Adalah penting bagi seorang IT support untuk paham akan dunia listrik (dasar saja sudah cukup bagus) karena listrik adalah sumber kehidupan bagi komputer.
Kata kunci “sumber kehidupan” jelas memberikan gambaran bagaimana vitalnya arti listrik dalam dunia IT. Sedikit gambaran bahwa hukum utama Ilmu listrik adalah Tegangan merupakan hasil perkalian dari Arus listrik dengan Tahanan atau V = I . R ;

Ok baik; sepertinya semua setuju dengan yang ini tapi terus terang dalam tulisan ini saya tidak membahas secara detail tentang dunia Elektro, tapi lebih terfokus seberapa penting pengetahuan dasar kelistrikan bagi urusan urusan suport mensuport dunia IT.

Kejadian atau momen besar maupun kecil yang dialami selama menjadi IT support memberikan banyak pelajaran berharga akan pentingnya pengetahuan akan listrik. Kisah-kisah singkat berikut ini sekiranya akan memberikan anda sedikit gambaran bagaimana ilmu listrik memberikan banyak manfaat dalam karir seorang IT Support.

Setelah melewati masa training selama sebulan, kini tiba giliran untuk pembuktian menjadi seorang engineer. Dengan ditemani 2 orang teknisi, satu teknisi baru; baru sebulan kerja, satu teknisi lagi sudah sangat berpengalaman namun orangnya rendah hati; sangat menghargai orang baru. Bertiga kami ditugaskan untuk memasang CCTV outdoor (IP based) disebuah gedung perkantoran milik instansi pemerintah. Pekerjaannya tidak bergitu sulit namun faktor non teknisnya begitu menantang.

Kami bertiga diperkenalkan kepada seorang teknisi gedung yang biasanya mengurusi segala urusan teknis termasuk listrik. Si bapak tersebut kemudian membawa kami ke lantai atas, tepatnya di top roof. Beliau menunjukkan lokasi nanti CCTV dan juga wireless akan dipasang, letak jalur kabel posisi sumber listrik (MCB) dan sebagainnya. Setelah itu beliau pamitan dan mengatakan akan kembali lagi. Ia berpesan agar kami menggunakan MCB sendiri tidak digabung dengan peralatan lainnya. Setelah menunggu cukup lama, tidak ada tanda-tanda ia akan kembali. Terpaksa kami menarik dan memasang kebel data sendiri, kemudian yang paling sulit adalah memasang sumber listrik secara permanen.

Si bapak teknisi gedung itu mengingatkan agar kami harus menggunakan MCB sendiri.
Arti pesan ini cukup jelas;
Pertama. Jika anda pakai MCB gabungan dengan lainnya maka siap-siap saja untuk kembali besok karena akan saya putus.
Kedua. Kalau ada perbaikan atau hubungan arus pendek pada peralatan lain maka peralatan kita ikut terkena dampaknya.

Oke, saya sendiri paham hal itu, namun yang jadi masalah kemana perginya si bapak teknisi itu. Semua peralatan di gedung ini di bawah pengawasannya, dia yang lebih tahu, mana sumber listrik 1 fasa, mana listrik 220 volt dan sebagainya.

Tekanan kerja meningkat ketika si bos menelpon dari kantor dan menanyakan perkembangan pekerjaan kami. No problem, sir.

Hari semakin sore, sepertinya si bapak itu sudah pulang atau entah ke mana. Akhirnya saya putuskan untuk memasang sendiri MCB. Meski sedikit grogi saya beranikan diri, langkah pertama adalah mencari sumber listrik 1 fasa, memastikan tegangan listriknya kurang lebih 220 Volt, memastikan mana kabel yang menjadi kabel fasa dan mana kabel netral. Selanjutnya kabel disambungkan ke MCB dan akhirnya selesai. Semua kami lakukan dalam keadaan kabel dialiri listrik.

Setelah itu kami lanjutkan pekerjaan sampai semuanya beres. Ketika kami tinggalkan gedung tersebut sekitar pukul 7 malam si bapak tersebut tetap tidak kelihatan. Sesaat sebelum meninggalkan gedung saya sempatkan untuk bertanya pada satpam, kemana gerangan si bapak. Kata pak satpam“ Oh si bapak biasanya jam 2 siang sudah pulang “ Apaaaa?? Buseet.

Apa jadinya kalau mesti tunggu si bapak itu? Apa jadinya kalau kami tidak bisa memasang MCB sendiri?
Tak tahulah.

Yang pasti, pengetahuan dan keahlian lain yang kita punyai terutama dalam bidang kelistrikan bisa membuat segalanya jadi mudah dan cepat sehingga pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam sehari tidak tertunda sampai berhari-hari.