Jika ingin mencoba membuat hot spot outdoor maka ada beberapa hal yang mesti anda pahami, dalam artikel ini saya akan coba menjelaskan seperti apa topologi yang digunakan, perangkat yang dipakai serta kendala apa saja yang mesti dihadapi.

1. Topologi jaringan

Topologi jaringan untuk hot spot adalah seperti terlihat pada gambar berikut:

Pada gambar di atas terlihat koneksi internet dari sisi ISP tersambung dengan penyedia jasa hot spot menggunakan koneksi wifi Point to point, kemudian dihubungkan ke switch lalu dari switch terhubung ke wifi ap router untuk di sebarkan ke wifi klien.

Sebagai penyedia jasa hotspot maka yang mesti kita perhatikan adalah pada sisi pelanggan saja. Untuk koneksi ke ISP tidak tergantung pada koneksi secara wifi saja tapi juga bisa juga menggunakan kabel ataupun dengan menggunakan koneksi V-Sat.

2. Perangkat dan kebutuhan

Kebutuhan yang paling utama adalah koneksi internet dari ISP sedangkan perangkat yang diperlukan untuk menjadi penyedia Wifi Hot spot adalah :

a. Wifi Access Point Router Outdoor
Wifi Access point router outdoor bertugas untuk membagi koneksi wifi dan koneksi internet. Untuk outdoor sebaiknya gunakan perangkat wifi ap router yang khusus untuk di luar ruangan.

Fungsi wifi access point router adalah untuk melakukan proses routing agar koneksi internet dari ISP yang cuma diperuntukan bagi satu user saja dapat dipakai oleh lebih dari satu user.

b. Switch
Switch berfungsi untuk membagi koneksi dalam jaringan kabel

c. Kabel LAN
Untuk menyambungkan perangkat dalam jaringan kabel

d. Wifi untuk koneksi point to point ke ISP ( biasanya disediakan oleh ISP )
Koneksi point to point sangat cocok untuk koneksi yang butuh keamanan tinggi serta jarak yang jauh. Koneksi Point to point secara wifi membuat jaringan sangat aman karena hanya di perangkat saja yang boleh terkoneksi, jika perangkat lain coba untuk koneksi maka sangat susah untuk bisa terkoneksi.

e. Wifi Range Extender ( optional, tergantung situasi)
Wifi range extender adalah perangkat wifi yang berfungsi untuk menangkap sinyal wifi dan kemudian menguatkannya serta memancarkannya kembali.

3. Masalah dan kendala yang sering dihadapi

Apa saja masalah yang paling sering dihadapi dan bagaimana solusinya, simak penjabaran berikut:

a. Penyebaran sinyal Wifi yang tidak merata
Wifi Access point outdoor biasanya memiliki antenna jenis Patch yang penyebaran sinyalnya sebesar 60 derajat sehingga untuk membuat penyebaran sinyal mengarah ke semua arah maka butuh 6 buah perangkat wifi access point outdoor.

Solusinya adalah dengan mengganti atau menambahkan antenna external jenis omni direct sehingga penyebaran sinyalnya merata ke semua arah.

b. Daya jangkau yang kurang jauh
Daya jangkau itu ditentukan oleh:
– power transmit dari Wifi Access point
– kekuatan dari antenna yang digunakan

c. Sinyal yang diterima klien tidak stabil

Penyebab utama dari sinyal yang diterima di sisi klien tidak stabil adalah karena pola penyebaran sinyal dan daya jangkau koneksi hot spot tidak merata.

Penyebaran sinyal sebuah perangkat wifi ditentukan oleh jenis antenna-nya. Ada beberapa jenis antenna antara lain antenna patch dan antenna omni direct..

Antenna patch itu kemampuan penyebaran sinyalnya terbatas, biasanya horisontal 60 derajat dan vertikal 30 derajat. sedangkan antenna omni dapat meyebar sinyal ke arah horisontal sebesar 360 derajat.

Jika kita menggunakan perangkat wifi yang memiliki antenna patch dengan sudut penyebaran sinyal sebesar 60 derajat maka kita harus menyediakan dan memasang 6 buah perangkat wifi agar arah sinyalnya dapat mencakup penyebaran dengan sudut 360 derajat.

Solusi lainnya adalah dengan satu perangkat Wifi access point saja tapi antennanya diganti dengan antenna tambahan berupa antenna external jenis Omni directional. Tapi dengan syarat perangkat tersebut support untuk antenna external.

Pertanyaan yang sering ditanyakan adalah berapa jauh sebenarnya jarak daya jangkau sebuah hotspot.

Jarak sebuah sinyal wifi sangat ditentukan oleh:

– power dB keluaran dari wifi ( makin besar makin jauh)
– halangan yang ada, jika banyak halangan maka semakin dekat jaraknya karena sinyal akan tertahan oleh penghalang tersebut.
– kemampuan sensitifitas perangkat klien dalam menerima sinyal, jika kliennya sangat sensisitif maka jaraknya bisa semakin jauh.
– Interferensi dari perangkat lain, jika makin banyak perangkat wifi lain yang ada dekat posisi wifi kita maka akan membuat sinyal akan terganggu sehingga koneksipun tidak bisa jauh.

Nah, jika kita mengganti antenna dengan antenna omni belum tentu akan manambah jarak atau jangkauan wifi sebab antenna yang diganti harus memiliki daya penguatan yang lebih besar. Jika daya penguatannya tidak besar maka jaraknya tentu tidak akan jauh.

Inti dari mengganti antenna sebuah wifi adalah memperbesar atau memperkuat dan bisa juga untuk memperlemah sinyal wifi tersebut, tergantung kemampuan daya penguatan jenis antenna yang kita gunakan.
Semakin besar daya penguatnya maka makin jauh juga daya jangkaunya..

Saya pernah menggunakan wifi untuk koneksi point to point dengan menambahkan amplifier atau penguat sinyal sebesar 5 watt, 1 Watt saja daya penguatnya sebesar 30dB. 5 watt itu = 36,9 dB. Ini power yang besar dan sempat kami coba tetapi jaraknya tidak bisa jauh karena rentan terkena interferensi.

d. Gunakan wifi range Extender atau repeater
Untuk memperbersar atau membuat jangkauan sinyal wifi menjadi semakin jauh tanpa menyebabkan masalah maka menuruta saya solusinya adalah jangan menambah power antenna secara maksimal karena justru akan menginterferensi perangkat yang ada di dekatnya sehingga membuat jangkauannya malah menjadi lebih pendek, jika butuh tambahan jangkauan jarak maka sebaiknya gunakan wifi range Extender atau repeater saja.
Semoga berguna.