Pengirim email seperti perusahaan bisnis atau non bisnis yang biasa mengirim email secara massal ke banyak penerima, sering melakukan pelacakan, tujuannya adalah :

  1. Untuk mengetahui apakah email mereka sudah terbaca atau belum
  2. Untuk mengetahui seperti apa tipe atau selera orang yang membacanya
  3. Untuk mengetahui kapan dan dimana ia membacanya
  4. Untuk mengetahui perangkat apa yang dipakainya.

Pelacakan itu ada yang baik, ada yang tidak baik dan memanfaatkannya untuk hal-hal yang dapat merugikan penerima email.

Ada tiga ciri pelacakan email yang benar:

  1. Pelacakan email yang benar itu harus selalu diberitahukan terlebih dahulu kepada penerimanya
  2. Penerima harus memiliki cara yang jelas dan mudah untuk memilih untuk tidak dilacak kapanpun mereka mau.
  3. Pihak yang melacak harus meminimalkan dan menghapus data pengguna sesegera mungkin sesuai dengan memori penyimpanan data pada server dan kebijakan privasi yang mudah dipahami.

Tapi sayang sekali, yang terjadi tidak seperti disebutkan di atas, banyak pengirim, termasuk pemerintah Amerika Serikat, melakukan pelacakan email dengan culas.

Ciri-ciri pelacakan email yang memiliki tujuan yang tidak baik adalah sebagai berikut:

  1. Dilakukan secara rahasia, dengan cara yang tidak diketahui dan cendrung membocorkan data pribadi pengguna.
  2. Data rahasia dan sensitif dijual kepada pihak ketiga dan kadang-kadang bahkan orang lain di jaringan Anda. Menurut penelitian komprehensif dari 2017, 70% group email atau mailing list berisi sumber pelacakan.
  3. Sekitar 30% email milis juga membocorkan alamat email Anda ke pelacak pihak ketiga saat Anda membukanya.
  4. Tidak aman, tidak dilengkapi dengan enkripsi atau fitur pengaman lainnya. Survei cepat yang dilakukan mengungkapkan bahwa sekitar 80% dari tautan email dari HTTP tidak aman dan tidak terenkripsi.
  5. Mengambil dan membagikan data-data tentang bagaimana kondisi email yang biasa kita terima dan membagikannya ke pihak tertentu tanpa kita ketahui.

Bagaimana caranya untuk mengatasi penyalahgunaan pelacakan melalui email yang kita terima?

Berikut adalah beberapa cara-cara untuk membantu membuat pelacakan menjadi tidak terlalu luas, tidak terlalu menyeramkan, dan tidak terlalu membocorkan data pribadi kita.

 Pahami bagaimana cara kita sebagai pengguna melindungi diri sendiri?

Ada banyak klien email populer yang berperilaku berbeda dan memiliki pengaturan yang berbeda, sehingga perlindungan dapat bervariasi. Berikut adalah beberapa panduan umum untuk meningkatkan privasi email Anda dan keamanan.

  1. Batasi download gambar dan konten lainnya

Data pelacakan biasanya terdapat pada gambar atau konten lain yang terdapat pada server. Jadi ketika kita membuka email dan mencoba mendownload gambar atau data lainnya maka kita akan terkoneksi ke server dan saat itu juga kita akan dilacak.

Membatasi dan memblokir sumber pelacakan akan membatasi kemampuan si pengirim email untuk melacak ketika kita sedang membaca atau membuka email. Beberapa klien, termasuk Thunderbird dan Outlook, menonaktifkannya secara default.

Gmail dan Apple Mail memungkinkan kita menonaktifkannya berdasarkan pilihan.

Kita masih bisa aman dari pelacakan dan tetap bisa melakukan download image jika kita mengaktifkan fitur ini secara selektif untuk email tertentu.

2. Matikan email HTML

Untuk keamanan yang lebih tinggi, Anda dapat mematikan email HTML sepenuhnya. Ini akan menghapus pemformatan dari email Anda, tetapi itu akan sepenuhnya menghentikan segala bentuk pelacakan konten jarak jauh.

3. Gunakan Email Privacy Tester

Email Privacy Tester adalah alat yang berguna untuk memeriksa apakah Anda rentan terhadap berbagai teknik pelacakan.

4. Hati-hati saat mengklik link tautan

Jangan mengklik tautan dalam email kecuali Anda benar-benar diperlukan.  Ini adalah cara praktis   untuk menghindari risiko diserang oleh penjahat siber seperti pelaku phishing serta pelacakan privasi-invasif.

Sumber: www.eff.org