Saya masih ingat ketika SD sampai SMP kelas 1, setiap tahunnya di sekolah selalu ada praktek masak memasak yang dilakukan oleh para siswa. Para siswa dibagi secara berkelompok untuk memasak beberapa menu makanan dan kemudian disajikan untuk dinilai oleh para guru.kegiatan-masak-memasak-itu-sangat-bermanfaat-untuk-anak-anak

Sebagai anak laki-laki, tidak banyak yang saya lakukan ketika itu, kegiatan anak laki-laki lebih banyak hanya membantu anak wanita memasak. Tugas kami hanya menyiapkan segala macam perlengkapan dan bahan untuk memasak.

Kami selalu siaga dekat mereka jika diperlukan untuk melakukan kegiatan yang menuntut urusan fisik seperti memarut kelapa dengan cepat, mengangkat panci berisi air panas, memotong ayam dan sebagainya. Proses memasak sendiri dilakukan oleh para wanita.

Pengalaman masak memasak waktu di sekolah dulu tidak jelek juga, malah cukup memberikan pelajaran bahwa memasak itu tidak mudah dan butuh kerja keras dan konsisten.

Saat ini, rasanya tidak ada lagi pelajaran atau praktek masak memasak di sekolah-sekolah. Mungkin memasak dianggap bukan urusan anak, itu urusan orang tua. Saat ini lebih praktis membeli makanan daripada mengolah sendiri.

Tapi menurut saya kegiatan masak memasak itu banyak manfaat dan nilai positifnya bagi anak.

1. Memberikan pelajaran kepada anak bahwa memasak itu tidak mudah, melelahkan dan juga harus sabar.

Dengan kegiatan memasak, anak akan diajari bahwa menyiapkan makanan itu sulit dan oleh karena itu mereka akan lebih menghargai makanan.

2. Memberikan pelajaran kepada anak asal usul atau proses pengolahan bahan makanan sampai jadi siap disantap

Dengan memasak anak akan tahu dari mana asalnya nasi itu, dari mana datangnya aroma masakan.

3. Kegiatan masak memasak dapat dijadikan sebagai ajang untuk mengimplementasikan keahlian berhitung dan analisa.

Saat memasak anak-anak bisa mempraktekkan pelajaran hitung-hitungan matematik yang mereka pelajari di sekolah dengan mengkalkulasi bahan-bahan untuk memasak.

Misalnya bahan makanan pada resep hanya untuk 2 orang, bagaimana mereka mengkalkulasi bahan tersebut agar dapat membuat sajian untuk 5 orang.

4. Belajar membuat rencana, melakukan persiapan dan mengatur waktu untuk memasak

Proses memasak itu biasanya dilakukan dengan memilih masakan apa yang mau dimasak, melakukan persiapan resep, bahan makanan, alat untuk mengolah bahan, alat untuk memasak dan perlengkapan untuk menyajikan.

Memasak itu ibaratnya seperti mengerjakan sebuah proyek, ada rencana, persiapan, eksekusi dan penyelesaian akhir. Dengan melakukan kegiatan masak memasak maka anak-anak seolah belajar melakukan project manajemen atau melakukan sebuah kegiatan secara sistematis.

5. Belajarlah untuk membedakan makanan dengan menggunakan ke 5 panca indra

Makanan dapat dibedakan dengan cara dikecap, dicium aromanya, dilihat penampilannya, didengar saat proses masak dan disentuh teksturnya.

Nah saat masak memasak anak-anak akan belajar menggunakan ke 5 indra mereka untuk membedakan masakan, caranya adalah sebagai berikut:

a. Melalui sentuhan
Dengan menyentuh makanan, anak-anak belajar untuk merasakan tekstur makanan, misalnya untuk mengetahui seperti apa tekstur dari daging, aneka tepung, berbagai jenis sayuran, tekstur dari macam-macam kue, terlalu lembut, terlalu lembab, terlalu kering dan sebagainya.

b. Mencium aroma bau makanan
Dengan penciuman anak-anak diajari untuk mengetahui seperti apa aroma makanan yang diberi bumbu seperti rempah-rempah dan bumbu lainnya.

c. Dengan melihat
Dengan melihat maka anak akan belajar untuk membedakan dan mengidentifikasi makanan melalui warna, misalnya, membedakan pepaya matang dan mentah, melihat apakah adonan kue sudah berubah warna atau belum.

d. Dengan mencicipi rasa makanan
Ini adalah bagian yang seru, mencicipi sebuah makanan maka anak akan belajar tentang selera atau rasa yang bermacam-macam, seperti manis, asam asin, pedas dan tawar dan sebagainnya.

e. Mendengar
Memasak membuat anak-anak mendengarkan seperti apa bunyi ikan yang sudah matang, bunyi suara saat menumis, menggoreng dan sebagainya.

6. Memasak bersama anak-anak dapat meningkatkan hubungan dengan orang tua

Orang tua yang memasak bersama anak-anak mereka tentunya mendapatkan banyak kesempatan untuk berdialog dan berdiskusi tentang apa saja dengan anak-anak mereka.

Situasi ini tentunya sangat berguna untuk meningkatkan hubungan yang baik antara anak dan orang tua.

7. Belajar untuk membaca dan mengikuti petunjuk

Memasak dengan mengikuti sebuah petunjuk resep membuat anak-anak belajar bagaimana mengikuti sebuah petunjuk, satu demi satu.

Mengikuti petunjuk dan akan membuat anak tetap fokus, ini sangat penting bagi disiplin dan perkembangan anak.

8. Meningkatkan kemampuan mendeskripsikan sesuatu

Anak-anak belajar untuk mendeskripsikan bagaimana gambaran tentang makanan, misalnya renyah, pedas, asin, kental, basah, lembek, kenyal dan lebih.

Anak-anak dapat secara terbuka menjelaskan apa yang mereka rasakan, yang membantu pemahaman mereka tentang dunia ini.

9. Kreativitas

Memasak adalah latihan untuk meningkatkan kreatifitas anak. Dengan memasak, anak-anak akan didorong untuk mengembangkan kreativitas dan inspirasi mereka.

10. Memasak membantu anak meningkatkan kemampuan motorik

Anak-anak akan belajar bagaimana menggunakan peralatan sepeti panci dan wajan, pisau dan peralatan dapur lainnya. Ini membantu meningkatkan kemampuan motorik mereka.

11. Belajar kerja sama tim

Memasak bersama dengan orang tua akan mengajari anak untuk berbagi tugas bersama, memahami ketergantungan terhadap anggota tim dan memberikan kesadaran akan pentingnya berkomunikasi dan bekerja sama.

12. Meningkatkan rasa percaya diri

Memiliki sebuah keahlian lebih, akan meningkatkan rasa percaya diri seseorang, demikian juga pada anak-anak yang bisa memasak atau setidaknya pernah mencoba untuk memasak makanan mereka sendiri, hal ini membuat mereka lebih percaya diri dibandingkan dengan anak-anak yang sama sekali tidak pernah mencoba.

Semoga berguna.