Tidak jarang pengguna dan pemilik Wi-Fi mengeluhkan bahwa sinyal yang ditangkap tidak sesuai harapan. Tapi BTW, apa harapan dari pemilik Wi-Fi?

Kalau ditanya, harapan saya terhadap wi-fi adalah kalau bisa semua tempat, seperti di kamar, dapur, halaman depan, belakang, lantai satu dan lantai 2 sinyal wi-fi yang ditangkap kualitasnya sama bagusnya  tapi cukup menggunakan hanya 1 buah perangkat  wi-fi acess point saja.

Ya namanya juga angan-angan, kalau bisa ya setinggi langit.

Sampai dengan saat ini, keinginan saya di atas adalah sesuatu yang sifatnya mustahil, mungkin 25 sampai 100 tahun lagi penemuan teknologi baru bisa menciptakan sebuah alat seperti yang diharapkan.

Baiklah kembali ke judul artikel, kenapa sinyal wi-fi makin bagus atau makin jelek pada beberapa lokasi ruangan.

Berikut adalah beberapa alasan dan penjelasan mengenai penyebab kualitas tangkapan sinyal dari wi-fi klien tidak sama, tergantung pada lokasi di mana tempat atau ruangan itu berada.

1.    Jarak antara Wi-Fi Klien dan Wi-Fi Access Point(AP).

Makin jauh jarak antara pemancar W-Fi AP dengan penerima klien Wi-Fi membuat kualitas sinyal yang ditangkap atau diterima semakin jelek.

Sama seperti pada gelombang suara, ketika berbicara dengan seseorang, semakin jauh jarak antara pembicara atau sumber suara dengan pendengarnya maka semakin kecil suara yang terdengar, begitu pula dengan dengan tangkapan sinyal wi-fi.

2.    Antenna Direction atau arah dari antenna.

Kenapa sinyal dari wi-fi AP yang diterima laptop saya sangat kecil sekali alias lemah, padahal posisi saya cukup dekat dengan wi-fi AP?

Antenna wi-fi bertugas untuk memancar dan menangkap sinyal. Antenna terdiri atas dua jenis jika dilihat dari arah pancarannya,yaitu antenna omni directional dan antenna directional.

Antenna Omni memancarkan sinyal ke segala arah atau 360 derajat. Sedangkan antenna directional memancarkan sinyal pada arah tertentu saja dengan derajat pancaran kecil, 10 sampai 90 derajat saja, tergantung spesifikasi teknis dari antenna tersebut.

Jika anda menggunakan antenna directional maka pastikan wi-fi klien masuk dalam jangkaun pancaran sinyal dari Wi-Fi AP-nya.  Pastikan antenna wi-fi anda termasuk antenna jenis apa, cek pada daftar spek produk yang anda beli.

3.    Interferensi dari perangkat non Wi-Fi yang memancarkan sinyal dengan frekuensi yang sama.

Perangkat atau peralatan rumah tangga dan kantor bisa menyebabkan interferensi terhadap sinyal wi-fi. Perangkat tersebut adalah Microwave oven, wireless phone, mobil remote control yang menggunakan frekuensi 2.4 GHz, Keyboard dan mouse wireless yang menggunakan frekuensi 2.4 GHz.

4.    Bahan material apa yang menghalangi Wi-Fi AP dengan Wi-Fi client?

Material seperti tembok beton dan pintu kayu memberikan efek yang berbeda terhadap kualitas sinyal yang ditangkap wi-fi klien.

Tembok beton memberikan efek yang lebih buruk dari pintu yang terbuat dari bahan kayu, namun yang paling parah adalah bahan penghalang yang terbuat dari logam seperti besi atau aluminium.

Jika rumah atau kantor dengan 2 lantai maka solusi terbaik adalah menggunakan dua buah wi-fi AP dari pada satu AP saja.

Jika menggunakan satu AP maka klien yang berada di lantai yang berbeda dengan lantai tempat AP berada pasti tangkapan sinyalnya tidak sebaik dengan klien yang berada satu lantai dengan AP.

Inilah penjelasan logis tentang alasan mengapa pada lokasi yang berbeda maka berbeda juga kualitas tangkapan sinyal wi-fi. Jangan salahkan wi-fi atau diri anda, tapi pastikan empat faktor di atas sudah diantisipasi dengan baik dan benar.