Banyak orang yang tidak sadar bahwa mendengarkan dengan penuh perhatian dan sabar saat melakukan perbincangan tatap muka adalah sebuah keuntungan.

Banyak yang beranggapan bahwa mendengarkan itu hanya semata tindakan pasif yang tidak butuh banyak usaha; karena tidak butuh banyak usaha maka pastinya tidak banyak manfaatnya. Kenapa Mendengarkan Itu Penting

Mendengarkan dengan baik saat berdialog akan memberikan banyak manfaat yang tidak kita sangka-sangka, antara lain:

      a.       Mendengarkan membantu kita membangun sebuah hubungan

      b.      Mendengarkan membantu kita memecahkan masalah

      c.       Mendengarkan dengan baik membuat kita lebih memahami

      d.      Menjadi pendengar yang baik itu membantu kita menyelesaikan sebuh konflik

      e.      Mendengarkan secara baik mampu meningkatkan tingkat akurasi pemikiran kita

      f.        Di tempat kerja jika kita mendengarkan secara efektif maka kecil peluangnya untuk melakukan kesalahan dan menghemat waktu.

      g.       Dalam rumah jika anggota keluarga saling mendengarkan maka dapat membantu pengembangan pola pikir yang sehat, anak-anak menjadi lebih mandiri dan lebih mampu untuk memecahkan masalah mereka sendiri.

      h.      Mendengarkan dapat membangun persahabatan dan karier yang bagus.

      i.         Suami istri yang saling mendengarkan pendapat dapat membuat awet pernikahan

      j.        Menjadi pendengar yang baik dapat melatih kesabaran kita.

Tidak semua orang mampu menjadi pendengar yang baik, karena dalam anggapan mereka, menjadi pendengar yang baik itu membosankan, seolah-olah pendengar itu martabat-nya lebih rendah dari orang yang berbicara, jadi pendengar membuat orang terlihat bodoh karena bisanya Cuma mendengarkan.

Namun anda mesti tahu bahwa menjadi pendengar yang baik itu susah dijalankan, susah dipraktekan, butuh usaha lebih dan ternyata banyak untungnya.

Cobalah beberapa cara berikut ini untuk membuat anda menjadi seorang pendengar yang baik, cobalah untuk terus berlatih dan praktekan sehari-hari, setelah beberapa hari coba bandingkan dengan situasi sebelum anda berlatih cara-cara tersebut.

      1.       Usahakan untuk menatap muka lawan bicara dan tetaplah menjaga kontak mata

Menatap muka pembicara akan membuat kita lebih berkonsentrasi dalam menangkap apa yang disampaikan oleh sang pembicara.

Perhatian dan konsentrasi kita akan terbagi dan terpecah jika pandangan mata kita tertuju ke objek lain.

Kontak mata dengan lawan bicara biasanya tidak selalu bisa diterapkan, ada beberapa kebudayaan di daerah-daerah di Indonesia yang menganggap bahwa kontak mata dengan lawan bicara sebagai hal yang tidak sopan.

Usahakan sebisa mungkin kita menatap muka lawan bicara kita.

      2.       Tetap perhatikan dan santai

Saat melakukan kontak mata dengan pembicara tidak perlu dengan gaya yang serius atau dengan tatapan yang lekat, lakukan dengan santai.

Dengan memperhatikan sang pembicara maka hal tersebut berarti bahwa kita hadir secara pikiran, bukan hanya semata-mata secara fisik saja.

      3.       Dengarkan dengan pikiran yang terbuka

Artinya saat mendengarkan pembicaraan maka kita harus bersikap terbuka pada pendapat yang diutarakan oleh si pembicara, kita tidak perlu menghakimi atau merasa tersinggung dengan apa yang dikatakan.

      4.       Mendengarkan tanpa langsung membuat kesimpulan

Saat mendengarkan apa yang dikatakan seseorang maka jangan cepat-cepat membuat kesimpulan karena sang pembicara sedang berusaha menyampaikan idenya yang bisa saja berubah dan tidak sama dengan jalan pikiran kita.

      5.       Jangan memotong pembicaraan

Memotong pembicaraan membuat kita tersesat dalam pikiran dan pendapat kita sendiri, kita tidak akan pernah berhasil mendapatkan apa pokok pikiran yang akan disampaikan oleh pembicara yang sedang kita hadapi.

Memotong pembicaraan lawan bicara kita berarti kita ingin menyampaikan pesan kepada dia bahwa:

      a.       ” Saya lebih penting daripada Anda.”

      b.      “Apa yang saya katakan  jauh lebih menarik, akurat dan relevan.”

      c.       “Saya tidak benar-benar peduli apa yang Anda pikirkan.”

      d.      “Saya tidak punya waktu untuk mendengar pendapat Anda.”

      e.      “Ini bukan percakapan, ini sebuah kontes dan saya pasti akan menang.”

      6.       Dengarkan kata-kata lawan bicara kita dan coba bayangkan apa yang dikatakan

Biasakan untuk memikirkan model dari  yang dibicarakan dalam pikiran kita.

Ketika giliran kita untuk mendengarkan jangan coba memikirkan tentang hal apa yang akan mau kita katakana selanjutnya, tapi cobalah untuk konsentrasi pada apa yang dikatakan oleh lawan bicara kita, hal ini karena kita tidak bisa memikirkan dua hal sekaligus.

Tetaplah untuk selalu berkonsentrasi pada apa yang dikatakan, bahkan jika itu membosankan Anda. Jika pikiran Anda mulai berkelana, segera memaksa diri untuk kembali fokus.

      7.       Tunggu sampai pembicara memberikan kesempatan untuk  mengajukan pertanyaan.

Bila Anda tidak memahami sesuatu, tentu saja Anda harus meminta pembicara untuk menjelaskan kepada Anda. Namun, kita tidak harus sampai mengganggu pembicaraan tunggu dan bersabarlah sampai anda diberikan kesempatan untuk berbicara.

      8.       Cukup dengan bertanya saja untuk menyakinkan diri kita atas hal yang disampaikan oleh pembicara

Kalau kita kurang paham atau sekedar ingin meyakinkan diri kita terhadap pendapat sang lawan bicara maka kita bisa cukup bertanya singkat kepadanya, tidak perlu menjabarkan panjang lebar dan menyimpulkan sendiri.

       9.       Cobalah untuk merasakan apa yang dirasakan oleh lawan bicara kita

Dengan coba merasakan apa yang dirasakan oleh sang pembicara maka kita bisa memberikan ekspresi tanggapan yang sesuai dengan yang disampaikan.

       10.   Perhatikan Bahasa isyarat yang disampaikan lawan bicara kita.

Saat berhadapan langsung dengan lawan bicara kita maka tidak sekedar Bahasa verbal saja yang dipakai dalam berkomunikasi, Bahasa isyarat, raut muka, gesture tubuh juga ikut berpartisipasi dalam menyampaikan pesan.

Untuk itu, penting bagi kita untuk memperhatikan hal lain di luar kata-kata yang keluar dari mulut karena hal-hal tersebut merupakan bagian dari komunikasi saat kita berhadapan secara langsung bertatap muka.