Sebelum membaca tulisan di sebuah blog, saya tidak pernah berpikir bahwa mengendarai motor bisa menyehatkan badan.

Menurut tulisan yang saya baca itu bahwa semakin berat motor yang dikendarai dan semakin lama waktu mengendarainya maka semakin besar kalori yang dibakar oleh tubuh kita.

Pikiran saya bahwa naik motor cuma duduk-duduk saja dibantah dalam tulisan tersebut yang menyatakan bahwa tanpa kita sadari, saat kita naik motor ada aktivitas yang membuat energy kita dikeluarkan, antara lain:

1. Gaya sentripetal (gaya tarik ke dalam tikungan) terus menerus.

Untuk menjaga keseimbangan dan motor berjalan lurus, setiap kali motor cenderung mengarah ke dalam (membelok/menikung), kita mengkompensasi dengan menambah kecepatan dan mengarahkan motor ke arah luar. Ini peristiwa yang terjadi terus menerus tanpa henti selama kita berjalan.

2. Yang terjadi saat membelok

Saat membelok, kita mengkompensasi gaya sentrifugal (gaya mengarah keluar, atau gaya yang berusaha motor tetap luru) dengan cara membetot lengan dan stang sekaligus memiringkan sepeda motor ke arah dalam tikungan. Pernah menghitung berapa kali anda harus membelok dalam perjalanan?

3. Saat meng-gas dan megerem

Saat mengegas dan mengerem, kita harus menarik kopling (utk yg manual), menarik handle gas dan rem. Ini membutuhkan koordinasi otot bahu, lengan dan pergelangan secara kontinyu.

4. Saat tancap gas

Pada saat akselerasi (percepatan) dan deselerasi (perlambatan), tubuh kita menerima dan harus mengkompensasi gaya tarik ke belakang (akselerasi) maupun gaya dorong ke depan (deselerasi). Bagi pengendara kita beruntung karena ada stang yang akan membantu menahan. Bagi pillion atau pembonceng mereka akan lebih lekas lelah karena harus mengkompensasi gaya ini dengan menahan tulang belakang.

5. Saat melintas jalan bergelombang dan tidak rata

Goncangan yang terjadi terus menerus (gaya naik-turun) selama perjalanan, meskipun anda pakai BMW GS sekalipun juga harus dikompensasi oleh otot-otot di dalam tubuh.

6. Saat udara panas terik

Jika kita naik motor sambil panas-panasan maka semakin besar kalori yang terbakar.

Apa kata ahli terkait mengendarai motor dengan kesehatan.

Prof Ryuta Kawashima adalah seorang ahli syaraf dan otak yang cukup disegani di Jepang. Dia juga dikenal dengan brain game nya atau permainan yang melatih bagian-bagian kognitif (berpikir) dari otak.

Bersama University of Tokyo, Prof Ryuta mengadakan studi yang berusaha melihat dampak dari mengendarai sepeda motor pada kesehatan otak kita.

Sekelompok orang yang pernah mengendarai bermotor (tapi tidak dalam 10 tahun terakhir) dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diminta untuk mengendarai motor ke tempat kerja selama dua bulan setiap harinya. Serta diminta untuk melewati sejumlah halang rintang, tikungan. Kelompok kedua diminta tetap meneruskan menggunakan moda transportasi seperti biasa (kereta, mobil, sepeda, dll).

Hasil rekam aktifitas otak memperlihatkan bahwa mengendarai sepeda motor akan mengaktifkan bagian tertentu otak (sisi kanan dari prefrontal lobe) dan menunjukkan kemampuan konsentrasi yang meningkat tajam.

Hasil studi lebih lanjut juga menunjukkan bahwa penggunaan sepeda motor meningkatkan kemampuan kognitif (logika berpikir) terutama yang berhubungan dengan memory (daya ingat) dan kapasitas kecerdasan spasial (ruang).

Prof Ryuta tidak sendirian, beberapa peneliti melakukan penelitian yang hasilnya mendukung pendapatnya.

Yamaha Motors bekerjasama dengan Universitas Tohoku, Department of Functional Brain Imaging, Institute of Development, Aging and Cancer, juga melakukan penelitian selama dua tahun (2009 dan 2010) untuk menemukan hubungan kausalitas (sebab-akibat) antara mengendari sepeda motor dan kesehatan otak.

Yamaha menyediakan kendaraan, race track serta peserta riding course untuk riset ini.

Studi jangka panjang ini memperlihatkan bahwa bagian otak yang berhubungan dengan cortical real estate (panca indera, koordinasi otot) ternyata lebih berkembang.

Kenapa sepeda motor? Kenapa mengendarai mobil tidak bisa punya efek yang baik seperti mengendarai sepeda motor.

Menurut Prof Ryuta, mobil adalah kendaraan yang nyaman dan tidak mengaktifkan otak pada tingkat yang sama dengan sepeda motor.

Hmmm masuk akal juga ya, tapi btw kalau naik motor jangan lupa hal-hal yang terkait dengan faktor keselamatan ya. Seperti memakai helm dan cek kelayakan motor, pastikan motor anda layak jalan.

Sumber: https://7leopold7.com