Sering kali cara-cara sederhana dan praktis yang sangat efektif dan effisien terlupakan oleh kita, karena mungkin terlalu sederhana dan terasa kurang begitu meyakinkan.

Saya sering melakukan langkah-langkah praktis untuk mengatasi masalah terkait dengan koneksi bahkan masalah aplikasi pada suatu PC yang oleh penggunanya dilaporkan bermasalah dan hasilny a cukup memuaskan.

Sebelum mengambil kesimpulan bahwa problem yang terjadi benar-benar disebabkan oleh masalah koneksi LAN atau masalah pada aplikasi maka yang harus dilakukan adalah memastikan dahulu apakah apalikasi yang dijalankan oleh user menggunakan aplikasi yang terhubung ke server atau komputer lain atau aplikasi yang dipakai yang merupakan aplikasi yang jalan pada PC lokal alias stand alone.

Salah satu kunci sukses seorang network engineer dalam mengatasi problem yang terjadi adalah dengan mengetahui bagaimana aplikasi-aplikasi yang jalan atau dipakai oleh user, termasuk jenis aplikasi apa. Apakah aplikasi jenis Stand alone, client server, atau online aplikasi berbasis web?

User atau pengguna identik dengan  aplikasi atau program yang mereka gunakan, biasanya user dikelompokan berdasarkan aplikasi yang mereka pakai.

Aplikasi yang paling banyak dipakai adalah aplikasi yang dengan model client server, aplikasi-aplikasi jenis ini membutuhkan jaringan data agar klien bisa terkoneksi ke server.

Masalah yang paling sering terjadi adalah koneksi antara server dan klien yang sering terputus atau tersendat.

Keluhan yang dialami oleh user adalah lambatnya penanganan oleh network admin terhadap problem yang mereka alami, sering tanpa sadar terlalu sering kita menyalahkan aplikasi yang dipakai.

Setiap aplikasi sebenarnya memiliki parameter atau yang dikenal dengan error code untuk menandai penyebab problem tersebut.

Baik user maupun network admin biasanya tidak tahu menahu apa arti error code yang dikeluarkan oleh program tersebut, error code hanya dipahami oleh software developer ataupun software eng.

Secara OSI layer, Network layer dan 2 layer dibawahnya adalah lapisan  pertama yang mesti dicek ketersediannya, pengecekan pada tiga layer terbawah dari OSI layer ini bertujuan untuk memastikan bahwa secara jaringan tidak ada masalah dan kemudian memberikan kepastian kepada tim aplikasi bahwa penyebab masalah terdapat pada system aplikasi sehingga perbaikan bisa terfokus hanya pada aplikasi.

Pada sebuah komputer personal atau PC, desktop maupun laptop NIC atau network adapter merupakan interface bagi user untuk terhubung secara fisik dan secara logis dengan jaringan komputer. 

Pada sebuah NIC terdapat tiga lapisan terbawah OSI layer, adalah koneksi kabel atau wireless yang bersifat fisik, ada mac address dan ada IP address.
Langkah praktis apa saja yang bisa dilakukan untuk memperbaiki problem yang terkait dengan Network adapter?

1.    Cek sambungan kabel.
Biasanya user  sangat awam terhadap komputer dan tidak menyadari atau mengetahui bahwa kabel LAN tidak tercolok atau tersambung dengan sempurna pada komputernya.

Langkah praktis yang bisa dilakukan untuk memperbaiki ini adalah dengan menyuruh user mengecek koneksi kabel data dan jika tersambung maka suruhlah user menekan konektor dari kabel data agar tercolok secara sempurna. Langkah ini bisa dilakukan tanpa harus mendatangi lokasi user tersebut, cukup dipandu via telpon.

2.    Cek lampu LED
Setelah tercolok dengan baik maka pastikan lampu LED pada NIC menyala. Jika tidak maka bisa lakukan cross cek dengan mengecek lampu LED pada port switch atau hub apakah lampu indicator menyala secara normal.

3.    Cek IP address address
Masalah IP address pada komputer klien sering disebabkan oleh IP address yang menggunakan DCHP system. Problem yang dialami bisanya adalah komputer tidak bisa mendapatkan ip address dari DHCP server. Langkah praktis yang bisa dilakukan adalah dengan mencabut kabel LAN dan menancapkannya kembali. Langkah ini sama dengan perintah ipconfig /release dan renew.

4.     Shutdown dan On kembali
Kenapa tidak restart? Restart lebih praktis tapi shutdown lebih efektif. Saya lebih memilih shutdown komputer dan membiarkannyanya sejenak, sekitar 30 detik lalu menekan tombol power untuk menyalakannya secara manual.

Dengan shutdown semua system komputerisasi benar-benar dimatikan, sedangkan pada restart beberapa system kadang-kadang tidak benar-benar melakukan refresh.

Beberapa aplikasi model klien server, koneksi dari klien ke server bisa terbangun kembali dan melakukan sinkronisasi kembali dari awal hanya setelah komputer melakukan shutdown.

Ke 4 langkah praktis di atas sering berhasil memecahkan problem jaringan yang terjadi tanpa harus diselesaikan secara aplikasi.

Selamat mencoba.

Sumber gambar photosteve101