Tidak semua switch bisa menjalankan fitur-fitur canggih yang sangat mendukung kehandalan dalam meneruskan data dari satu komputer ke komputer lain. Secara umum semua jenis switch mempunyai 2 fungsi utama yaitu fungsi Address Learning dan meneruskan / menyaring data frame.

Saat ini peran dan fungsi switch terus berkembang dengan diterapkannya beberapa fitur yang makin menjadikan switch begitu handal dalam mendistribusikan data antar komputer yang terhubung dengan Switch tersebut.

Dua hal pokok yang membedakan switch yang dilengkapi dengan fitur-fitur handal dan switch yang hanya menjalankan fungsi dasar saja adalah jenis switch unmanaged dan switch managed. Switch unmanaged merupakan switch yang hanya mampu menjalankan fungsi-fungsi dasar saja, sedangkan switch managed adalah switch yang berisikan fitur-fitur handal dalam mendukung kinerja switch dalam jaringan komputer.

Berikut ini adalah perbedaan antara switch jenis unmanaged dan switch manageable:
1.    Switch Unmanaged biasanya lebih murah dari switch manageable.

Hal ini wajar karena kemampuan switch unmanaged hanya terbatas pada fungsi dasar yaitu fungsi Address Learning dan fungsi penerus/penyaring data. Switch manageable umumnya lebih mahal namun kehandalannya sebanding dengan harga jenis switch ini.

2.    Pengaturan switch
Switch unmanageable hanya bisa meneruskan data, switch jenis ini  tidak bisa diatur-atur, semua pengaturan pada switch sifatnya tetap dan tidak bisa diubah-ubah.
Switch manageable bisa diatur atau dikonfigur sedemikian rupa agar mampu meningkatkan performa switch dalam meneruskan data.  Switch manageable juga dilengkapi dengan fitur-fitur yang digunakan untuk mengatur lalu lintas data.

3.    Virtual LAN
Switch jenis manageable dilengkapi sebuah fitur yang sangat popular dan juga sangat bermanfaat yaitu Virtual LAN atau VLAN. VLAN merupakan fitur dari switch yang membuat atau mengijinkan beberapa segment LAN untuk menggunakan sebuah hardware switch secara bersama-sama.

Prinsipnya adalah VLAN mengelompokan port-port dari sebuah hardware switch secara logika dimana port-port tersebut dikelompokan berdasarkan segment LAN. Jadi biasanya satu switch hanya bisa dipakai oleh satu LAN namun dengan VLAN sebuah switch bisa dipakai oleh lebih dari satu LAN dan lalu lintas datanya pun tidak saling bercampur meskipun menggunakan hardware yang sama. Hal ini tidak terdapat pada switch unmanage.

4.    Redundancy
Dalam networking Redundancy adalah kemampuan untuk menyediakan jalur cadangan selain jalur utama dan ketika jalur utama terputus, proses data transfer melewati jaringan backup.

Fungsi Redundancy pada switch manage bisa diatur secara otomatis, ketika terjadi masalah link utama maka link backup langsung mengambil alih fungsi link utama. Pada switch unmanage Redundancy tidak bisa diterapkan secara otomatis seperti pada Manage switch.

5.    Prioritas lalu lintas data
Switch unmanaged tidak bisa mengatur prioritas lalu lintas data mana saja yang lebih dahulu atau diutamakan untuk dikirim, semua jenis data prioritasnya sama, tidak ada yang lebih istimewa.
Pada switch jenis manage, prioritas terhadap jenis data mana yang dikirim terlebih dahulu bisa dilakukan. Misalnya data yang berisikan percakapan atau suara bisa lebih diprioritas dari pada data jenis lainnya.

6.    Fungsi monitoring
Pada switch jenis unmanage tidak ada fungsi monitoring terhadap kondisi switch. Switch unmanage dipasang dijaringan tanpa bisa dicek melalui network apakah switch tersebut On atau Off. Pengecekan hanya bisa dilakukan dengan memastikan bahwa data yang terkirim ke tujuan melalui switch tersebut  telah sampai.
Switch jenis manage, fungsi monitoring bisa dilakukan dengan mengkonfigur IP address dan mengecek melalui IP address, bisa juga melalui protocol SNMP ataupun program monitoring jaringan lainnya.

Memang harga switch manage lebih mahal akan tetapi fungsi dan kelebihannya jauh lebih banyak dari switch unmanaged.

Salam
Sumber gambar: https://www.flickr.com/photos/domenicometta/8248493639/