Saat membuat jus kita tidak boleh asal campur buah atau sayur karena hal tersebut dapat membuat jus buatan kita menjadi berakibat tidak baik bagi kesehatan.

Mengabungkan Sayur-sayuran

Pada saat membuat jus dengan campuran lebih dari satu jenis sayuran maka yang perlu dipertimbangkan adalah jenis sayuran mana yang boleh dan tidak boleh dijus bersama-sama.

Pada dasarnya semua sayuran dapat dikonsumsi secara bersama-sama, termasuk saat kita men-jusnya tetapi agar proses pencernaan menjadi optimal, maka sebaiknya tidak mencampur sayuran yang mengandung protein dan tepung karbohidrat secara bersamaan.

Protein akan sangat baik jika tidak dicampur dengan sayuran yang tidak mengandung zat tepung atau karbohidrat.

Sayuran tanpa kandungan tepung adalah bit hijau, bok choy, brokoli, kubis brussel, kubis, seledri, lobak, sawi, mentimun, dandelion, endive, escarole, adas, bawang putih, kale, kolrabi, selada, peterseli, lobak, bayam, kecambah, kuning labu, paprika manis, swill chard, watercress, dan zucchini.
Sedangkan sayuran yang sedikit bertepung termasuk bit, wortel, ubi jalar, dan kacang polong.

Menggabungkan Buah-buahan

Pada dasarnya semua buah-buahan dapat dikonsumsi secara bersama-sama.
Satu pengecualian adalah melon, karena melon terlalu cepat dicerna.
Semua melon bisa dimakan bersama satu jam sebelum atau satu jam setelah mengonsumsi makanan lain.
Dengan kata lain, sebaiknya melon dikonsumsi sendiri tanpa sayuran atau buah lain.

Pengecualian saat menggabungkan buah-buahan asam, termasuk jeruk, jeruk bali, jeruk keprok, atau nanas, dengan buah-buahan seperti kurma, kismis, ara, plum, pisang, pepaya, dan anggur.
Kombinasi ini dapat menyebabkan fermentasi dan pembentukan gas.

Buah-buahan, termasuk aprikot, apel, blackberry, ceri, anggur, kiwi, mangga, persik, plum, dan pir dapat dikombinasikan dengan buah-buahan asam serta buah-buahan manis seperti kurma, kismis, buah ara, prune, pisang, pepaya, dan anggur .