Menggunakan hape pintar atau smartphone haruslah disertai dengan disiplin diri yang tinggi, tidak di segala tempat dan setiap waktu kita harus selalu menggenggam hape tersebut.

Tanpa disiplin dan mawas diri dan kesadaran terhadap lingkungan sekitar maka kejadian buruk dan fatal bisa saja menimpa anda, di manapun dan kapanpun. Akibat Fatal Karena Terlena Kecanduan Hape Smartphone

Jangan pernah menggantungkan nasib pada smartphone anda miliki kesadaran dan control atas smartphone anda bukan sebaliknya.

Pernyataan di atas saya buat karena membaca sebuah tulisan di kompas.com beberapa waktu lalu.

Terlepas dari seperti apa faktanya menurut saya apa yang terjadi dalam berita itu begitu tragis, konyol, bodoh, dan sangat memilukan.

Kejadiannya bermula ketika seorang wanita berusia 25 tahun bersama 2 orang anak, usia 7 dan 8 tahun, kedua anak itu adalah adik dan keponakan wanita itu.

Meraka berada di sebuah kolam renang hotel di mana sang kakak bertugas untuk mengawasi kedua anak itu berenang.

Sambil mengawasi sang kakak mengisi waktu dengan smarhphone-nya sampai lupa pada adik dan keponakan-nya itu.

Sang kakak sama sekali tidak sadar dengan apa yang dilakukan oleh kedua anak itu sampai salah satu petugas hotel memberitahukan kejadian yang menimpa kedua bocah itu.

Ternyata kedua anak itu sudah mengapung di atas air pada kolam yang berkedalaman 2 meter. Pertolongan pun segera diberikan namun sayang nyawa kedua bocah itu tidak tertolong.

Inilah peringatan kepada siapapun bahwa menggunakan smartphone itu harus kenal waktu dan tidak di sembarangan tempat, plus  butuh tingkat mawas diri  yang tinggi akan keselamatan terutama di tempat-tempat yang rawan seperti di atas.

Saya sering menjumpai orang yang menggunakan hape tanpa peduli dengan keselamatan badan nyawanya.

Saya pernah melihat orang mengetik chating aplikasi WA sambil menunggu di pinggir peron Kereta Api, bahkan saat kereta lewatpun orang itu tidak melepaskan pandangannya dari layar hape, padahal jarak anda dirinya dengan kereta yang sedang melaju cuma berkisar 30 sampai 50 cm saja.

Kita bicara fakta saja bahwa sebenarnya apa yang ada dalam smartphone itu bukan sesuatu yang penting, tidak urgent, tidak mesti harus mengambil resiko yang besar, faktanya adalah kita ketagihan dan kecanduan dengan isinya.

Yaa, kita ketagihan dan kecanduan, itu faktanya karena dari sekian momen penting yang harus di respon secara serius melalui smartphone kita terjadinya sekali-sekali saja, tidak pernah tiap hari dan tiap jam.

Saya pernah juga melihat ketika seorang karyawan kantor sedang asiknya memandangi layar hape di depan pintu kantornya lalu kemudian muncul temannya dengan membawa empat buah tas laptop, dua di kiri dan dua di kanan. 

Ketika sampai depan pintu temannya tidak bisa buka pintu karena harus terlebih dahulu  menempelkan kartu akses, si karyawan yang sedang asik dengan hapenya sama sekali tidak mengalihkan pandangan dari layar hapenya.

Bahkan sepertinya ia tidak sadar bahwa ada orang yang lewat di depannya, si teman yang butuh bantuan akhirnya harus menaruh terlebih dahulu barang bawaannya dan membuka sendiri pintu masuknya.

Ini satu lagi efek dari kecanduan hape, menurun dan hilangnya sikap tanggap kita terhadap situasi di sekitar kita, mau orang lain sekarat, mau orang lain dalam bahaya kita tidak peduli. Bahkan diri kita sendiri pun kita tidak peduli.

Sudah banyak kejadian yang diberitakan tentang dampak langsung akibat dari pemakaian hape yang tidak pada tempatnya mulai dari yang kejadian lucu sampai yang fatal, sadarlah sebelum kejadian seperti itu menimpa anda.

Sumber: Kompas.com