Teknologi wireless atau wifi menawarkan kelebihan pada sisi fleksibilitas dan mobilitas yang tinggi kepada penggunanya namun karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman terhadap instalasi jaringan membuat teknologi ini masih kurang diterapkan secara luas.

Kendala yang dihadapi saat melakukan perencanaan dan instalasi jaringan wireless atau wifi biasanya terletak pada sisi biaya dan juga pengetahuan akan hal-hal teknis apa saja yang mesti dikuasai dan langkah-langkah apa yang mesti dilakukan. 

Untuk biaya instalasi wireless sebenarnya tidaklah begitu mahal karena ada beberapa vendor perangkat wifi yang menyediakan dengan harga yang murah dan dapat dijangkau oleh pengguna dengan skala rumahan atau kantor kecil. Secara umum biaya istalasi sebuah jaringan wireless atau wifi begitu bervariasi mulai dari yang terjangkau oleh pengguna berskala rumahan sampai yang berskala besar.

Namun, yang tidak kalah penting dari biaya adalah masalah teknis, bagi yang berminat untuk memasang jaringan komputer secara wireless dengan menggunakan teknologi wifi maka berikut ini adalah hal-hal yang mesti diketahui, dipelajari dan dikuasai agar proses instalasi berjalan secara lancar dengan hasil yang maksimal.

1.     Perangkat yang harus disiapkan
Perangkat apa sajakah yang harus dibeli saat akan menbangun sebuah jaringan wifi?
a.    Wifi adapter. 
Wifi adapter adalah interface bagi komputer untuk terhubung dengan jaringan wireless, wifi adapter bertindak sebagai klien. Yang harus diperhatikan adalah tidak semua komputer dilengkapi dengan wifi adapter, terutama pada komputer jenis PC. Sedangkan  untuk komputer jenis notebook, wifi adapter sudah tersedia.
b.    Access Point.
Access point berfungsi seperti layaknya switch pada jaringan kabel.
c.    Kabelnya perlu juga disiapkan??? Tidak
Kabelnya tidak perlu disiapkan, pada jaringan wireless, fungsi kabel diganti oleh gelombang elektromaknet yang yang dipancarkan antara Access Point dan Wifi adapter pada sisi klien.

2.    Topologi jaringan
Jenis-jenis topologi jaringan wireless yang mesti diketahui adalah sebagai berikut

a.    Ad Hoc Mode: Independent Basic Service Set

Mode Ad Hoc adalah mode di mana koneksi terjadi antara sesama perangkat komputer yang menggunakan NIC Wireless secara langsung tanpa melalui atau terkoneksi terlebih dahulu ke  Wireless Access Point. Koneksi antar komputer melalui Wireless NIC seperti ini dikenal juga dengan sebutan IBSS atau Independent Basic Service Set.

Yang dibutuhkan dalam koneksi ad hoc adalah wireless adapter, Access Point tidak diperlukan. Kelemahan jaringan ad hoc adalah tingginya tingkat collision domain yang bisa berakibat pada gagalnya transfer data antar komputer. Jaringan dengan topology ad hoc sangat tidak diandalkan jika diterapkan pada jaringan dengan komputer yang banyak.

b.      Infrastructure Mode: Basic Service Set
Pada infrastruktur mode semua wireless client jika ingin saling terkoneksi harus melalui atau terkoneksi dahulu ke wireless Access Point. Wireless Access Point adalah perangkat yang berfungsi sebagai pusat koneksi atau terminal penghubung bagi semua wireless client.

Secara struktur, Access  Point dan wireless client terkoneksi dengan formasi di mana posisi Access Point berada pada titik tengah denganbeberapa  wifi client mengitari satu buah Access Point. Koneksi dari beberapa wifi klien dengan satu access point dikenal juga dengan istilah Basic Service Set.
Kenapa harus menggunakan wireless access Point? Alasan utama menggunakan Access Point adalah pengaturan terhadap koneksi wifi lebih baik dibanding dengan koneksi AdHoc.

Mac address filter dan sistem pengaman lainnya dapat diterapkan dengan Mode Infastructure. Selain itu mode jenis Infastructure memungkinkan wireless klien bisa terkoneksi dengan jaringan kabel. Karena biasanya wireless access point selalu terkoneksi atau memiliki interface untuk terkoneksi ke jaringan kabel.

