perangkat jaringan lainnya. Intinya adalah human error dan efeknya mulai dari konflik IP, limited connection sampai ganguan koneksi yang serius.
Sering dalam keseharian, di kantor dan di rumah banyak kejadian aneh yang kita alami terkait koneksi komputer dalam jaringan LAN. Berikut ini adalah beberapa fakta dan sedikit solusi praktis untuk memastikan problem yang kita alami tidak terjadi lagi.

1.    Konflik IP
Pemicu kejadian sampai terjadi bentrok IP address adalah karena kesalahan dari admin atau keteledoran dari si user. Beberapa user yang mengetahui cara me-setting IP secara manual tidak menyadari bahwa IP address pada jaringan LAN menggunakan metode dynamic IP address dengan menggunakan DHCP.  DHCP server biasanya memberikan IP address ke kliennya dalam sebuah range IP. Nah, si user tidak sadar akan hal tersebut dan me-setting IP address pada komputernya dengan IP address yang ada dalam range DHCP. Hal pasti akan menyebabkan IP konflik. Tugas admin jaringan adalah melakukan sosialisasi dan mengatur agar user account dari klien tidak berwenang untuk melakukan penggantian IP secara manual.

2.    Range dari DHCP
Dalam range IP pada DHCP sistem beberapa IP tidak boleh dimasukkan dalam daftar IP yang akan diberikan ke klien-klien. IP address yang tidak diperbolehkan adalah IP address dari default gateway, Network ID dan broadcast ID.

3.    Limited Connection
Ketika terjadi penambahan komputer klien pastikan range IP yang diberikan oleh DHCP server mencukupi untuk ketersedian. Salah satu penyebab limited connection adalah karena habisnya alokasi IP address dari DHCP server.

4.    Faktor Subnetwork
Sering terjadi kesalahan karena kurangnya pemahaman tentang IP address terutama pada sebuah segment network yang terbagi dengan metode subnetting. Jika dalam sebuah segment network terdapat Network ID 10.20.30.0 subnet mask 255.255.255.128 maka range IP untuk host yang masuk dalam segment ini adalah 10.20.30.1 sampai 10.20.30.126. IP 10.20.30.0 adalah network ID dan 10.20.30.127 adalah broadcast ID.
Kesalahan yang sering terjadi adalah memberikan IP address di luar dari segment tersebut. Misalnya IP 10.20.30.150 dengan subnetmask 255.255.255.128. Meski subnetmask-nya sama namun IP 10.20.30.150 bukanlah bagian dari subnetwork 10.20.30.0, IP ini memiliki network ID 10.20.30.128. Dan pastinya IP 10.20.30.150 tidak akan bisa konek dengan IP address pada segment 10.20.30.0.

Meski terdengar sederhana namun menurut pengalaman saya fakta-fakta di atas amat sangat mengganggu dan cukup menyita waktu dalam melakukan troubleshooting. Pastikan bahwa user atau pengguna tidak seenaknya mengganti IP address pada komputer mereka.