Apa yang mesti dilakukan ketika komputer anda tidak bisa konek dengan komputer lain dalam jaringan? Apa juga gejala yang mesti anda laporkan atau beritahukan kepada admin jaringan ketika ditanya terkait problem yang anda hadapi. Tugas admin jaringan semakin berat ketika posisinya tidak di depan komputer yang bermasalah. Pekerjaan seorang admin ibarat anggota tim investigasi, ketika menghadapi pengguna komputer yang benar-benar awan tentang komputer dan jaringan. Tanya ini tanya itu, suruh ini suruh itu, cek ini cek itu dan sebagainya. Tapi meski demikian karena sebagian besar user komputer sama sekali tidak begitu familiar dengan informasi atau gejala yang terkait dengan masalah koneksi maka hal tersebut dapat menyebabkan si admin kesulitan dan banyak waktu yang tersita untuk mencari sebab atau akar dari masalah yang terjadi.

Meski kita bukan seorang administrator atau network engineer namun tidak ada salahnya sedikit memahami beberapa langkah praktis yang bisa kita lakukan sebatas kemampuan sebagai seorang pengguna komputer. Berikut ini adalah langkah-langkah praktis yang bisa kita lakukan terutama dalam mengecek dan memperbaiki persoalan jaringan yang terkait dengan IP address.

1.    Ipconfig 
Perintah ipconfig  dapat dijalankan pada  command Operating System windows, untuk OS non windows seperti Linux dipakai perintah ifconfig. Pada sistem operasi windows perintah ipconfig dijalankan pada program command prompt. Klik Start menu >> all Program >> Accessories >> pilih CMD. Ketik pada command prompt ipconfig kemudian tekan tombol enter, setelah itu terlihat tampilan  atau keterangan tentang Ip address Versi 4, subnetmask, default gateway dan juga IP address versi 6.

2.    Ipconfig /all
Ipconfig /all     ( ipconfig spasi garis miring all ) adalah perintah yang bertujuan untuk mengetahui lebih banyak lagi informasi yang terkait dengan IP address seperti alamat DNS server dan sebagainya. Informasi yang diperoleh dari perintah Ipconfig /all adalah:
a.    Nama host komputer yang menjalankan perintah ini
b.    Ip v4 dan IP v6
c.    Default gateway
d.    Bisa diketahui apakah IPnya static atau DHCP.
e.    Nama server DNS.
f.    IP address dari server WIN yang diinput
g.    IP address server DNS yang diinput
h.    NetBIOS over Tcpip (Enable atau disable)
i.    Node Type ( hybrid atau broadcast )

3.    Ipconfig /release dan Ipconfig /release6
Ipconfig /release bertujuan untuk melepas konfigurasi IP v4 yang terpasang pada network adapater dan Ipconfig /release6 untuk melepas konfigurasi IP v6 yang terpasang pada network adapater. Kedua perintah ini hanya bisa dijalankan jika ip address diatur dengan metode dynamic melalui DHCP server. 

4.    Ipconfig /renew dan ipconfig /renew6
Perintah ini dijalankan setelah perintah Ipconfig /release dan Ipconfig /release6. Dua perintah ini bertujuan untuk mendapatkan atau mengatur kembali konfigurasi IP address dari DHCP server.

5.    Ipconfig /flushdns
Perintah ini adalah untuk menghilangkan atau membersihkan data yang ada atau tersimpan pada DNS cache. DNS cache adalah data yang menyimpan masukan atau informasi tentang nama komputer dan terjemahan ip addressnya. Perintah ini biasa dilakukan atau diinstruksikan ketika terjadi problem terkait dengan domain pada sistem windows.

6.    Ipconfig /registerdns    
Fungsi perintah ini adalah mendaftarkan atau memberitahukan bahwa nama DNS komputer ini mempunyai IP address sekian. Perintah ini dijalankan sesaat setelah terjadi perubahan nama komputer. Sebelum menjalankan perintah ini, jalankan perintah Ipconfig /flushdns.

Ke enam perintah di atas biasa dijalankan oleh teknisi jaringan dalam melakakukan troubleshooting. Perintah-perintah di atas tidaklah sulit dan bisa dijalankan oleh user yang awan sekalipun. Hal ini sangat bermanfaat dalam mengemat waktu, dari pada menunggu datangnya bantuan atau support dari IT support.

Semoga berguna