Pada mode infrastructure, antara Access Point dan Wifi klien, terkoneksi dengan menggunakan sistem pengenal atau kode pengaman yang disebut dengan istilah SSID atau Security Set Identifier. Antara Access Point dan Wifi client harus memiliki SSID yang sama untuk bisa saling berkomunikasi, SSID ditentukan oleh Access point sedangkan wifi client tinggal me-setting SSID sesuai dengan SSID yang disebarkan oleh Access Point.

c.    Infrastructure Mode: Extended Service Set
Extended service set adalah topologi wireless dengan menggunakan lebih dari satu Access Point, di mana masing-masing access point disetting dengan menggunakan SSID yang sama. Perbedaannya ESS dan BSS adalah pada jumlah wireless access point yang digunakan.

Tujuan mode ESS atau extended service set adalah menambah daya jangkau dan memperluas sinyal wifi. Pada mode ESS dua Access Point-Access Point yang terpasang menggunakan channel yang berbeda-beda agar tidak saling menginterferensi.

3.    Pelemahan Sinyal Wifi
Hal utama yang mesti dipertimbangkan ketika mengistalasi jaringan wireless adalah berkurang atau melemahnya sinyal wifi yang disebabkan oleh faktor-faktor yang secara alami sulit untuk ditiadakan.
Dengan mengetahui hal-hal apa sajakah yang membuat kekuatan sinyal dari wifi semakin melemah maka kita akan semakin lebih matang lagi dalam merencanakan dan mengimplementasikan dilapangan agar performance dari jaringan wifi kita menjadi maksimal.

Berikut ini adalah faktor-faktor penyebab mengapa sinyal wifi menjadi lemah;

a.    Jarak
Semakin jauh jarak klien wireless dari access point maka semakin lemah sinyal yang ditangkap atau diterima.

b.    Halangan
Rintangan ataupun halangan yang memblokir sinyal wifi antara Access Point dan wifi klien dapat menyebabkan kekuatan sinyal wifi menjadi lemah meskipun jarak keduanya berdekatan. Secara teknis besar kecilnya sinyal yang berkurang ditentukan oleh jenis material pengahalang ersebut. Material yang terbuat dari besi baja menimbulkan efek yang paling besar terhadap melemahnya sinyak wifi tersebut.

c.    Jenis frekuensi atau protocol yang dipakai.
Semakin tinggi frekuensi yang digunakan maka semakin kecil jangkauan sinyal wifi tersebut. Saat ini wifi menggunakan 3 standar yaitu IEEE802.11 b/g  dan juga IEEE 802.11 a, dan IEEE 802.11 n. Standirisasi frekuensi pemakaian dioleh oleh badan IEEE. Frekuensi terkecil yang dipakai wifi adalah frekuensi 2.4 GHz dan yang tertinggi berada pada frekuensi 5.8 GHz juga sama.

d.    Interferensi
Semakin banyak sinyal wifi yang berseliweran pada jalur yang sama yang dilalui oleh sebuah wireless client menuju ke Access Point maka hal tersebut bisa mengganggu gelombang Radio Frequency, dampak dari gangguan tersebut adalah adanya noise pada sinyal wifi  sehingga data tidak bisa terkirim dengan baik. Pencegahan terhadap interferensi adalah dengan mengetahui terlebih apakah ada sinyal radio dari wifi lain di sekitar lokasi, jika ada, coba hindari dengan mengubah frekuensi access point.

4.    Instalasi Jaringan Wifi
Instalasi jaringan wifi cukup mudah hanya terdiri atas dua jenis komponen saja, Access Point dan Wifi NIC. Anda tidak perlu menentukan jalur kabelnya mesti lewat mana, anda hanya duduk dan mengkonfigur satu persatu wifi NIC. Namun sebelum Access Pointnya harus di install terlebih dahulu biar NIC wifi mudah dan langsung mengenali AP.

Yang paling penting adalah:
a.    Menentukan di mana posisi yang pas untuk Access Point
 Posisi yang dimaksud adalah agar sinyak dari access point bisa tertangkap dengan sempurna oleh wifi klien di manapun mereka berada.
b.    Saat awal instalasi system pengaman wifi dinon-aktifkan terlebih dahulu.
c.    Gunakan frekuensi yang berbeda pada dua access point terpasang
d.    Tahap akhir dari instalasi adalah memasang system pengaman pada jaringan wifi anda.

Semoga berguna