Membangun sebuah jaringan komputer meski yang berskala kecil sekalipun, sebaiknya dilakukan dengan perencanaan matang dan jelas. Sebuah jaringan komputer yang besar dengan sistem manajemen  yang baik, awalnya pasti dimulai dari sebuah perencanaan yang baik dan matang serta didasari oleh prinsip networking yang sederhana.

Untuk membangun sebuah jaringan yang berskala kecil, haruslah tetap dilakukan secara terstruktur, baik dan rapi melalui sebuah perencanaan yang baik juga.

Berikut ini adalah langkah-langkah utama yang bisa dipakai sebagai panduan garis besar bagi siapa saja yang ingin membangun sebuah jaringan komputer.

1 Tentukan Tujuan Kita Membangun Jaringan Komputer

Hal pertama yang harus kita tanyakan adalah untuk apa jaringan komputer itu? Jawabannya bisa beragam antara lain sebagai berikut:

a. Untuk berinternet secara bersama-sama, cukup dengan satu koneksi ISP saja.
b. Untuk bermain game bersama-sama.
c. Untuk bisa menghemat pemakaian perangkat seperti printer, hardisk, DVD drive.
d. Berbagi file data dengan sesama komputer lain dalam jaringan secara mudah dan praktis.
Pastikan jawaban anda sama termasuk di antara 4 jawaban di atas, jika tidak review lagi rencana anda. Pastikan juga apa saja keuntungannya jika anda menggunakan jaringan komputer dibandingkan tidak menggunakan jaringan komputer 

2 Melakukan Survey dan Analisa

Setelah memastikan bahwa jaringan komputer merupakan satu-satunya pilihan solusi  yang pas bagi kebutuhan kita maka langkah selanjutnya adalah melakukan survey dan analisa. Target dari aktivitas survey adalah mendapatkan informasi terkait hal-hal berikut:

a. Tata letak ruangan dan jumlah lantai
b. Menentukan Jalur Kabel
c. Menentukan ruangan untuk menempatkan perangkat jaringan
d. Memperkirakan kebutuhan jumlah tenaga dan durasi pekerjaan intalasi
e. Mengetahui tingkat kesulitan yang nantinya akan dihadapi
f. Mendata perangkat komputer, Operating System  dan perangkat jaringan yang ada saat ini beserta spesifikasi teknisnya.
g. Mendata jumlah pengguna komputer saat ini dan kemungkinan penambahan di kemudian hari serta berapa lama kondisi seperti ini tetap bertahan.

3. Menentukan Jenis network yang akan digunakan

Setelah data-data dari hasil survey terkumpul dan dipelajari maka langkah selanjutnya adalah menentukan jenis atau model jaringan seperti apa yang cocok dengan kebutuhan kita saat ini dan kalau bisa sekalian untuk ke depannya.

Ada dua jenis network yaitu peer to peer atau workgroup dan model client/server.  Keputusan untuk memilih satu di antara kedua model network ini sangat tergantung pada tingkat pemakaian jaringan tersebut.

4. Tentukan Jenis Media apa yang ingin dipakai ( Kabel atau tanpa kabel atau hibrid )

Keputusan untuk memakai media penghubung antar komputer dalam jaringan adalah hal yang sangat penting. Keputusan yang keliru bisa berdampak pada langkah atau tahap selanjutnya.

 Jenis media penghubung terdiri atas dua yaitu media kabel dan tanpa kabel atau wireless. Keduanya pastilah memiliki kelebihan dan kekurangan. Kedua jenis media ini bisa dipakai secara bersama-sama atau dipadukan dalam satu jaringan.

5. Tentukan Kebutuhan Perangkat jaringan

Pastikan berapa panjang kable yang mesti disiapkan, berapa banyak perangkat point access port yang mesti dipasang? Berapa switch yang mesti dipakai? Perlukah menambahkan router? Pastikan data survey seakurat mungkin sehingga tidak berdampak pada penambahan biaya.

6. Tentukan Sistem operasi yang dipakai

Setiap operating system memiliki sistem pengaturan tersendiri  terkait networking, windows OS biasanya familiar, Linux tidak terlalu familiar bagi sebagian orang sedangkan Mac OS agak sedikit baru tapi sudah cukup mudah untuk digunakan.

Jika menggunakan model peer to peer maka sebaiknya semua komputer operating sistemnya  harus seragam jika tidak ingin repot.

Persoalannya adalah jika harus menggunakan model client server maka butuh server. Pemilihan server sebaiknya dipilih berdasarkan sistem operasi yang murah tapi powerfull yang bisa melayani semua klien yang beragam operating sistemnya.

7. Menentukan Jenis hardware dan software yang akan dipakai

Selain hardware seperti NIC dan wireless card, diperlukan juga software jaringan. Biasanya software tersebut sudah terinstall langsung bersama OS. Sebuah komponen penting dari  adalah protocol.

Protocol merupakan bahasa yang digunakan oleh komputer untuk berkomunikasi. Biasanya beberapa Operating sistem memiliki protocol masing-masing windows dan linux mengenal TCP/IP.  TCP/IP adalah protocol yang paling banyak dipakai.

8. Menganalisa Kendala yang akan dihadapi

Buatlah daftar kendala apa saja yang paling sulit atau susah saat implemetasi. Hal-hal yang mungkin menjadi kendala biasanya menentukan segmen IP Address, setting server, membuat koneksi kabel, setting wireless Access point sebagainya. Beberapa kendala bisa dilihat di sini. 

9. Membuat anggaran dan Pengadaan 

Anggaran ditentukan setelah semua kebutuhan perangkat dan material sudah pasti. Carilah di internet harga-harga  material atau perangkat.

Dalam menentukan anggaran biasaya harga dilebihkan dari harga toko yang paling mahal. Selanjutnya tinggal atur waktu anda, belanja lansung atau via pemesanan secara online. Usahakan membeli pada satu penjual atau toko agar diperoleh harga murah.

10. Pelaksanaan atau implementasi

Siapkan waktu, buat cek list peralatan yang dipakai, buat pengumuman akan ada pekerjaan instalasi jaringan, kerjakan dulu instalasi kable dan hardware baru software dan konfugirasi sistem.

11. Membuat Dokumentasi, Sosialisasi dan Pelatihan

Setelah selesai intalasi buatlah dokumentasi yang berisikan topologi, Ip address setting, parameter setting. Buat semacam panduan tentang pemakain jaringan dan apa saja fitur-fitur yang bisa dipakai dan dimanfaatkan oleh user-user, apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan serta hal-hal apa saja yang dapat merusak dan berbahaya bagi keseluruhan jaringan komputer.

Semoga dengan memahami garis-garis besar langkah-langkah panduan membangun sebuah jaringan komputer sederhana maka jaringan yang kita buat lebih berkualitas, banyak membantu dan memudahkan pekerjaan, usaha , aktivitas di rumah serta mudah dalam perawatan / maintenance dan troubleshooting.