Meskipun anda tidak punya pengalaman sama sekali dalam instalasi jaringan wifi tapi anda bisa belajar bagaimana membangun jaringan WLAN, seperti apa langkah-langkah awal sampai akhir proses instalasi jaringan wifi tersebut?

Dalam artikel ini saya akan mencoba memberikan konsep teori dan juga seperti apa mempraktekkan atau menerapkan konsep teori tersebut sehingga terbangun jaringan wireless LAN dengan teknologi Wifi.

1.    Topologi jaringan wifi

Langkah pertama dan paling pertama adalah membuat topologi atau susunan dari jaringan wifi.
Secara dasar, topologi atau susunan perangkat wfi itu terbagi atas dua jenis topologi, yaitu point to point dan point to multi point.

Dalam dunia networking, point to point adalah koneksi antara satu perangkat komputer dengan satu perangkat komputer lainnya, artinya dalam koneksi point to point hanya terjadi koneksi antara dua perangkat saja.

Hal yang sama juga berlaku pada koneksi tanpa kabel atau wireless, di mana pada topologi Point to point yang terbentuk hanya koneksi dari satu perangkat wifi dengan satu perangkat wifi lainnya.

Topologi yang kedua adalah topologi point to multi point, pada topologi jenis ini terbentuk sebuah koneksi dari satu perangkat Wifi dengan beberapa perangkat wifi lainnya.

a.    Mengapa topologi penting? Sebelum anda memutuskan untuk membangun sebuah jaringan wifi maka anda harus tahu dulu model jaringan yang mau diterapkan.

Topologi itu ibarat semacam pemandu jalan atau GPS system bagi kita dalam membangun sebuah jaringan wireless LAN.

Dengan membuat dan menentukan seperti apa topologi jaringan yang mau kita bangun maka kita akan dengan mudah menentukan hal-hal seperti berikut ini:
–    Apa saja jenis perangkat yang dibutuhkan
–    Berapa bianya yang diperlukan
–    Berapa lama perkiraan waktu pekerjaan

Dalam blog ini, saya banyak mendapatkan pertanyaan yang cukup sederhana tapi bingung dari mana harus menjelaskannya.

Pertanyaan itu antara lain:
–    Bagaimana membangun jaringan wifi yang bagus.
–    Perangkat dan biaya yang diperlukan
–    Seperti apa proses instalasi jaringan wifi

Dan banyak dari penanya tersebut tidak punya konsep atau pemahaman yang baik tentang IT networking apalagi soal jaringan wifi. Inilah alasan yang mengerakan saya untuk menulis artikel ini agar dapat memberikan pemahaman yang sejelas-jelasnya kepada siapapun yang hendak membangun sebuah jaringan wireless meskipun anda tidak punya dasar networking yang baik.

b.    Langkah awal membuat desain topologi jaringan Wifi

Bagi yang awan atau newbie yang baru mulai mencoba tips saya adalah pertama-tama anda harus tentukan seperti apa susunan dari perangkat-perangkat komputer yang mau disambungkan secara wifi.

Kita tidak perlu memdetail membuat topologi tapi sebagai langkah awal adalah buatlah daftar perangkat apa saja yang mau anda koneksikan secara wifi.

Misalnya: Hape, printer, kamera, komputer PC desktop, Laptop, tablet, TV, perangkat audio dan sebagainya.

Dengan membuat daftar perangkat yang ada maka kita sudah melakukan tahap awal untuk membuat desain topologi jaringan WLAN.

Selanjutnya, kita perkirakan jarak terjauh koneksi atau luas area yang mau dilingkupi oleh sinyal wifi.

Cara menentukan jangkauan wifi yang kita mau adalah dengan menentukan berapa luas area, termasuk tinggi atau bangunan yang akan kita pasang.

Menentukan lingkupan sinyal wifi akan memberikan panduan atau gambaran seperti apa model jaringan dan kebutuhan perangkat yang bakal dibutuhkan.

c.    Kapan topologi point to point dan point to multi point kita terapkan? Kenapa harus pakai model point to point dan kenapa harus pakai point to multi point.

–    Point to point (PtoP)
Point to point (PtoP) koneksi Wifi dipakai untuk menghubungkan satu perangkat dengan satu perangkat lain saja, penggunaannya biasanya untuk dipakai pada koneksi yang berjarak sangat jauh, di atas 500 meter sampai puluhan kilometer.

Koneksi Wifi PtoP bersifat sebagai bridges atau jembatan penghubung saja tanpa ada pengaturan lainnya seperti pada model point to multi point ( Pto Mp).

Kedua wifi pada koneksi Point to point masing-masing bertindak sebagai pemancar dan penerima, keduanya tidak bertindak sebagai Acess point dan wifi klien, tapi keduanya memiliki status yang setara.

Pada koneksi point to point perangkat yang dipakai adalah perangkat khusus yang dirancang untuk melakukan koneksi point to point. Perangkatnya memiliki karakter yang berbeda dengan perangkat yang biasa dipakai pada model point to multi point.

–    Point to multi point

Koneksi point to multi point dipakai untuk menghubungkan beberapa wifi klien sekaligus dengan menggunakan sebuah terminal yang menjadi pusat dari koneksi.

Terminal tersebut disebut atau dikenal sebagai perangkat Wifi Access Point atau Wifi AP.
Point to multi point biasanya digunakan jika kita memiliki beberapa perangkat yang letak atau jaraknya berdekatan dan ingin terkoneksi secara bersamaan.

Pada koneksi PtoMp, jarak yang direkomendasikan jika kita menggunakan perangkat standar adalah tidak lebih dari 50 meter.

Perangkat yang dibutuhkan adalah sebuah wifi access point dan juga wifi klien adapter yang biasanya sudah terintegrasi dalam perangkat klien.

d.    Kelemahan dan kekurangan kedua topologi, Point to point dan Point to multipoint.

–    PtoP:
Kelebihan PtoP adalah jangkauannya sangat jauh tapi kelemahannya adalah kemampuan networkingnya cuma sebatas bridges atau pengganti kabel saja.

–    Pada topologi jaringan Pont to multi point:
Jangkauan sinyal Pont to multi point by default atau menggunakan perangkat standar, tidak bisa jauh tapi bisa dibuat atau dimodifikasi agar bisa lebih jauh.
Kelebihan utama-nya adalah perangkat yang bisa terhubung pada saat yang bersamaan lebih dari satu atau banyak.

Panduan-panduan selanjutnya akan saya update pada posting berikutnya.