Minggu lalu, hari yang sama dan jam yang sama, bunyi telpon berdering membuat mata kembali segar. Dari Semarang nih pak. Ada masalah apa ya, Pak? Tanya saya. Dari seberang terdengar suara rekan staff IT cabang Semarang. Ini pak, kami tidak bisa login sebagai administrator di server aplikasi, pemegang password administrator server lupa apa passwordnya.

Karena urgent terpaksa saya format ulang servernya. Apa !! Udah gila mungkin nih orang, atau mungkin dia lagi cari masalah biar dipesangon. Sama sekali tidak profesional, masa sampai lupa sama password server yang dipakai untuk menjalankan aplikasi utama. WTF!!. Apapun masalah dia, masa bodolah, janganlah sampai merepotkan orang lain, dasar idiot. Kesal benar.

Sudah terlanjur kejadian, apa mau dikata, sekarang harus diteruskan kembali proses format ulang server, install aplikasi, install anti virus, konfigur ini, konfigur itu, 3 jam kemudian kondisi server sudah normal dan beroperasi kembali. Benar-benar melelahkan secara pikiran, terutama penyebabnya karena hal sepele, lupa password.

Berikut ini kebiasan-kebiasaan user ( yang kelihatannya sepele ) yang berujung pada masalah serius:

1. Remember password. 
 Fitur remember password adalah fitur yang sangat membantu, namun kemudian menjadi masalah jika dijalankan pada aplikasi yang password login harus diganti secara berkala ( sebulan sekali).Ketika masa berlaku password telah habis dan diganti password baru maka saat akan login password muncul keterangan password salah.
Bagi user yang dipaham dengan kondisi tersebut akan melakukan beberapa kali percobaan dan user account miliknya pasti terblokir. Saya sering menjumpai problem ini pada komputer para pejabat, terutama pimpinan kantor cabang yang tidak terlalu konsen dengan hal-hal teknis. Tugas para IT support adalah untuk memperbaikinya namun segan untuk memberitahukan kesalahan si user, demi kelancaran sebaiknya diberitahukan saja.

2. Tidak mengganti password berkala saat jatuh tempo 
 User sering mengabaikan peringatan untuk melakukan penggantian password saat akan login ke aplikasi atau domain. Password yang secara berkala harus diganti namun tidak dilakukan penggantian membuat user account menjadi nonaktif, hal ini disebabkan oleh karena sistem menganggap user account tersebut sudah tidak aktif lagi dalam jangka waktu tertentu dan harus segera dinon-aktifkan demi untuk menjaga keamanan sistem. Beberapa aplikasi lebih serius dari sekedar menonaktifkan, penghapusan user account adalah langkah tegas untuk membuat jerah para user agar lebih disiplin dan berhati-hati terhadap user account mereka.

3. Lupa password 
Lupa adalah kesalahan yang manusiawi namun tidak semua masalah harus kena penyakit lupa. Password admin server windows biasanya bisa direset dengan aplikasi tertentu yang jalan di sistem operasi DOS, seperti Hiren Boot CD, namun masalahnya adalah bolehkan aplikasi itu dijalankan atau dipakai. Tidak semua perusahaan mengijinkan karyawannya menggunakan program atau software di lingkungan perusahaan mereka. Perusahaan tertentu yang memiliki data penting tidak mengijinkan para IT staf-nya untuk sembarangan menggunakan program.

Mereka memiliki tim audit yang siap melakukan investigasi teknikal yang sangat mendetail terkait masalah pemakaian program oleh para user maupun staf IT. Dalam kasus di atas rekan IT staff cabang bisa dikenakan sanksi jika ketahuan menggunakan program ilegal. Pertimbangan ini membuat kita harusnya lebih berhati-hati dengan password, terutama password administrator komputer baik klien maupun server. Faktor penyebab lupa password bermacam-macam; liburan panjang, jarang menggunakan atau login ke aplikasi tersebut, kata kunci yang digunakan tidak familiar, tidak adanya dokumentasi catatan, adanya keharusan mengganti password secara berkala dan membuat bingung, hilangnya buku catatan dan sering meminjamkan ke orang lain sehingga harus ganti password lagi setelah selesai dipinjamkan dan sebagainya.

Pelajaran dari pengalaman rekan di cabang adalah bahwa solusi konyol akhirnya mesti dijalankan untuk mengatasi problem konyol akibat dari kesalahan konyol juga. 

Sekian sedikit berbagi cerita semoga siapapun yang membacanya menjadi lebih peduli dan berhati-hati