Semua gambar diagram Network topologi  sepintas terlihat sama-sama saja, tidak ada yang terlalu berbeda. Seorang networking engineer harus bisa secara jeli membedakan dan membuat analisa atas topologi diagram yang terlihat olehnya. Salah mengartikan sebuah symbol dan aliran data dari satu perangkat ke perangkat lain atau dari satu LAN ke LAN lain adalah kesalahan dasar yang tidak mesti terjadi.
Berbagai jenis diagram topologi yang biasa dibuat, tapi beberapa pakar networking menyebutkan sebaiknya ada dua jenis diagram topologi jaringan yang harus secara terpisah dan lebih baik tidak disatukan dalam sebuah gambar.

Kedua jenis network diagram yang dimaksud tersebut adalah Network diagram L2 dan Network diagram L3, L2 menyatakan Layer 2 sedangkan L3 menyatakan Layer 3. Diagram L2 dan L3 terbentuk dari konsep-konsep utama pada kedua layer dari OSI tersebut. Layer 3 pada OSI layer secara jelas bahwa semua yang terkait dengan networking sifatnya logis atau software, mulai dari IP address sampai virtual LAN atau VLAN. Tidak ada yang terkait dengan hal-hal fisik atau hardware. Sedangkan layer 2 dengan konsep utamanya yang menyatakan bahwa untuk komunikasi antara komputer satu dengan yang lain dan berada pada LAN yang sama dibutuhkan sebuah sistem pengalamatan yang sifatnya abadi alias tidak bisa diganti-ganti dan semua perangkat yang terkoneksi ke jaringan komputer di mana saja haruslah berbeda alamat fisiknya satu sama lain.

Kembali ke soal digram topologi, antara L2 diagram dan L3 diagram harusnya terpisah.
Pada diagram L2 yang terlukis di situ hanyalah koneksi fisik antar komputer dan perangkat jaringan, seperti switch, router dan hub. L2 juga melukiskan koneksi kabel antar komputer dan perangkat jaringan. Pada L2 diagram tidak boleh terdapat hal-hal yang terkait dengan Layer 3, seperti IP address. Sering kita jumpai bahwa sebuah network diagram secara hybrid dimasukkan semua parameter jaringan dari koneksi fisik IP address, VLAN Subnetwork dan segala hal terkait layer 3. L2 diagram hanya berisikan koneksi fisik, kabel atau tanpa kabel antar perangkat dalam jaringan.

Pada diagram L3, selain terdapat koneksi fisik antara perangkat seperti pada diagram L2 maka harus juga terdapat komponen dari layer 3 OSI layer, antara lain IP address, VLAN address, Network ID, IP router interface,VLAN management dan juga firewall.

Contoh diagram L3

Membuat diagram L2 dan L3 secara terpisah memberikan keuntungan saat melakukan troubleshooting dan juga perencanaan terhadap pengembangan jaringan ke depannya. Berikut alasannya:
1.    Mudah dalam merencanakan perubahan untuk pengembangannya. Jika ada perubahan pada koneksi fisik maka tinggal mengecek pada L2 Diagram tanpa harus memikirkan IP address dan hal yang terkait Layer 3. Saat melihat topologi jaringan pada diagram L2 maka yang terkoneksi pada jarigan hanyalah koneksi secara fisik saja seperti kabel dan tanpa kabel.
2.    Masalah yang terjadi pada jaringan lebih banyak terjadi pada Layer 3, jarang sekali terjadi masalah karena layer 2. Hampir tidak pernah terdengar ada mac address yang konflik ( saya pernah mengalami satu kasus terkait mac address konflik selama 10 tahun berkarir di dunia IT ) tapi IP konflik sering terjadi, VLAN yang bocor sering terjadi, DHCP yang tidak jalan sering terjadi, routing yang keliru sering terjadi, firewall yang ditembus sering terjadi. Kabel terputus karena digigit tikus jarang-jarang kejadiannya. Berdasarkan fakta ini maka lebih baik menyediakan sebuah topologi jaringan yang terkait dengan Layer 3 dalam hal ini diagram L3.
3.     Diagram L3 biasanya disesuaikan dengan konfigurasi pada router dan VLAN switch. Konfigurasi pada router dan switch( terkait layer 3 ) lebih mudah dilihat dan dianalisa dari pada harus login console ke router atau switch.

Demikian, beda L2 dan L3 diagram terletek pada komponen terkait dengan layer 2 dan layer 3 dari OSI layer, L2 Diagram hanya berisikan koneksi fisik kabel dan perangkat-perangkat jaringan saja sedangkan L3 diagram berisikan informasi terkait lengkap yaitu koneksi kabel, perangkat jaringan dan juga hal-hal terkait layer 3 seperti IP address, network id, gateway dan VLAN.
Kemampuan seorang network engineer dalam membaca dan menganalisa sebuah digram topologi terutama L3 diagram menunjukan seberapa besar ketajaman dan tingkat kehandalannya dalam menganalisa dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada sebuah jaringan.