Tidak jarang dalam praktek sering ditemui kendala seperti kejadian di mana kondisi kabel yang sudah terkoneksi berubah jadi seolah-olah terputus secara fisik. Siapa yang mau disalahkah dengan kondisi ini? si admin jaringan merasa bahwa sudah 100 persen apa yang dikerjakannya pasti berjalan meski kenyataannya tidaklah demikian.

Mengingat kabel data adalah urat nadi dari jaringan komputer, untuk mencegah hal-hal tidak jelas yang bisa membuat frustrasi,  apalagi  jika jaringan yang bakal dikerjakan cukup besar dan banyak penggunanya maka dari itu dalam pemasangan jaringan kabel di LAN, beberapa hal seperti berikut ini haruslah menjadi perhatian.

1.    Jenis Kabel dan connector.
Ada tiga jenis kabel yang dipakai dalam sebagai media dalam komunikasi data. Berikut adalah ketiga jenis kabel tersebut beserta konektor yang dipakai:
–    Kabel Twisted Pair ( UTP dan STP). Kabel UTP dan STP menggunakan konektor jenis RJ- 45.
–    Kabel Coaxial ( Coax ). Kabel coax menggunakan kkonektor jenis BNC konektor.
–    Kabel Fiber Optik ( FO). Dua buah konektor yang paling sering digunakan adalah jenis ST dan SC konektor.
Dari ketiga jenis kabel di atas, kabel twisted pair jenis UTP adalah yang paling banyak dipakai di jaringan LAN rumah dan kantor. Kabel UTP terdiri atas beberapa jenis seperti cat5, cat5e, cat6 dan cat6a. Semua jenis kabel tersebut  menggunakan konektor yang sama, RJ45.

2.    Cross atau straight.
Kapan harus menggunakan kabel jenis Straight-through dan untuk apa kabel Crossover dipakai?

Kabel Straight dipakai untuk koneksi antara:
–    Komputer ke perangkat switch atau hub.
–    Router dengan switch atau hub.
  
Kabel jenis Cross dipakai untuk menghubungkan:
–    Komputer dengan router.
–    Komputer dengan komputer.
–    Switch dengan switch.
–    Hub dengan hub.
–    Hub dengan switch.
–    Router dengan router.

3.    Perangkat jaringan
Penggunaan perangkat jaringan di LAN juga mempengaruhi kualitas jaringan. Perangkat yang dimaksud adalah hub dan switch. Pilihan terbaik adalah switch dari pada hub, namun yang mesti diperhatikan adalah jangan menggabungkan hub dan switch dalam satu jaringan LAN yang sama, sebaiknya gunakan salah satu nya saja. Penggunanaan hub bersama switch memberikan dampak turunnya performa dari switch. Jika anda menggunakan hub yang berkapasitas 10 mbps dan terkoneksi dengan switch 100 mbps maka kecepatan transfer pada komputer atau perangkat yang terhubungi ke hub menuju ke komputer yang terhubung dengan switch akan mengikuti kecepatan transfer dari port hub yang 10 mbps.

4.    Perkembanganya jaringan.
Pertimbangkan situasi ke depannya dengan mempertimbangkan penambahan jumlah klien, untuk hal  yang cukup penting untuk dilakukan adalah seperti berikut:
–    Siapkan kabel dengan kualitas dan kecepatan yang tinggi yang tahan untuk jangka waktu lama.
–    Siapkan cadangan untuk antisipasi penambahan jaringan.
–    Lakukan penandaan setiap kabel dengan semacam label yang memberi informasi jelas kemana tujuan dari kabel tersebut.

5.    Faktor X.
–    Pertimbangkan kemampuan jarak transfer dari kabel UTP. Kabel UTP cuma mampu dipakai dengan jarak maksimum 100 meter.
–    UTP adalah kebel data yang rentan terhadap interferensi medan listrik, jauhkan kabel listrik dan peralatan listrik yang bisa mengganggu seperti kulkas dan blower AC.
–    Kemungkinan rusak digigit hewan pengerat.

Dalam instalasi jaringan hal-hal yang mesti diperhatikan adalah kabel UTP jenis apa yang dibutuhkan cat5 atau cat6, pastikan jenis cross atau straight sudah dipasang sesuai dengan aturannya, hindari  hub dan switch dalam satu LAN, perhatikan  perkembangan jaringan dan faktor lain yang tidak terduga.